Kembangkan Ekowisata Sungai Kampung Iwak Berbasis Budidaya Koi dan Inovasi Agribisnis

Prestasi akademik sekaligus kontribusi nyata kepada masyarakat kembali ditorehkan oleh Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang. Melalui pendanaan Program BIMA dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, dosen Agribisnis UMM kembali dipercaya menjalankan program pengabdian masyarakat yang berfokus pada pengembangan ekowisata Sungai Kampung Iwak berbasis budidaya ikan koi di Kelurahan Kebonsari.

Program ini menjadi langkah strategis dalam mengintegrasikan potensi lokal dengan pendekatan inovasi agribisnis modern. Tidak hanya berorientasi pada pengembangan sektor perikanan, inisiatif tersebut juga diarahkan untuk menciptakan ekosistem ekonomi kreatif berbasis masyarakat yang berkelanjutan dan bernilai tambah tinggi.

Melalui pendekatan terpadu, tim dosen Agribisnis UMM mengembangkan konsep pengabdian yang mengombinasikan budidaya ikan koi, teknologi pakan terapung mandiri, serta penguatan potensi wisata lokal. Integrasi ketiga aspek tersebut membuka peluang baru bagi masyarakat dalam meningkatkan produktivitas ekonomi sekaligus memperkuat daya tarik kawasan sebagai destinasi ekowisata berbasis komunitas.

Pemanfaatan teknologi pakan terapung mandiri menjadi salah satu inovasi penting dalam program ini. Selain mampu meningkatkan efisiensi budidaya, teknologi tersebut juga membantu masyarakat mengurangi biaya produksi dan meningkatkan kualitas pengelolaan usaha perikanan. Di sisi lain, pengembangan kawasan Sungai Kampung Iwak sebagai ruang wisata edukatif diharapkan mampu menciptakan efek multiplikasi ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Keterlibatan dosen Agribisnis UMM dalam program ini menunjukkan komitmen kuat institusi dalam mengembangkan potensi lokal melalui pendekatan akademik yang aplikatif dan solutif. Bagi Agribisnis UMM, pengabdian masyarakat bukan sekadar implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, melainkan bagian dari upaya membangun transformasi sosial berbasis inovasi dan pemberdayaan masyarakat.

Program ini sekaligus mempertegas posisi Agribisnis UMM sebagai program studi yang unggul dalam pengembangan agribisnis modern berbasis keberlanjutan. Dengan mengedepankan kolaborasi, inovasi, dan penguatan ekonomi lokal, Agribisnis UMM terus menghadirkan kontribusi nyata dalam menciptakan masyarakat yang adaptif, produktif, dan berdaya saing.

Ke depan, pengembangan ekowisata Sungai Kampung Iwak diharapkan mampu menjadi model pengembangan kawasan berbasis agribisnis kreatif yang dapat direplikasi di berbagai daerah lain. Langkah ini menjadi bukti bahwa Agribisnis UMM tidak hanya mencetak lulusan berkualitas, tetapi juga aktif menjadi motor penggerak inovasi pembangunan masyarakat Indonesia.