Produk Pertanian Tidak Akan Menang Jika Tidak Punya Cerita

MALANG – Generasi muda saat ini hidup dalam era ketika nilai sebuah produk tidak hanya ditentukan oleh kualitas, tetapi juga oleh branding, storytelling, dan pengalaman konsumen.

Hal tersebut berlaku pula pada sektor pertanian. Produk pangan yang unggul tidak cukup hanya diproduksi dengan baik, tetapi juga harus mampu membangun kepercayaan dan kedekatan dengan konsumen.

Dosen Agribisnis UMM, Festy Putri Ramadhani, S.P., M.P., menjelaskan bahwa kemampuan membangun merek menjadi salah satu kompetensi penting dalam dunia agribisnis modern.

“Konsumen tidak hanya membeli produk. Mereka membeli cerita, kepercayaan, dan pengalaman yang melekat pada produk tersebut,” katanya.

Karena itu, mahasiswa Agribisnis UMM tidak hanya mempelajari aspek produksi dan bisnis, tetapi juga strategi pemasaran, digital branding, komunikasi pemasaran, serta pengembangan nilai tambah produk pertanian.

Di era digital saat ini, keberhasilan sebuah produk pertanian sering kali ditentukan oleh bagaimana produk tersebut dipersepsikan oleh konsumen. Media sosial, platform e-commerce, hingga strategi pemasaran digital telah mengubah cara masyarakat memilih dan membeli produk pangan. Produk yang mampu menyampaikan identitas, kualitas, serta nilai yang dimilikinya secara menarik cenderung memiliki daya saing yang lebih tinggi dibandingkan produk yang hanya mengandalkan kualitas fisik semata. Karena itu, pemahaman mengenai perilaku konsumen dan strategi komunikasi menjadi keterampilan yang semakin penting dalam dunia agribisnis modern.

Melihat perkembangan tersebut, Agribisnis UMM mendorong mahasiswa untuk memiliki perspektif yang lebih luas tentang sektor pertanian. Pertanian tidak lagi hanya dipandang sebagai aktivitas produksi di lahan, tetapi juga sebagai industri yang membutuhkan kreativitas, inovasi, dan kemampuan membangun hubungan dengan pasar. Melalui pembelajaran yang mengintegrasikan bisnis, pemasaran, dan teknologi digital, mahasiswa dipersiapkan untuk menjadi generasi yang mampu menciptakan produk pertanian bernilai tinggi, memperkuat daya saing produk lokal, serta menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan konsumen masa kini.