
Malang, 12 Desember 2024 – Rabu lalu (11/12) Program Studi Agribisnis UMM sukses adakan workshop khusus dosen bertajuk “Workshop Kelas Kolaboratif Partisipatif.” Acara tersebut menghadirkan seorang dosen ahli di bidang Komunikasi Pertanian dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Dr. Yudi A. Salampessy, S.E., M.Si..
Ketua Prodi Agribisnis, Ary Bakhtiar menuturkan bahwa di workshop ini selain mendapatkan ilmu baru, juga menjadi ajang mempererat silaturahmi dan ajang bertukar pikiran dan pengalaman antar dua universitas tersebut. Lebih lanjut ia berharap workshop tersebut dapat meningkatkan mutu pembelajaran di lingkungan prodi Agribisnis.
Dalam workshop ini, Dr. Yudi A. Salampessy memaparkan pentingnya metode pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa atau student centered learning. Beliau menjelaskan bahwa project-based dan case-based learning merupakan bentuk dari kelas kolaboratif partisipatif yang termasuk dalam metode pembelajaran ini
“Metode project-based dan case-based berbeda dengan metode pembelajaran yang berpusat pada dosen seperti ceramah, atau yang berpusat pada materi seperti membaca,” ujar Dr. Yudi. Beliau menekankan bahwa dalam pembelajaran berpusat pada mahasiswa, dosen berperan sebagai fasilitator pembelajaran, memberikan ruang kreativitas mahasiswa yang tidak dibatasi oleh ruang kelas dan relasi dosen-mahasiswa.

Dr. Yudi juga berbagi pengalaman implementasi metode ini di kampusnya. “Di kampus kami, penerapannya belum mencapai 70%, namun program ini sudah berjalan sekitar 10 tahun, dimulai sebelum era Kurikulum Merdeka,” jelasnya. Implementasi dilakukan secara bertahap mengingat student centered learning memiliki banyak tipe dan model.
Menanggapi workshop yang diadakan UMM, Dr. Yudi memberikan apresiasi positif. “Bagus UMM mengadakan workshop ini karena jadi bisa berkolaborasi dengan PTN lain,” ujarnya. Beliau juga menyarankan agar penerapan metode ini dilakukan secara bertahap, “Bisa dimulai dari 25% dulu, baru 50%, dan seterusnya. Tidak perlu terburu-buru dalam implementasi, bisa dilakukan secara perlahan,” tambahnya.
Workshop ini menjadi langkah positif bagi UMM dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan adanya pertukaran pengetahuan dan pengalaman seperti ini, diharapkan dapat mendorong inovasi dalam metode pengajaran di perguruan tinggi, khususnya dalam penerapan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa.