Strategi Agribisnis UMM Ciptakan Ekosistem Kewirausahaan Berkelanjutan

Selama ini, pelaku usaha di Desa Jetis Mulyoagung bergerak secara individual. Produk dihasilkan, dijual secara offline, tanpa standar mutu terdokumentasi dan tanpa branding yang kuat. Akibatnya, daya saing rendah dan kapasitas penyerapan pasar terbatas.Melalui program Next-Gen Entrepreneurs, Agribisnis UMM menghadirkan intervensi berbasis ekosistem. Tidak hanya meningkatkan kemampuan produksi, tetapi juga membangun jejaring usaha yang terorganisir.

Target program ini jelas: minimal 25 jenis usaha tergabung dalam komunitas bisnis inovatif, memiliki pencatatan usaha sederhana berbasis digital, serta mampu memanfaatkan platform media sosial sebagai saluran distribusi dan komunikasi.Pendekatan partisipatif menjadi kunci keberhasilan. Teknologi yang diterapkan disesuaikan dengan ritme sosial masyarakat. Platform seperti Instagram dan TikTok dimanfaatkan sebagai kanal promosi, sementara sistem WhatsApp digunakan sebagai ruang pendampingan berkelanjutan.

Sebanyak 85 persen peserta mengalami perubahan persepsi media sosial tidak lagi dipandang sebagai hiburan semata, tetapi sebagai instrumen produktif. Langkah ini menegaskan keunggulan Agribisnis UMM dalam mengembangkan model pemberdayaan yang adaptif dan kontekstual. Keilmuan agribisnis tidak berhenti pada teori rantai nilai, tetapi diterjemahkan menjadi praktik pembangunan ekonomi lokal yang terukur dan berkelanjutan.