Visitasi PPK Ormawa Tegaskan Dampak Nyata Inovasi Solarsonic IoT Guard bagi Pertanian Desa Ampeldento
Dalam rangka visitasi dan monitoring evaluasi Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mencatat capaian membanggakan. Kunjungan Asesor Belmawa Kemendikbudristek ke Desa Ampeldento, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, menjadi momentum penting yang menegaskan bahwa inovasi mahasiswa Agribisnis UMM mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pertanian desa.
Kegiatan visitasi ini tidak hanya bersifat formal, tetapi menjadi ajang verifikasi langsung terhadap dampak implementasi inovasi Solarsonic IoT Guard, alat smart farming berbasis energi surya yang dirancang untuk mengusir hama tikus dan burung melalui gelombang ultrasonik serta terintegrasi dengan sistem Internet of Things (IoT). Dosen pendamping, perangkat desa, dan kelompok tani turut mendampingi Asesor dalam proses peninjauan lapangan.
Sejak sesi presentasi dimulai, Asesor Belmawa menunjukkan ketertarikan pada konsep dan mekanisme kerja alat. Kombinasi energi surya, teknologi ultrasonik, dan sistem pemantauan berbasis IoT dinilai sebagai solusi relevan terhadap permasalahan hama yang selama ini memengaruhi produktivitas petani Ampeldento. Inovasi ini juga diapresiasi karena mengurangi penggunaan bahan kimia dan lebih ramah lingkungan.
Demonstrasi lapangan menjadi bagian paling krusial dari visitasi. Mahasiswa menunjukkan proses aktivasi alat, jangkauan gelombang ultrasonik, serta pengoperasian aplikasi pemantauan. Antusiasme petani dan perangkat desa terlihat dari partisipasi aktif mereka dalam memahami dan mencoba alat tersebut. Pada kesempatan itu, petani juga memberikan testimoni mengenai penurunan intensitas hama setelah penggunaan Solarsonic IoT Guard.
Menanggapi pemaparan dan hasil uji coba tersebut, Asesor Belmawa menyampaikan apresiasi yang menjadi sorotan utama kegiatan:
“Alat ini luar biasa dan sangat bermanfaat. Inovasi seperti ini bukan hanya layak dilanjutkan, tetapi harus dibawa ke daerah saya.”
Pernyataan tersebut mencerminkan pengakuan profesional bahwa inovasi mahasiswa UMM memiliki potensi replikasi, keberlanjutan, dan nilai guna tinggi bagi masyarakat luas. Asesor menegaskan bahwa inisiatif seperti ini selaras dengan tujuan PPK Ormawa dalam menghadirkan solusi tepat guna yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Selain memberikan manfaat bagi petani, kegiatan ini turut menjadi ruang pembelajaran strategis bagi mahasiswa. Mereka memperoleh pengalaman dalam menyampaikan inovasi kepada pemangku kepentingan, berdiskusi dengan masyarakat, menerima evaluasi ahli, serta membangun strategi keberlanjutan program. Nilai-nilai kepemimpinan, kolaborasi, dan kepekaan sosial menjadi bagian integral dari proses tersebut.
Visitasi diakhiri dengan penyusunan rencana tindak lanjut (RTL) bersama Asesor, perangkat desa, dan kelompok tani. Rekomendasi pengembangan diarahkan pada perluasan area uji coba serta peningkatan kapasitas alat agar dapat menjadi model inovasi mahasiswa tingkat nasional. Perangkat desa menyatakan kesiapan untuk melanjutkan kolaborasi dalam pengembangan program agribisnis berbasis teknologi.
Kegiatan ini menegaskan bahwa inovasi mahasiswa UMM, khususnya melalui Program Studi Agribisnis, mampu memberikan kontribusi konkret bagi pembangunan desa. Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tidak hanya bagi tim pelaksana, tetapi bagi seluruh keluarga besar UMM sebagai bukti bahwa inovasi yang tepat guna dapat mendorong perubahan dari tingkat desa hingga nasional.

