Optimalisasi Pekarangan sebagai Strategi Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga Berbasis Rumah Tangga
MALANG – Ketahanan pangan menjadi salah satu isu strategis yang terus mendapat perhatian dalam agenda pembangunan pertanian, baik di tingkat nasional maupun daerah. Dalam konteks rumah tangga, ketahanan pangan tidak hanya dipahami sebagai ketersediaan pangan di pasar, tetapi juga kemampuan keluarga dalam memproduksi sebagian kebutuhan pangannya secara mandiri dan berkelanjutan.
Berangkat dari perspektif tersebut, tim dosen Fakultas Pertanian-Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Loandeng, Kabupaten Malang. Program ini diprakarsai oleh Nur Ocvanny Amir, SP., MP., bersama Fithri Mufriantie, SP., MP., dan Prof. Jabal Tarik Ibrahim dengan fokus pada penguatan pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga.
Dalam implementasinya, masyarakat diperkenalkan pada teknik budidaya tanaman pangan skala rumah tangga yang dapat dilakukan di lahan terbatas dengan pendekatan sederhana namun produktif. Komoditas yang diperkenalkan meliputi berbagai jenis sayuran dan tanaman hortikultura yang memiliki siklus panen relatif singkat sehingga dapat mendukung kebutuhan konsumsi harian keluarga secara berkelanjutan.
Selain aspek budidaya, program ini juga mengintegrasikan pengelolaan limbah organik rumah tangga sebagai sumber pupuk alami. Integrasi ini menjadi elemen penting dalam membangun sistem pangan rumah tangga yang lebih mandiri, efisien, serta ramah lingkungan, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap input eksternal seperti pupuk kimia.
Fithri Mufriantie menjelaskan bahwa pemanfaatan pekarangan tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi rumah tangga, tetapi juga memiliki nilai edukatif yang penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pola konsumsi pangan sehat dan berkelanjutan. Proses produksi pangan yang dilakukan sendiri memungkinkan masyarakat lebih memahami kualitas dan keamanan pangan yang dikonsumsi sehari-hari.
Di sisi lain, keterlibatan perempuan dalam pengelolaan pekarangan menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan program ini. Perempuan sebagai pengelola utama rumah tangga memiliki peran strategis dalam memastikan keberlanjutan sistem pangan keluarga, baik dari sisi produksi, pemeliharaan, hingga pemanfaatan hasil.
Melalui kegiatan ini, Agribisnis UMM menegaskan kembali komitmennya dalam mendukung penguatan ketahanan pangan berbasis masyarakat melalui pendekatan yang edukatif, aplikatif, serta dapat direplikasi di berbagai wilayah dengan kondisi serupa.