Mahasiswa dibekali kemampuan inovatif untuk memajukan sektor kelautan dan perikanan
Ekonomi biru semakin mendapat perhatian sebagai pendekatan pembangunan berkelanjutan yang mengoptimalkan sumber daya perairan. Konsep ini menekankan pemanfaatan laut, sungai, dan danau secara efisien, sambil tetap menjaga kelestarian ekosistem. Bagi Indonesia, negara kepulauan dengan kekayaan laut yang melimpah, ekonomi biru membuka peluang besar bagi pengembangan agribisnis berbasis kelautan dan perikanan.
Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melihat ekonomi biru sebagai salah satu sektor strategis masa depan yang menjanjikan. Melalui penelitian, pengabdian masyarakat, dan kegiatan pembelajaran, mahasiswa didorong untuk mengembangkan inovasi yang berorientasi pada keberlanjutan. Pendekatan ini memastikan lulusan tidak hanya menguasai aspek teknis produksi, tetapi juga mampu merancang strategi agribisnis yang adaptif terhadap tantangan lingkungan dan ekonomi global.
Mahasiswa Agribisnis UMM mendapatkan pemahaman mendalam tentang rantai nilai agribisnis kelautan, mulai dari budidaya, pengolahan, hingga distribusi produk perikanan dan olahan laut. Selain itu, pembelajaran juga menekankan penggunaan teknologi dan inovasi digital untuk meningkatkan efisiensi produksi, menjaga kualitas produk, serta memperluas jangkauan pasar, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Pendekatan multidisiplin ini menyiapkan mahasiswa untuk menjadi talenta agribisnis yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga berorientasi pada keberlanjutan. Dengan pemahaman yang menyeluruh tentang ekonomi biru, lulusan UMM diharapkan dapat memanfaatkan potensi laut Indonesia secara optimal, menciptakan peluang usaha baru, serta mendukung pembangunan agribisnis yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
