Implementasi Inovasi Solarsonic IoT Guard

Senin, 29 September 2025, Tim Pengabdian Pada Masyarakat (PPK) dari Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat yang bertempat di Desa Ampeldento, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari komitmen mahasiswa untuk berkontribusi dalam pengembangan sektor pertanian di wilayah tersebut melalui penerapan program PPK Ormawa yang berfokus pada inovasi teknologi dan peningkatan kapasitas kelembagaan pertanian lokal.

Kegiatan yang digelar dalam rangkaian program PPK Ormawa ini memiliki tujuan utama untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas pertanian di Desa Ampeldento. Program ini secara khusus mendukung penerapan teknologi pertanian modern yang berbasis konsep Smart Farming 5.0, sebuah pendekatan pertanian presisi yang mengintegrasikan Internet of Things (IoT), sumber energi terbarukan, dan analisis data untuk mengoptimalkan hasil pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Inovasi yang diusung oleh tim PPK Ormawa HMPS Agribisnis dalam kegiatan ini adalah “Solarsonic IoT Guard,” sebuah sistem pengusir hama yang berbasis tenaga surya dan sensor IoT. Sistem ini dirancang untuk mengatasi permasalahan gangguan hama tikus dan burung yang selama ini menjadi salah satu kendala serius bagi para petani di daerah tersebut.

Tim telah melaksanakan uji coba alat Solarsonic IoT Guard di lahan sawah Desa Ampeldento. Uji coba ini bertujuan untuk mengukur efektivitas alat dalam mengusir hama tikus dan burung, sekaligus mengumpulkan data lapangan yang akan digunakan sebagai bahan pengembangan lebih lanjut. Pelaksanaan uji coba ini menjadi langkah strategis untuk memastikan bahwa inovasi teknologi ini tidak hanya efektif secara teori, tetapi juga mampu berfungsi optimal dalam kondisi riil di lapangan.

Dalam pelaksanaannya, Solarsonic IoT Guard memanfaatkan energi matahari sebagai sumber daya utama sehingga menjadikan alat ini ramah lingkungan dan dapat beroperasi secara mandiri tanpa ketergantungan pada sumber listrik konvensional. Sensor IoT yang terpasang memungkinkan sistem untuk mendeteksi keberadaan hama secara real-time dan secara otomatis mengaktifkan mekanisme pengusiran. Dengan demikian, metode pengendalian hama ini tidak hanya efisien tetapi juga inovatif, mengurangi penggunaan pestisida kimia yang dapat berdampak negatif pada lingkungan serta kesehatan petani.

Tim PPK Ormawa HMPS Agribisnis secara aktif melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada para petani setempat tentang cara penggunaan dan pemeliharaan teknologi ini agar dapat dioperasikan dengan maksimal dan berkelanjutan. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas kelembagaan petani desa dalam mengadopsi teknologi pertanian modern, meningkatkan produktivitas hasil pertanian, sekaligus mengurangi kerugian akibat gangguan hama. Kegiatan ini juga menjadi media mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi mereka dalam bidang agribisnis sekaligus berperan langsung dalam pemberdayaan masyarakat.

Melalui pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini, Tim PPK Ormawa HMPS Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang berharap dapat memberikan kontribusi positif yang signifikan bagi para petani di Desa Ampeldento. Integrasi teknologi cerdas ke dalam praktik pertanian di tingkat petani tidak hanya membuka peluang peningkatan hasil produksi tetapi juga mendorong terciptanya pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan. Keberhasilan program ini diharapkan menjadi model yang dapat direplikasi di wilayah lain, mendukung pengembangan pertanian modern berbasis teknologi dan memberdayakan komunitas petani secara menyeluruh.