Mahasiswa Agribisnis UMM Perdalam Riset Jagung Unggul di Thailand melalui Program Student Exchange
Pengalaman Akademik Internasional di Kasetsart University Perkuat Kompetensi Riset dan Daya Saing Global Mahasiswa Agribisnis UMM Komitmen Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam mencetak lulusan berdaya saing global kembali dibuktikan melalui kiprah Akhmad Murtadho, mahasiswa Agribisnis UMM, yang mengikuti program student exchange di Kasetsart University, Thailand selama lima bulan. Terhitung sejak Juli hingga Desember 2025, Akhmad Murtadho yang akrab disapa Dodo menempuh pengalaman akademik internasional di salah satu perguruan tinggi terkemuka di Asia Tenggara dalam bidang pertanian dan agribisnis. Program ini tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga memperkuat kompetensi riset, komunikasi global, serta pemahaman sistem pertanian modern berbasis sains. Selama mengikuti program tersebut, Dodo terlibat langsung dalam kegiatan akademik dan riset di National Corn and Sorghum Research Center (Suwan Farm) yang berlokasi di Pak Chong, Provinsi Nakhon Ratchasima. Pusat riset ini dikenal sebagai laboratorium alam unggulan yang menjadi rujukan pengembangan inovasi pertanian di Thailand. Fokus utama riset yang dipelajari adalah pemuliaan tanaman (plant breeding), khususnya pada pengembangan varietas jagung unggul Suwan 1. Varietas ini merupakan hasil riset jangka panjang berbasis germplasm internasional dan dikenal memiliki ketahanan tinggi terhadap penyakit downy mildew (bulai), serta telah menjadi tulang punggung pertanian jagung Thailand sejak dekade 1970-an. “Di Suwan Farm, kami tidak hanya melihat kebun, tetapi memahami bagaimana riset varietas jagung dikembangkan secara ilmiah, diuji ketahanannya, hingga diintegrasikan ke dalam sistem pertanian berkelanjutan,” ungkap Dodo. Selain memperdalam aspek hulu pertanian, Dodo juga mempelajari rantai nilai dan hilirisasi produk agribisnis, termasuk kolaborasi strategis Suwan Farm dengan lembaga riset internasional seperti CIMMYT (International Maize and Wheat Improvement Center). Salah satu praktik menarik yang diamati adalah pengembangan produk turunan jagung, seperti susu jagung UHT (corn milk), yang menunjukkan keterpaduan riset dan inovasi industri. Pengalaman akademik di Kasetsart University juga memberikan atmosfer pembelajaran yang inklusif dan multikultural. Mahasiswa dari berbagai negara belajar dalam satu kelas dengan bahasa Inggris sebagai pengantar utama, sehingga secara langsung mengasah kemampuan komunikasi internasional dan sensitivitas lintas budaya. “Dalam satu kelas, mahasiswa datang dari berbagai negara. Kami belajar bukan hanya ilmu, tetapi juga perspektif budaya dan cara berpikir yang berbeda. Ini pengalaman yang sangat berharga,” tambahnya. Sebagai mahasiswa Agribisnis UMM, Dodo menilai pengalaman ini relevan dan kontekstual dengan keilmuan yang dipelajari di kampus. Integrasi antara teori akademik, riset lapangan, dan praktik agribisnis internasional menjadi bekal strategis untuk pengembangan sektor pertanian Indonesia ke depan. Menutup pengalamannya, Dodo menegaskan komitmennya untuk mengadaptasi metodologi riset dan pendekatan teknologi pertanian yang dipelajarinya di Thailand agar dapat diterapkan dalam konteks agribisnis nasional. “Apa yang saya pelajari di sana ingin saya terapkan di Indonesia, terutama dalam hal metodologi riset pertanian dan bagaimana menghubungkan teori akademik dengan praktik nyata di lapangan,” pungkasnya. Keikutsertaan Akhmad Murtadho dalam program student exchange ini semakin menegaskan posisi Program Studi Agribisnis UMM sebagai program unggulan yang aktif mendorong internasionalisasi, riset aplikatif, serta pengembangan sumber daya manusia pertanian yang adaptif, inovatif, dan berwawasan global.