KOTA MALANG – Eksistensi Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menguat di tingkat nasional. Pada ajang Abdidaya Ormawa 2025, kolaborasi strategis mahasiswa Agribisnis bersama mahasiswa Teknik Informatika dan Teknik Elektro berhasil mengantarkan UMM meraih Predikat Terbaik Nasional melalui inovasi “Integrasi Smart Farming 5.0 Berbasis SolarSonic IoT Guard.”
Keberhasilan ini tidak hanya menunjukkan kualitas inovasi, tetapi juga menegaskan Agribisnis UMM sebagai aktor utama dalam kolaborasi lintas disiplin ilmu yang konkret, berdampak, dan terukur bagi masyarakat.
Agribisnis Menjadi Inisiator dan Penggerak Utama PPK Ormawa
Program ini digerakkan oleh tim mahasiswa Agribisnis yang menjadi perancang model pemberdayaan, analisis kebutuhan petani, pemetaan masalah hama, serta manajemen program di Desa Ampeldento sebagai lokasi implementasi.
Di bawah PPK Ormawa Agribisnis UMM, mahasiswa kemudian menggandeng dua disiplin penting Teknik Informatika dan Teknik Elektro untuk merancang instrumen teknologi yang mampu menjawab kebutuhan petani secara langsung. Sinergi ini menghadirkan integrasi kunci:
- Agribisnis → analisis usaha tani, sosial-ekonomi petani, pemberdayaan masyarakat, dan kelayakan implementasi teknologi
- Teknik Informatika → pemrograman, image processing, pengolahan data dan kecerdasan sensor
- Teknik Elektro → sistem panel surya, rangkaian daya, dan perangkat elektronik pendukung
Kolaborasi tersebut menghasilkan inovasi nasional pertama: SolarSonic IoT Guard.
Teknologi Smart Farming Pertama di Indonesia
Ketua tim, Muhammad Hafizh Abdurrahman, menjelaskan bahwa alat tersebut bekerja dengan menggabungkan:
- gelombang suara pengusir tikus,
- mikrofon ultrasonik untuk menghalau burung,
- sensor termal pendeteksi hama,
- image processing berbasis Raspberry Pi 5,
- panel surya dan baterai berkapasitas tinggi,
- serta sistem Internet of Things (IoT).
“Dengan ribuan data citra hama yang dimasukkan, alat ini mampu mengenali tikus dan burung dengan akurasi tinggi, lalu mengusirnya secara otomatis. Alat ini bekerja nonstop karena menggunakan energi matahari,” jelas Abdur.
Teknologi ini telah menjadi perhatian nasional karena mengisi kekosongan solusi modern yang selama ini dibutuhkan petani.
Eksistensi PPK Ormawa Agribisnis Makin Kokoh di Tingkat Nasional
Keberhasilan ini juga menegaskan 3 hal penting tentang eksistensi PPK Ormawa Agribisnis UMM:
1️⃣ Agribisnis sebagai Pusat Integrasi Ilmu
PPK Ormawa Agribisnis terbukti menjadi wadah penghubung mahasiswa dari berbagai rumpun ilmu. Prodi Agribisnis memainkan peran sebagai “jembatan strategis” antara kebutuhan petani dan kemampuan teknologi modern.
2️⃣ Pendekatan Multidisiplin yang Sukses Diuji Nasional
Keberhasilan di Abdidaya menunjukkan bahwa kolaborasi lintas ilmu bukan sekadar konsep, tetapi mampu menghasilkan solusi praktis yang diapresiasi juri nasional.
3️⃣ Model Pemberdayaan Desa Berbasis Teknologi yang Siap Direplikasi Nasional
Inovasi dan pendekatan pendampingan desa yang digunakan tim ini menjadi contoh pemberdayaan modern dan inklusif, relevan dengan kebutuhan era smart agriculture.
Kemenangan yang Menegaskan Identitas Agribisnis UMM
Kaprodi Agribisnis UMM menyampaikan bahwa kemenangan ini bukan hanya soal kompetisi, tetapi tentang membangun identitas prodi yang kuat dan relevan di tingkat nasional, terutama dalam:
- inovasi teknologi agribisnis,
- kerja sama lintas disiplin,
- pemberdayaan petani berbasis data,
- serta kontribusi nyata kepada masyarakat.
Harapan untuk Pengembangan Pertanian Indonesia
“Fokus kami kini adalah memastikan alat ini benar-benar menjadi solusi yang bisa digunakan petani secara luas,” ujar Abdur.
Dengan kemenangan ini, PPK Ormawa Agribisnis UMM tidak hanya mengukuhkan eksistensinya sebagai program pemberdayaan yang berdampak, tetapi juga membuka jalan baru bagi transformasi teknologi pertanian Indonesia.