HIMAGRI tampilkan teknologi dan pemberdayaan petani pada agenda Nasional Desember di UMM
Mahasiswa Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menegaskan perannya dalam ekosistem inovasi pertanian nasional. Melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) HIMAGRI, tim ini tampil memikat pada rangkaian Kegiatan Kulminasi Indikator (KKI) dan Abdidaya Nasional 2025 yang digelar pada 4–6 Desember di Universitas Muhammadiyah Malang sebagai tuan rumah.
Dalam agenda tersebut, HIMAGRI memperkenalkan Smart Farming Solarsonic IoT Guard, teknologi ramah lingkungan yang memanfaatkan energi surya, gelombang suara, dan sistem Internet of Things untuk mengatasi hama tikus dan burung tanpa bahan kimia. Fitur pemantauan jarak jauh memungkinkan petani mengelola lahan secara lebih presisi dan efisien.
Pendekatan pemberdayaan di Desa Ampeldento, Kecamatan Karangploso, menjadi nilai unggul lain yang diapresiasi asesor. Program tidak berhenti pada inovasi alat, tetapi menyentuh peningkatan literasi digital, pembiasaan teknologi, serta penguatan kemandirian petani. Model transformasi komunitas yang ditampilkan HIMAGRI menegaskan bahwa Agribisnis UMM tidak hanya mengembangkan produk, tetapi juga menghadirkan perubahan perilaku agraris yang berkelanjutan.
Sebagai tuan rumah Abdidaya 2025, UMM sekaligus menampilkan kesiapan akademik dan kelembagaan untuk menjadi pusat inovasi dan kolaborasi nasional di ranah pertanian modern.

