Malang, 12 Desember 2024 – Workshop peninjauan kurikulum Output Based Education (OBE) digelar Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Selasa (10/12) di Kapal Garden Hotel, Sengkaling. Workshop ini menjadi momentum penting dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran di tengah era digital.

Dr. Dyah Worowirastri Ekowati, M.Pd. dalam paparannya menjelaskan bahwa kurikulum OBE merupakan sistem pendidikan yang menekankan pada hasil konkret pembelajaran. “Setiap mata kuliah harus memiliki output yang jelas. Mahasiswa harus mampu menghasilkan sesuatu dari mata kuliah yang mereka program,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dr. Dyah memaparkan bahwa perguruan tinggi memiliki indikator kinerja utama yang harus dipatuhi, termasuk ketentuan minimal 50% perkuliahan harus menghasilkan produk dari proyek. “Setiap lima tahun, generasi mahasiswa berubah dengan kebutuhan yang berbeda. Lima tahun lalu belum ada TikTok, sekarang media sosial sudah menjadi bagian integral dari pembelajaran,” ungkap Dr. Dyah. Ia menambahkan bahwa gaya belajar mahasiswa juga telah berkembang, tidak hanya sekadar visual, audio, dan kinestetik, tetapi juga mencakup kemampuan membaca dan menulis yang lebih kompleks.

Dalam menghadapi era digital, Dr. Dyah menekankan pentingnya integrasi teknologi AI dalam pembelajaran. “Kita harus berdampingan dengan AI. Mahasiswa sudah menggunakan ChatGPT dalam pembelajaran mereka. Yang penting adalah bagaimana mengembangkan aspek sikap dan keterampilan yang sulit digantikan AI,” terangnya.

Workshop ini merupakan bagian dari program pendampingan berkelanjutan yang akan dilanjutkan pada semester mendatang. “Semester depan kita masih akan melakukan pendampingan peninjauan kurikulum karena mata kuliahnya berbeda dan koordinatornya juga berbeda,” jelas Dr. Dyah.

Melalui workshop ini, diharapkan para dosen dapat terus meningkatkan kompetensi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi sambil tetap mempertahankan kualitas pembelajaran yang berfokus pada pengembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan mahasiswa secara komprehensif.