Dari ruang kelas internasional hingga laboratorium lapangan, Agribisnis UMM menyiapkan mahasiswa berwawasan global dan kontekstual

Selama mengikuti Program Student Exchange di Kasetsart University, Thailand, mahasiswa Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memperoleh pengalaman akademik yang komprehensif, terstruktur, dan berorientasi global. Program pembelajaran ini dirancang secara khusus untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai karakteristik pertanian tropis, sistem agribisnis modern, serta praktik pembangunan pertanian berkelanjutan yang relevan dengan kondisi negara-negara berkembang, khususnya di kawasan Asia Tenggara.

Kurikulum yang diikuti menekankan integrasi antara aspek teknis pertanian, manajerial agribisnis, serta dimensi sosial dan kelembagaan. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya dibekali pengetahuan teoritis, tetapi juga dilatih untuk memahami dinamika sektor pertanian secara holistik dalam konteks global. Hal ini sejalan dengan upaya Agribisnis UMM dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kemampuan analitis, adaptif, dan berwawasan internasional.

Berbagai mata kuliah strategis yang diikuti, seperti Introduction to Tropical Agriculture, Principles of Tropical Agronomy, Perspective in Agricultural Extension, hingga Principles of Management, menjadi fondasi penting dalam membentuk pola pikir mahasiswa. Materi perkuliahan mendorong mahasiswa untuk memahami keterkaitan antara proses produksi pertanian, pengelolaan sumber daya alam, kebijakan pertanian, serta dinamika sosial ekonomi masyarakat agraris. Pendekatan ini memperkuat kemampuan mahasiswa dalam melihat agribisnis sebagai suatu sistem yang kompleks dan saling terintegrasi.

Salah satu mahasiswa Agribisnis UMM yang mengikuti program ini, Anastya Rifa Wardhani, mendapatkan kesempatan untuk terlibat aktif dalam suasana akademik multinasional yang menuntut kemampuan komunikasi, kolaborasi, serta pemikiran kritis dalam bahasa pengantar internasional. Pengalaman tersebut menjadi sarana pembelajaran yang signifikan dalam meningkatkan kompetensi akademik sekaligus pengembangan soft skills yang sangat dibutuhkan di dunia kerja global.

Keunggulan proses pembelajaran semakin terasa melalui pelaksanaan kegiatan field trip akademik ke berbagai pusat riset dan kawasan pertanian unggulan di Thailand. Mahasiswa mengunjungi Suwan Farm sebagai pusat riset jagung dan serealia, Kamphaeng Saen Campus yang dikenal dengan pengembangan varietas padi serta integrasi sistem tanaman ternak, hingga pusat penelitian komoditas karet dan kelapa. Kegiatan ini memberikan pengalaman empiris yang memperkaya pemahaman mahasiswa dalam mengaitkan konsep teoritis dengan praktik agribisnis secara langsung di lapangan.

Model pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) ini menunjukkan kekuatan pendekatan akademik Agribisnis UMM yang menekankan integrasi antara ilmu pengetahuan, praktik lapangan, dan konteks global. Pengalaman internasional yang diperoleh selama mengikuti program student exchange di Kasetsart University menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam memahami kompleksitas sistem agribisnis lintas negara, sekaligus memperkuat daya saing lulusan Agribisnis UMM di tingkat nasional maupun internasional.