Prof. Rahayu Relawati Terlibat dalam Penyusunan Grand Design Apel Batu bersama Dinas Pertanian, BRIN, dan Mitra Lintas Sektor

KOTA BATU – Upaya revitalisasi komoditas apel sebagai identitas Kota Batu mendapatkan dorongan besar melalui kolaborasi akademisi, pemerintah daerah, dan lembaga riset nasional. Dalam inisiatif strategis ini, Prof. Rahayu Relawati, salah satu dosen senior dan peneliti unggulan Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), turut dipercaya menjadi bagian penting dalam pengembangan Grand Design Apel Batu.

 

Kolaborasi ini digagas bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu, dengan dukungan lembaga riset nasional seperti BRIN, serta sejumlah pemangku kepentingan agribisnis, petani, dan industri pendukung. Kiprah ini menegaskan kembali posisi Agribisnis UMM sebagai pusat keilmuan yang aktif dalam proyek-proyek strategis daerah dan nasional.

 

Mengembalikan Kejayaan Apel Batu Melalui Fondasi Sains dan Agribisnis Modern

Kota Batu selama puluhan tahun dikenal sebagai sentra apel terbesar di Indonesia. Namun, geliat industri apel mengalami tantangan serius: alih fungsi lahan, perubahan iklim, regenerasi petani, hingga tekanan pasar dari komoditas hortikultura lain. Melalui Grand Design Apel Batu, seluruh pihak berupaya menyusun arah baru pembangunan apel yang:

Di sinilah peran Prof. Rahayu menjadi sentral. Sebagai akademisi yang memiliki kepakaran dalam rantai nilai agribisnis, pemberdayaan petani, hingga strategi kebijakan pangan, kontribusinya memberi dimensi ilmiah sekaligus praktis dalam merumuskan peta jalan revitalisasi apel di Kota Batu.

 

Kolaborasi Kuat antara Akademisi, Pemerintah, dan Lembaga Riset

Pengembangan Grand Design Apel Batu bukanlah proyek teknis biasa; ini adalah model kerja bersama lintas lembaga. Program ini melibatkan:

Keterlibatan Agribisnis UMM menjadi bukti bahwa institusi ini dipercaya sebagai mitra pemikir dalam kebijakan pembangunan daerah.

 

Agribisnis UMM: Kampus dengan Jejak Panjang dalam Penguatan Komoditas Lokal

Kiprah Prof. Rahayu bukan kali pertama menempatkan Agribisnis UMM dalam forum strategis dan pengambil keputusan. Selama ini, dosen-dosen Agribisnis UMM kerap menjadi mitra pemerintah dalam:

Reputasi tersebut memperkuat citra Agribisnis UMM sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga relevan dalam kerja-kerja pembangunan nasional.

 

Menyusun Peta Jalan 10 hingga 20 Tahun Komoditas Apel Batu

Grand Design ini mencakup berbagai aspek penting, seperti:

Prof. Rahayu menegaskan bahwa grand design ini akan menjadi fondasi jangka panjang untuk memulihkan dan memperkuat komoditas apel Batu agar lebih kompetitif, adaptif, dan relevan dengan tren pasar global.

 

“Identitas Kota Batu tidak boleh hilang. Apel harus kembali menjadi komoditas unggulan, namun tentu dengan pendekatan baru lebih modern, terstruktur, dan berbasis riset,” ungkap Prof. Rahayu dalam salah satu sesi diskusi teknis bersama dinas terkait.

 

UMM sebagai Pusat Intelektual yang Menaungi Solusi Pertanian Daerah

Dari sudut pandang lain, keterlibatan Agribisnis UMM menunjukkan bahwa dunia akademik bukan hanya ruang belajar, tetapi juga ruang inovasi dan penyelesaian masalah publik. Grand Design Apel Batu menjadi bukti nyata bagaimana universitas berperan aktif sebagai mitra pembangunan daerah.

 

Dengan kontribusi ilmiah dan reputasi panjang di bidang agribisnis, UMM semakin diperhitungkan sebagai institusi pendidikan yang mampu memberi arah pembangunan pertanian Indonesia secara lebih visioner.

 

Menatap Masa Depan Apel Batu dengan Optimisme

Melalui kerja kolaboratif ini, Kota Batu memiliki peluang besar untuk menghadirkan ekosistem apel modern yang:

Kontribusi Prof. Rahayu Relawati dan Agribisnis UMM di dalamnya mempertegas bahwa UMM tidak hanya menghasilkan lulusan unggul, tetapi juga menjadi penggerak solusi strategis bagi sektor pertanian daerah dan nasional.