Inovasi peternakan inklusif mahasiswa Agribisnis UMM harumkan nama kampus di ajang wirausaha nasional
Malang—Magelang. Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang kembali menunjukkan kapasitasnya dalam mencetak agripreneur muda berdaya saing nasional. Mahasiswa Agribisnis UMM, Lukman Hakim Arifin, sukses meraih Penghargaan Harapan 2 – Tahap Bertumbuh bidang Budidaya pada ajang KMI Expo XII, yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek bersama Direktorat Belmawa dan Universitas Negeri Malang pada 19–21 November 2025 di Universitas Tidar, Magelang.
Lukman, dengan bimbingan Dr. Akhis Soleh Ismail, S.Pt, menghadirkan inovasi usaha Embik Eco Green Farm – Integrated, Disability-Friendly Business with Impactful Product Innovation yang bertujuan membuktikan bahwa peternakan rakyat mampu bersaing secara nasional melalui pendekatan inklusif dan berbasis bahan lokal.
Menurutnya, tantangan terbesar adalah mencapai standar higienitas produksi tingkat nasional serta menyelaraskan dokumen legalitas bisnis sesuai standar penilaian KMI. “Momen paling berkesan adalah presentasi dan talkshow dengan pelaku usaha muda dari berbagai daerah. Pertukaran gagasan itu sangat memperkaya,” ungkapnya.
Keberhasilan ini menegaskan peran Agribisnis UMM sebagai pusat pengembangan inovasi agribisnis modern, dengan kurikulum yang menyokong kemampuan digital marketing, analisis biaya usaha, dan penguatan branding.
Lukman berharap semakin banyak mahasiswa UMM berani bergerak. “Jika usaha kecil di desa bisa memberi dampak besar, mengapa harus menunggu menjadi besar dahulu?”

