“Kolaborasi Kreatif HIMAGRI: Aksi Nyata untuk Lingkungan dan Generasi Muda”

Sumberejo, 31 Mei 2025 — Semangat perubahan dan dedikasi nyata terpancar dalam penutupan program “Kolaborasi Kreatif”, sebuah inisiatif luar biasa dari Himpunan Mahasiswa Agribisnis (HIMAGRI) Universitas Muhammadiyah Malang yang berkolaborasi erat dengan Forum Anak Kuas Sumberejo. Selama lebih dari tiga bulan, sejak 15 Februari hingga 31 Mei 2025, mahasiswa turun langsung ke Desa Sumberejo, menyalurkan ilmu, kreativitas, dan kepedulian dalam bentuk pengabdian masyarakat yang berdampak nyata. Mengusung dua kegiatan utama, yakni ecobrick dan ecoprint, program ini tidak hanya memberi solusi terhadap persoalan lingkungan, tetapi juga menanamkan nilai keberlanjutan dan kreativitas kepada generasi muda desa. Ecobrick menjadi simbol perlawanan terhadap limbah plastik, sementara ecoprint menghidupkan kembali seni ramah lingkungan dengan sentuhan lokal yang membumi. “Kami sangat bersyukur dan bangga bisa bekerja sama dengan mahasiswa HIMAGRI. Program ini bukan hanya menambah wawasan anak-anak di sini, tapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan. Harapannya, kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain,” ujar Farid, Ketua Forum Anak Kuas Sumberejo. Lebih dari sekadar kegiatan rutin, “Kolaborasi Kreatif” adalah panggilan nurani para mahasiswa untuk bertindak sebagai agen perubahan—bukan hanya di bangku kuliah, tetapi juga di tengah masyarakat. Mahasiswa HIMAGRI menunjukkan bahwa dunia kampus dan dunia nyata tidak terpisah, melainkan saling menguatkan. Penutupan program yang berlangsung hangat dan penuh semangat ini dihadiri oleh peserta, warga, serta mitra lokal yang selama ini mendukung dengan antusias. Momen ini menjadi tonggak keberhasilan sinergi antara ilmu akademik dan kearifan lokal dalam membangun perubahan yang inklusif dan berkelanjutan. Dalam dunia yang semakin terdigitalisasi dan dituntut untuk berpikir global, aksi-aksi seperti ini menjadi sangat relevan. Kolaborasi mahasiswa dan masyarakat desa adalah cermin harapan baru bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah-langkah kecil dan penuh cinta di desa-desa Indonesia. Program “Kolaborasi Kreatif” bukan hanya berakhir hari ini, tapi meninggalkan jejak inspiratif dan motivasi kuat bagi semua pihak—bahwa masa depan berkelanjutan dimulai dari mereka yang berani bergerak, berkolaborasi, dan bermimpi untuk bumi yang lebih baik. – MKR Dari Desa Sumberejo, gema semangat global dimulai

Mahasiswa Agribisnis UMM Raih Pendanaan Program PPK Ormawa, Kembangkan Desa Wirausaha Olahan Jeruk di Sumbersekar

Malang, 21 November 2024 – Mahasiswa Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam organisasi HMPS Agribisnis kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Mereka berhasil lolos pendanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dengan judul program “Desa Sumber Sekar Sebagai Desa Wirausaha Berbasis Olahan Jeruk untuk Meningkatkan Perekonomian Masyarakat”. Program ini didampingi oleh dosen pembimbing Ary Bakhtiar dan Festy Putri, yang turut berperan penting dalam mendukung mahasiswa melalui tahap perencanaan hingga pelaksanaan. Dengan lolosnya program ini, HMPS Agribisnis UMM berhasil bersaing dengan perguruan tinggi lain di seluruh Indonesia, menegaskan keunggulan dan kreativitas mahasiswa Agribisnis UMM dalam menginisiasi program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat melalui inovasi olahan berbasis jeruk, salah satu komoditas unggulan desa tersebut. Program ini bertujuan untuk menciptakan desa wirausaha yang berdaya saing tinggi, sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat lokal secara berkelanjutan. Dalam sambutannya, Ary Bakhtiar menyampaikan rasa bangga atas kerja keras mahasiswa yang tergabung dalam HMPS Agribisnis. “Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya belajar secara akademik, tetapi juga terjun langsung mengembangkan masyarakat dengan pendekatan inovatif. Ini adalah langkah nyata untuk menciptakan perubahan positif,” ujarnya. Festy Putri menambahkan bahwa program ini juga membuka peluang kolaborasi antara akademisi, pemerintah desa, dan pelaku usaha lokal. “Kami berharap Desa Sumbersekar dapat menjadi model desa wirausaha yang dapat direplikasi di tempat lain, dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada,” katanya. Program ini disambut antusias oleh masyarakat Desa Sumbersekar, yang merasa terbantu dengan pelatihan dan pendampingan yang diberikan. Selain itu, program ini juga membuka peluang pasar baru untuk produk olahan jeruk, baik di tingkat lokal maupun nasional. Dengan keberhasilan ini, HMPS Agribisnis UMM menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak perubahan melalui program yang berbasis pemberdayaan masyarakat. Universitas Muhammadiyah Malang terus berkomitmen mendukung program-program unggulan mahasiswa yang memberikan dampak positif bagi masyarakat luas