Agribisnis UMM soroti peran buruh pertanian sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional
Peringatan Hari Buruh 2026 menjadi momen refleksi tentang kontribusi pekerja dalam pembangunan bangsa. Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menekankan peran buruh pertanian sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional.
Sektor agribisnis menyerap jutaan tenaga kerja, mulai dari produksi hingga distribusi hasil pertanian. Kesejahteraan pekerja menjadi indikator penting keberlanjutan sistem pangan. Produktivitas yang tinggi akan tercapai jika pekerja memperoleh kondisi kerja layak, perlindungan, dan kesempatan meningkatkan kompetensi.
Mahasiswa Agribisnis UMM diajak memahami bahwa pembangunan agribisnis tidak hanya berbicara tentang keuntungan ekonomi. Keadilan sosial, kesejahteraan pekerja, dan keberlanjutan lingkungan menjadi bagian integral dari sistem agribisnis. Pendekatan ini membantu lulusan siap menghadapi tantangan sektor pangan yang dinamis, termasuk perubahan teknologi, mekanisasi pertanian, dan tren pasar global.
Melalui program akademik, penelitian terapan, dan kolaborasi industri, UMM berkomitmen membentuk generasi profesional yang kompeten dan adaptif. Mahasiswa belajar melihat rantai agribisnis secara menyeluruh, memahami interaksi antara produksi, distribusi, konsumsi, serta kebijakan publik yang memengaruhi pekerja dan masyarakat.
Hari Buruh 2026 menjadi pengingat bahwa kesejahteraan bangsa tumbuh dari kualitas manusianya. Dengan menekankan kesejahteraan pekerja di sektor pangan, Agribisnis UMM menegaskan perannya dalam membangun sistem agribisnis yang produktif, adil, dan berkelanjutan, sekaligus menyiapkan lulusan yang siap berkontribusi bagi masa depan Indonesia.

