Riset Agribisnis UMM Menawarkan Model Integratif antara Praktik Ramah Lingkungan dan Peningkatan Kesejahteraan

Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menegaskan perannya dalam pengembangan ilmu terapan melalui penelitian mengenai keberlanjutan sumber daya perikanan tangkap di Jawa Timur. Penelitian ini menyoroti keterkaitan antara praktik alat tangkap, kesadaran ekologis, dan kesejahteraan nelayan sebagai fondasi penting pembangunan pesisir yang berkelanjutan.

Penelitian ini dilaksanakan oleh tim dosen Agribisnis UMM yang terdiri dari Dr. Ir. Anas Tain, M.M., Wahid M. Shodiq, S.P., M.P., dan M. Zul Mazwan, S.P., M.Sc. Kajian dilakukan di sejumlah wilayah pesisir Jawa Timur dengan melibatkan ratusan nelayan sebagai responden, guna memperoleh gambaran empiris mengenai praktik penangkapan ikan, kondisi sosial ekonomi, serta tingkat kesadaran lingkungan nelayan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas nelayan masih menggunakan alat tangkap tradisional yang relatif ramah lingkungan, sementara penggunaan alat tangkap destruktif berada pada proporsi yang lebih kecil. Temuan ini menunjukkan adanya modal ekologis dan sosial yang kuat untuk mendorong pengelolaan perikanan tangkap berkelanjutan berbasis masyarakat.

Dari sisi kesejahteraan, penelitian ini mengungkap bahwa tingkat kesejahteraan nelayan masih berada pada kategori rentan. Faktor sosial ekonomi dan pola pemasaran terbukti berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan nelayan, mengindikasikan bahwa persoalan perikanan tidak hanya bersifat ekologis, tetapi juga berkaitan erat dengan struktur ekonomi dan akses pasar.

Melalui riset ini, Agribisnis UMM mendorong lahirnya pendekatan kebijakan yang mengintegrasikan konservasi sumber daya perikanan dengan pemberdayaan ekonomi nelayan. Penelitian ini menjadi kontribusi akademik Agribisnis UMM dalam membangun model pembangunan perikanan tangkap yang berkelanjutan dan berkeadilan.