Dosen Agribisnis UMM Kenalkan Transformasi Limbah Rumah Tangga Menjadi Nilai Ekonomi dan Ekologis

MALANG – Dalam beberapa tahun terakhir, paradigma pengelolaan limbah rumah tangga mengalami pergeseran signifikan seiring meningkatnya kesadaran terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan. Limbah yang sebelumnya dianggap sebagai residu yang tidak memiliki nilai guna, kini mulai diposisikan sebagai bagian dari siklus ekonomi yang dapat dimanfaatkan kembali melalui pendekatan ekonomi sirkular.

Konsep tersebut menjadi landasan utama dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh tim dosen Fakultas Pertanian-Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Desa Loandeng, Kabupaten Malang. Program ini digagas oleh Nur Ocvanny Amir, SP., MP., bersama Fithri Mufriantie, SP., MP., dan Prof. Jabal Tarik Ibrahim sebagai upaya memperkuat implementasi ilmu agribisnis dalam konteks pembangunan berkelanjutan di tingkat rumah tangga.

Dalam kegiatan ini, masyarakat tidak hanya dikenalkan pada konsep ekonomi sirkular secara konseptual, tetapi juga diarahkan untuk memahami mekanisme penerapannya dalam aktivitas sehari-hari. Limbah dapur seperti sisa sayuran, kulit buah, dan bahan organik lainnya diproses menjadi pupuk organik yang kemudian dimanfaatkan kembali untuk mendukung budidaya tanaman pekarangan.

Proses pendampingan dilakukan secara bertahap dan partisipatif, dimulai dari edukasi dasar mengenai pemilahan limbah, praktik pengolahan, hingga penerapan hasilnya dalam sistem produksi pangan rumah tangga. Pendekatan ini dipilih agar masyarakat dapat memahami tidak hanya “apa” yang dilakukan, tetapi juga “mengapa” dan “bagaimana” konsep tersebut bekerja dalam konteks kehidupan sehari-hari.

Menurut Nur Ocvanny Amir, tantangan utama dalam penerapan ekonomi sirkular bukan terletak pada ketersediaan teknologi, melainkan pada perubahan pola pikir masyarakat. Limbah perlu dipahami sebagai bagian dari sistem produksi yang memiliki potensi ekonomi dan ekologis, bukan sekadar beban yang harus dibuang.

Lebih lanjut, penerapan ekonomi sirkular di tingkat rumah tangga memberikan dampak yang bersifat multidimensional. Selain menurunkan volume sampah organik, praktik ini juga mampu meningkatkan efisiensi biaya rumah tangga serta mendorong kemandirian pangan melalui pemanfaatan hasil olahan sebagai input pertanian skala kecil.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat posisi Agribisnis UMM sebagai institusi pendidikan tinggi yang konsisten mengembangkan model pemberdayaan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan, dengan orientasi pada keberlanjutan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan keluarga.