Agribisnis UMM Dorong Pemberdayaan Perempuan melalui Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga dan Pekarangan Produktif
MALANG – Isu keberlanjutan lingkungan dan ketahanan pangan kini tidak lagi hanya menjadi perhatian pemerintah maupun akademisi. Di tingkat rumah tangga, berbagai upaya sederhana dapat dilakukan untuk mendukung terciptanya pembangunan yang lebih berkelanjutan. Berangkat dari pemikiran tersebut, tim dosen Fakultas Pertanian-Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengajak para ibu rumah tangga di Desa Loandeng, Kabupaten Malang, untuk menjadi pelaku utama dalam penerapan konsep green economy melalui pemanfaatan limbah rumah tangga dan optimalisasi lahan pekarangan.
Program pemberdayaan masyarakat ini digagas oleh Nur Ocvanny Amir, SP., MP., bersama Fithri Mufriantie, SP., MP., dan Prof. Jabal Tarik Ibrahim. Kegiatan tersebut dirancang sebagai bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi yang menghubungkan keilmuan agribisnis dengan kebutuhan riil masyarakat desa. Melalui pendekatan partisipatif, para peserta tidak hanya menerima materi edukatif, tetapi juga memperoleh pengalaman praktik yang dapat diterapkan secara langsung di lingkungan rumah masing-masing.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai konsep ekonomi hijau yang menekankan efisiensi penggunaan sumber daya, pengurangan limbah, serta peningkatan nilai tambah melalui aktivitas yang ramah lingkungan. Salah satu materi yang menjadi fokus adalah pengelolaan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung budidaya tanaman pangan di pekarangan.
Menurut Nur Ocvanny Amir, rumah tangga memiliki posisi yang sangat strategis dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan. Sebagian besar limbah organik berasal dari aktivitas domestik sehari-hari sehingga pengelolaannya perlu dimulai dari lingkungan keluarga. Ketika masyarakat mampu mengolah limbah menjadi sumber daya yang bermanfaat, maka manfaat yang diperoleh tidak hanya dirasakan dari sisi lingkungan, tetapi juga ekonomi dan sosial.
“Perempuan memiliki peran penting sebagai pengambil keputusan dalam pengelolaan rumah tangga. Karena itu, peningkatan kapasitas perempuan menjadi salah satu kunci dalam membangun budaya ekonomi hijau yang berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan di rumah,” ujarnya.
Selain pengelolaan limbah, peserta juga mendapatkan pelatihan mengenai pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga. Lahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan didorong untuk ditanami berbagai komoditas hortikultura seperti cabai, tomat, sawi, bayam, dan tanaman bumbu dapur lainnya. Konsep ini tidak hanya bertujuan meningkatkan ketersediaan pangan keluarga, tetapi juga mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar rumah tangga.
Fithri Mufriantie menjelaskan bahwa pemanfaatan pekarangan merupakan salah satu strategi yang efektif dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan kualitas konsumsi rumah tangga. Dengan menanam sendiri kebutuhan pangan sehari-hari, masyarakat dapat memperoleh produk yang lebih segar, sehat, dan terjangkau.
“Pekarangan memiliki potensi yang sangat besar apabila dikelola dengan baik. Selain menghasilkan pangan untuk konsumsi keluarga, hasil panen yang berlebih juga dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi rumah tangga,” jelasnya.
Sementara itu, Prof. Jabal Tarik Ibrahim menekankan bahwa pembangunan berkelanjutan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa ilmu pengetahuan yang dikembangkan di kampus dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, berbagai program pengabdian masyarakat perlu terus diperkuat sebagai jembatan antara dunia akademik dan kebutuhan pembangunan di tingkat lokal.
Melalui program ini, Agribisnis UMM kembali menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat. Sebagai salah satu program studi yang terus mengembangkan pendekatan agribisnis berkelanjutan, Agribisnis UMM secara konsisten mendorong lahirnya berbagai model pemberdayaan yang mampu menjawab tantangan pangan, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan di Desa Loandeng menjadi bukti bahwa konsep green economy dapat diterapkan mulai dari lingkup terkecil, yaitu rumah tangga. Dari dapur hingga pekarangan, para perempuan desa menunjukkan bahwa upaya menjaga lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga dapat berjalan beriringan. Melalui langkah sederhana namun berkelanjutan, mereka tidak hanya menjadi pengelola rumah tangga, tetapi juga agen perubahan menuju masa depan yang lebih hijau dan produktif.
