Belajar Budaya, Bahasa, serta Bisnis Melalui Summer Camp Chinese Kolaborasi Antara Universitas Muhammadiyah Malang dan Guangxi Normal University

30 September 2024 – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang tengah melakukan kegiatan Summer Camp yang berlangsung di Guangxi Normal University, Kota Guilin, China. Kegiatan ini tidak hanya dihadiri oleh UMM saja melainkan ada kampus lain diantaranya Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang dan Sekolah Bina Budi Mulia. Kegiatan Summer Camp ini berlangsung selama 14 hari sedari tanggal 17 Agustus sampai dengan 31 Agustus 2024. Kegiatan Summer Camp ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mempelajari budaya, bahasa china, keterampilan berbisnis, makanan khas china dll, serta untuk mempererat tali persaudaraan antara china dan Indonesia. Universitas Muhammadiyah Malang mengirimkan 2 Mahasiswa terbaiknya Laila Noviyanti Sitepu dan Anggun Maysyarah V.U. berasal dari Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian Peternakan. Para peserta Summer Camp juga di didampingi langsung oleh dosen pembimbing Dr. Masuduki,. M.Pd. Selain itu, kegiatan ini berlangsung di 2 kota berbeda pertama di Kota Guilin selama 7 Hari dan kedua di Kota Nanning selama 8 hari. Kegiatan pertama yaitu pembukaan Summer Camp yang berada di Guangxi Normal University. Dan dilanjutkan dengan kelas bahasa mandarin dasar, kuliah tentang teori ECommerce dimana pada pembelajaran ini kami mengetahui jika penjualan secara online di china sangat menguntungkan dan mereka juga memperhatikan dan terus mengupdate teknik-teknik pengambilan foto atau video yang berkualitas tinggi. Mereka juga diajarkan untuk menghias kipas dimana kipas merupakan salah satu budaya china yang melambangkan kekuasaan. Selain itu kami juga mengunjungi budaya-budaya china mulai dari jingjiang prince’s palace,taman xiangshan,osmanthus commune,dongligucun scenic area, museum prasasti guihai, juga bermain permainan etnik menyenangkan. Kota nanning pada kota kedua ini banyak mempelajari tentang seni budaya china seperti membuat simpul kesenian Tiongkok, budaya pengobatan Tiongkok,budaya rakyat Guangxi shi jiu. Dan untuk pembelajaran teori diajarkan teori E-commerce lintas batas. Kegiatan ini sangat berkesan bagi kedua peserta berprestasi dari Agribisnis UMM tersebut. Selain karena ini pertama kali ke china, juga bisa mendapatkan kenangan-kenangan yang tidak terlupakan semua hal baru yang dirasakan mulai dari proses keberangkatan hingga akhirnya kembali ke Indonesia. Dimana kedua kota yang berbeda kota guilin dengan pemandangan alamnya yang mempesona, sedangkan kota nanning dengan kemajuan teknologi yang mereka miliki. Keduanya merupakan perpaduan kota yang cocok untuk mengetahui bagaimana budaya juga teknologi china saling melengkapi.
Petualangan Tak Terlupakan! Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang Terjun Langsung ke Jantung Budaya dan Bisnis China

Guilin, China – Dalam rangka mempererat hubungan antara Indonesia dan China, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama beberapa universitas ternama di Jawa Timur, termasuk Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Malang, serta Sekolah Bina Budi Mulia, mengadakan kegiatan Summer Camp di Guangxi Normal University. Program ini berlangsung selama 14 hari, dimulai dari 17 Agustus hingga 31 Agustus 2024, dan bertujuan untuk memperkenalkan serta mempelajari budaya, bahasa, dan keterampilan bisnis di China. UMM mengirimkan dua mahasiswi terbaiknya, Laila Noviyanti Sitepu dan Anggun Maysyarah V.U., keduanya dari Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian Peternakan, untuk mengikuti program ini. Mereka didampingi oleh dosen pembimbing, Dr. Masduki, M.Pd. Kegiatan ini dilaksanakan di dua kota, Guilin dan Nanning, yang terkenal dengan keindahan alam dan kemajuan teknologinya. UMM Bawa Mahasiswa Merasakan Pengalaman Eksklusif 14 Hari di Guilin dan Nanning, China! Pada hari pertama, acara dibuka di Guangxi Normal University dengan berbagai kegiatan menarik, seperti kelas bahasa Mandarin dasar, kuliah teori e-commerce, dan pelatihan menghias kipas—simbol kekuasaan dalam budaya China. Para peserta juga berkesempatan mengunjungi berbagai situs budaya, seperti Jingjiang Prince’s Palace, Taman Xiangshan, dan Museum Prasasti Guihai. Selanjutnya, di kota Nanning, peserta memperdalam pemahaman mereka tentang seni budaya China, termasuk pembuatan simpul seni Tiongkok dan budaya pengobatan tradisional. Mereka juga mendapatkan wawasan tentang e-commerce lintas batas, yang menjadi salah satu kekuatan ekonomi China saat ini. “Pengalaman ini sangat berkesan bagi kami, karena selain menjadi kunjungan pertama kami ke China, kami juga mendapatkan kenangan tak terlupakan. Kota Guilin dengan pemandangan alamnya yang menakjubkan dan Kota Nanning dengan kemajuan teknologinya, memberi kami pemahaman tentang bagaimana budaya dan teknologi di China saling melengkapi,” ujar Laila dan Anggun serempak. Kegiatan Summer Camp ini ditutup dengan suasana penuh keakraban, di mana para peserta membawa pulang kenangan dan ilmu yang akan mereka aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan masa depan mereka sebagai generasi penerus bangsa.