Mahasiswa Hadirkan Solusi Pemberdayaan Petani Berbasis Edukasi, Teknologi, dan Keberlanjutan

Malang, 28 Oktober 2025 — Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menegaskan kiprahnya sebagai kampus pelopor inovasi di sektor agribisnis nasional. Melalui program pengabdian bertajuk Abdidaya, mahasiswa Program Studi Agribisnis sukses menampilkan inovasi pemberdayaan petani Desa Ampeldento, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, yang berfokus pada peningkatan kapasitas, optimalisasi teknologi, dan keberlanjutan usaha tani.

Program pendampingan yang telah berjalan sejak beberapa bulan terakhir ini menjadi bukti nyata bahwa penguasaan ilmu agribisnis mampu menjawab persoalan di tingkat akar rumput. Melalui riset lapang, pelatihan manajemen usaha tani, serta pemanfaatan teknologi tepat guna, mahasiswa UMM mendorong petani agar lebih adaptif terhadap dinamika pasar dan perubahan iklim pertanian.

“Pendekatan ini memastikan petani tidak hanya bertahan, tetapi mampu tumbuh dan bersaing,” ungkap perwakilan tim pengabdian Agribisnis UMM. Upaya tersebut diapresiasi karena menyentuh aspek krusial: efisiensi produksi, diversifikasi produk, serta penguatan jejaring pemasaran lokal.

Karya inovatif tersebut kemudian mendapat perhatian dalam ajang Abdidaya yang mempertemukan gagasan terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Agribisnis UMM tampil sebagai representasi kampus yang tak hanya unggul dalam teori, tetapi juga memimpin implementasi keilmuan yang memberi dampak langsung kepada masyarakat.

Pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi Program Studi Agribisnis UMM dalam menegaskan diri sebagai center of excellence yang berkomitmen menghadirkan solusi agribisnis berkelanjutan. Ke depan, tim akan terus memperluas kemitraan dengan petani dan pemangku kepentingan guna menciptakan ekosistem pertanian modern yang menarik bagi generasi muda.

Melalui semangat Hari Sumpah Pemuda yang turut diperingati pada 28 Oktober, mahasiswa Agribisnis UMM menunjukkan bahwa anak muda bukan hanya menjadi penonton, melainkan aktor utama dalam mewujudkan kemandirian pangan dan masa depan agribisnis Indonesia yang lebih kuat.