Malang, 10 Desember 2024 - Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA) merupakan akreditasi internasional bergengsi yang didirikan oleh organisasi terkemuka industri Swiss, Austria, dan Jerman. Mengutip dari umn.ac.id, tujuan akreditasi ini sejak hari pertama didirikan adalah untuk mengembangkan Panduan Penilaian yang ketat untuk penjaminan mutu di bidang pendidikan tinggi.
Ada beberapa kriteria penilaian yang harus dipenuhi untuk mendapat akreditasi internasional tersebut. Dengan asesmen yang ketat dan berbahasa inggris, membuat persiapan FIBAA cukup menantang. Kriteria Tersebut di antaranya adalah, pembelajaran, sarana prasarana, SDM (Sumber Daya Manusia), penelitian berstandar internasional, dan penjaminan mutu.
Untuk memantapkan proses akreditasi internasional, tentu suatu program studi harus mempersiapkan layaknya mahasiswa yang belajar menjelang ujian. Agribisnis UMM menjawab semua tantangan itu, salah satunya dengan mengunjungi Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Selasa kemarin (07/12) tiga perwakilan dari dosen Agribisnis UMM yaitu Ary Bakhtiar, Festy Putri, dan Bambang Yudi melakukan kunjungan studi banding ke Program Sarjana Agribisnis UMY. Kunjungan tersebut bertujuan untuk mendalami penerapan akreditasi FIBAA dan menggali berbagai inovasi program yang telah berhasil diterapkan di UMY, yang nantinya akan diadaptasi untuk meningkatkan kualitas dan branding Agribisnis UMM.
Selama kunjungan, ketiga perwakilan Agribisnis UMM mengamati secara langsung berbagai inisiasi kreatif, seperti pengembangan replika makanan yang mencerminkan potensi agribisnis serta penataan hiasan dinding yang menyajikan artikel-artikel seputar ketahanan pangan dan serba-serbi agribisnis. Inisiatif tersebut dinilai mampu memberikan inspirasi baru dalam penyajian identitas program studi melalui pendekatan visual dan informatif.
Selain itu, agenda studi banding juga mencakup rencana digitalisasi yang diinisiasi melalui pengadaan laboratorium komputer dan ruang podcast yang diharapkan dapat menunjang proses pembelajaran serta mendukung kegiatan riset dan komunikasi internal.
Ketua Program Studi Agribisnis UMM, Ary Bakhtiar mengungkapkan bahwa kegiatan studi banding ini menjadi momentum penting bagi Agribisnis UMM untuk terus mengembangkan inovasi dan meningkatkan standar pendidikan melalui adaptasi praktik-praktik terbaik yang telah terbukti efektif di UMY. “Pertemuan ini juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antara program studi Agribisnis UMM dan UMY sebagai sesama program studi Agribisnis di perguruan tinggi Muhammadiyah,” pungkas Ary. (RZL)