Berbagi Sayur Segar Menjadi Cara Kreatif Mengenalkan Pentingnya Konsumsi Pangan Sehat
Malang – Tradisi berbagi takjil menjelang waktu berbuka puasa telah menjadi pemandangan yang lazim selama bulan Ramadan. Namun di tengah dominasi makanan dan minuman manis dalam kegiatan tersebut, Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan pendekatan berbeda dengan membagikan paket sayuran segar kepada masyarakat.
Kegiatan ini tidak hanya dimaknai sebagai aksi sosial berbagi kepada sesama, tetapi juga sebagai sarana edukasi pangan sehat. Melalui pembagian sayuran, Agribisnis UMM ingin mengingatkan masyarakat akan pentingnya konsumsi sayur sebagai bagian dari pola makan yang seimbang, terutama setelah menjalani puasa seharian.
Sayuran yang dibagikan merupakan komoditas hortikultura yang umum dikonsumsi masyarakat sehari-hari dan mudah diolah menjadi berbagai menu berbuka maupun sahur. Langkah ini sekaligus menjadi pesan bahwa takjil tidak selalu identik dengan makanan tinggi gula, tetapi juga dapat berupa bahan pangan yang lebih bergizi.
Respons masyarakat terhadap kegiatan ini pun sangat positif. Banyak warga mengaku senang karena mendapatkan bahan pangan yang dapat langsung dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga.
“Jarang sekali ada takjil berupa sayuran. Ini sangat bermanfaat karena bisa dimasak untuk keluarga,” ungkap salah seorang warga penerima paket sayur.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi pangan tidak selalu harus dilakukan melalui seminar atau forum akademik, tetapi juga dapat diwujudkan melalui aksi sederhana yang menyentuh masyarakat secara langsung.
Sebagai program studi yang fokus pada pengembangan sektor pertanian dan pangan, Agribisnis UMM terus mendorong literasi konsumsi pangan sehat kepada masyarakat. Pendekatan ini menjadi bagian dari kontribusi akademik dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pangan bergizi dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan berbagi sayuran ini, Agribisnis UMM kembali menunjukkan bahwa ilmu agribisnis tidak hanya berkembang di ruang kelas, tetapi juga hadir secara nyata di tengah masyarakat.
