Visitasi Tim Belmawa (3–4 November 2025) Memvalidasi Inovasi Energi Surya dan IoT untuk Pengendalian Hama pada Lahan Padi

Pada Rabu dan Kamis, 3–4 November 2025, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menerima kunjungan resmi Tim Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) dalam rangka visitasi Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa). Kegiatan tersebut bertujuan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program PPK Ormawa yang diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Agribisnis, khususnya terkait pengembangan teknologi Smart Farming bernama Solarsonic IoT Guard.

Kunjungan dihadiri oleh Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, S.T., M.T., dosen pembimbing, serta tim pelaksana PPK Ormawa HMPS Agribisnis. Tim Belmawa disambut dengan presentasi dan demonstrasi alat dalam pamer inovasi di lingkungan kampus. Dalam sambutannya, Dr. Nur Subeki menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa yang menghasilkan teknologi tepat guna untuk menjawab persoalan pertanian, seraya menegaskan komitmen UMM untuk terus menyumbangkan solusi bagi pengembangan nasional melalui semangat “Dari UMM untuk Indonesia.”

Solarsonic IoT Guard merupakan perangkat berbasis energi surya dan teknologi Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk mengusir hama burung dan tikus secara otomatis pada lahan padi. Tim Belmawa menilai inovasi ini memiliki potensi signifikan untuk diterapkan di berbagai daerah karena mengusung prinsip ramah lingkungan, efisiensi operasional, dan penerapan teknologi cerdas di sektor agraria.

Selain uji coba alat, agenda visitasi meliputi diskusi interaktif mengenai metodologi penelitian, tantangan implementasi di lapangan, serta evaluasi dampak sosial-ekonomi dari penerapan teknologi. Mahasiswa memaparkan hasil implementasi di Desa Ampeldento, Kabupaten Malang, yang menjadi lokasi utama kegiatan PPK Ormawa. Laporan lapangan menunjukkan adanya indikasi pengurangan gangguan hama serta penerimaan positif dari kelompok petani setempat. Berdasarkan pengamatan dan dokumentasi lapangan, Tim Belmawa menilai program ini telah berjalan efektif dan menjadi contoh kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan masyarakat.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara Tim Belmawa, pimpinan universitas, dosen pembimbing, dan tim mahasiswa pelaksana. Keberhasilan visitasi ini diharapkan mendorong replikasi Solarsonic IoT Guard pada skala yang lebih luas dan menginspirasi perguruan tinggi lain untuk memperkuat pengabdian masyarakat melalui inovasi teknologi pertanian. UMM, melalui HMPS Agribisnis, menyatakan komitmen berkelanjutan untuk mengembangkan solusi teknologi yang berkontribusi pada kemajuan sektor pertanian nasional.