Mahasiswa Agribisnis UMM Ikuti Summer School 2025 di Silpakorn University, Thailand

Silpakorn University, Thailand – 23 Juni 2025 Sebanyak 57 mahasiswa dari 15 universitas yang berasal dari 17 negara turut berpartisipasi, termasuk Korea Selatan, Kamboja, Filipina, Tiongkok, Myanmar, Taiwan, Indonesia, dan Malaysia secara resmi mengikuti program Summer School 2025 yang diselenggarakan oleh Silpakorn University, Thailand. Program ini merupakan bagian dari agenda internasionalisasi pendidikan tinggi yang bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan wawasan global, keterampilan lintas budaya, dan pengalaman akademik internasional. Indonesia turut ambil bagian dalam forum bergengsi ini dengan mengirimkan perwakilan dari sejumlah perguruan tinggi, salah satunya adalah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dalam program ini, UMM diwakili oleh mahasiswa dari Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian dan Peternakan, yang berkesempatan menjadi bagian dari delegasi Indonesia di tingkat internasional. Selama satu minggu penuh, para peserta menjalani rangkaian kegiatan intensif yang mencakup kuliah tematik, workshop kolaboratif, kunjungan lapangan ke institusi lokal di Thailand, serta sesi pertukaran budaya antarnegara. Kegiatan ini tidak hanya menitikberatkan pada aspek akademik, tetapi juga memberikan ruang yang luas bagi interaksi multikultural dan penguatan jejaring antar mahasiswa internasional. Partisipasi mahasiswa Agribisnis UMM menjadi bukti nyata komitmen universitas dalam mencetak lulusan yang memiliki daya saing global. Melalui keikutsertaan ini, mahasiswa diharapkan dapat memperluas cakrawala keilmuan serta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai praktik agribisnis berkelanjutan, inovasi teknologi pertanian, serta tantangan global dalam sektor pangan. “Mengikuti Summer School ini adalah pengalaman yang sangat membuka wawasan. Saya belajar bagaimana agribisnis diterapkan di negara lain, serta mendapatkan perspektif baru tentang keberlanjutan dan inovasi di bidang pertanian.” — Maulida Kartika Rahmah, Mahasiswa Agribisnis UMM, Delegasi Indonesia di Summer School 2025. Keterlibatan dalam program ini juga menjadi momentum strategis bagi UMM dalam memperkuat kerja sama internasional serta memperluas eksistensi dan kontribusinya di tingkat global. Interaksi langsung dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang budaya dan sistem pendidikan menjadi bekal berharga dalam menghadapi tantangan dunia kerja dan pengembangan agribisnis ke depan. Summer School 2025 menjadi gambaran nyata bahwa pendidikan tinggi saat ini telah melampaui batas ruang kelas konvensional, dan berkembang menjadi wadah pertukaran pengetahuan serta pemahaman antarbangsa. Program ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang unggul secara akademik, terbuka terhadap keberagaman, serta siap menjadi agen perubahan di komunitas masing-masing.

Petualangan Tak Terlupakan! Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang Terjun Langsung ke Jantung Budaya dan Bisnis China

Guilin, China – Dalam rangka mempererat hubungan antara Indonesia dan China, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama beberapa universitas ternama di Jawa Timur, termasuk Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Malang, serta Sekolah Bina Budi Mulia, mengadakan kegiatan Summer Camp di Guangxi Normal University. Program ini berlangsung selama 14 hari, dimulai dari 17 Agustus hingga 31 Agustus 2024, dan bertujuan untuk memperkenalkan serta mempelajari budaya, bahasa, dan keterampilan bisnis di China. UMM mengirimkan dua mahasiswi terbaiknya, Laila Noviyanti Sitepu dan Anggun Maysyarah V.U., keduanya dari Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian Peternakan, untuk mengikuti program ini. Mereka didampingi oleh dosen pembimbing, Dr. Masduki, M.Pd. Kegiatan ini dilaksanakan di dua kota, Guilin dan Nanning, yang terkenal dengan keindahan alam dan kemajuan teknologinya. UMM Bawa Mahasiswa Merasakan Pengalaman Eksklusif 14 Hari di Guilin dan Nanning, China! Pada hari pertama, acara dibuka di Guangxi Normal University dengan berbagai kegiatan menarik, seperti kelas bahasa Mandarin dasar, kuliah teori e-commerce, dan pelatihan menghias kipas—simbol kekuasaan dalam budaya China. Para peserta juga berkesempatan mengunjungi berbagai situs budaya, seperti Jingjiang Prince’s Palace, Taman Xiangshan, dan Museum Prasasti Guihai. Selanjutnya, di kota Nanning, peserta memperdalam pemahaman mereka tentang seni budaya China, termasuk pembuatan simpul seni Tiongkok dan budaya pengobatan tradisional. Mereka juga mendapatkan wawasan tentang e-commerce lintas batas, yang menjadi salah satu kekuatan ekonomi China saat ini. “Pengalaman ini sangat berkesan bagi kami, karena selain menjadi kunjungan pertama kami ke China, kami juga mendapatkan kenangan tak terlupakan. Kota Guilin dengan pemandangan alamnya yang menakjubkan dan Kota Nanning dengan kemajuan teknologinya, memberi kami pemahaman tentang bagaimana budaya dan teknologi di China saling melengkapi,” ujar Laila dan Anggun serempak. Kegiatan Summer Camp ini ditutup dengan suasana penuh keakraban, di mana para peserta membawa pulang kenangan dan ilmu yang akan mereka aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan masa depan mereka sebagai generasi penerus bangsa.

Agribisnis UMM Sebagai Partisipan Kegiatan Akademik Program Summer School Silpakorn University 2024

Mahasiswa Agribisnis dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) baru saja menyelesaikan rangkaian kegiatan Summer School di Silpakorn University, Thailand, yang berlangsung dengan penuh antusiasme dan berbagai pengalaman berharga. Program ini berlangsung selama lima hari dengan berbagai kegiatan yang dirancang untuk memperkenalkan para peserta kepada budaya Thailand, sekaligus memperluas wawasan mereka dalam bidang agribisnis.   Pada hari pertama, kegiatan dibuka dengan Opening Ceremony dan Program Orientation yang diikuti oleh seluruh peserta. Setelah sesi pembukaan, para mahasiswa diajak untuk menikmati makan siang bersama dengan para buddy—mahasiswa lokal yang bertugas mendampingi mereka selama program berlangsung. Di sore harinya, mulai pukul 14.00 hingga 18.00, para peserta mengikuti Cultural Exchange Activities, di mana mereka berkesempatan untuk bertemu dan berinteraksi dengan teman-teman baru dari berbagai negara, termasuk Taiwan, Jepang, Malaysia, China, Korea Selatan, dan Thailand.    Hari kedua dimulai dengan pengalaman unik. Para buddy menjemput mahasiswa di dormitory dan bersama-sama menaiki Electric Tram untuk mengunjungi beberapa lokasi penting seperti Aquaculture Farm, Goat Farm, Khok Nong Na Model, dan Green Shop. Di Goat Farm, peserta diajak untuk berinteraksi langsung dengan hewan ternak, sebuah pengalaman yang jarang mereka dapatkan di dalam ruang kelas. Setelahnya, mereka mengunjungi beberapa gedung di kampus Silpakorn University, diikuti dengan makan siang yang dilengkapi dengan dessert khas Thailand.   Pada hari ketiga, kegiatan berlanjut di laboratorium kampus, di mana para mahasiswa melakukan berbagai eksperimen dan penelitian terkait agribisnis.   Hari keempat, peserta diajak mengunjungi beberapa destinasi wisata terkenal seperti Huahin Beach, Pran Buri Forest Park, Rajabhakti Park, dan Huay Mongkol Temple. Di Huahin Beach, mereka melepas beberapa kepiting dan hewan laut lainnya ke alam bebas, sebagai bagian dari program pelestarian lingkungan. Setelah itu, mereka menikmati suasana pantai yang indah dan mengakhiri hari dengan berbelanja di Market Village Department Store.   Pada hari terakhir, peserta mengikuti kegiatan agribisnis yang sangat menarik, di mana mereka diajarkan cara membuat mango sticky rice dan minuman khas Thailand. Program ini menekankan pada bagaimana mengelola bahan baku dengan harga terjangkau namun tetap berkualitas, serta kreativitas dalam menampilkan produk agar lebih menarik di pasar. Setelah sesi ini, peserta diberi waktu istirahat sebelum acara Closing Ceremony yang diadakan pada pukul 13.00. Upacara penutupan ini diisi dengan pembagian sertifikat dan sesi kesan pesan dari para peserta mengenai pengalaman mereka selama program Summer School.   Kegiatan Summer School diakhiri dengan Farewell Party, sebuah acara perpisahan yang hangat dan penuh kenangan, di mana para peserta menikmati makan malam bersama untuk terakhir kalinya sebelum kembali ke negara masing-masing.   Program Summer School ini tidak hanya memberikan pengalaman akademik yang berharga, tetapi juga mempererat persahabatan antar negara dan memperluas wawasan mahasiswa dalam bidang agribisnis dan budaya internasional.