Agribisnis UMM Jadi Rujukan Internasional

Yudharta Pasuruan Lakukan Benchmarking untuk Persiapan Akreditasi INTERNASIONAL KOTA MALANG – Upaya Universitas Yudharta Pasuruan untuk meningkatkan kualitas pendidikan ke level internasional semakin serius. Dalam rangka persiapan akreditasi global melalui lembaga FIBAA (Foundation for International Business Administration Accreditation) atau ASIIN (Akkreditierungsagentur für Studiengänge der Ingenieurwissenschaften), Universitas Yudharta Pasuruan melakukan benchmarking intensif ke Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Selasa (25/11). Kunjungan ini bukan semata agenda rutin antar-prodi, melainkan langkah strategis untuk mempelajari bagaimana Agribisnis UMM berhasil membangun tata kelola akademik, kualitas kurikulum, sistem penjaminan mutu, dan ekosistem pembelajaran yang memenuhi standar internasional. Agribisnis UMM selama ini dikenal sebagai salah satu prodi dengan capaian pembelajaran paling adaptif dan modern di kawasan Jawa Timur, serta menjadi rujukan nasional dalam inovasi pendidikan agribisnis. Tim dari Yudharta Pasuruan diterima oleh jajaran pimpinan strategis Agribisnis UMM: M. Zul Mawan – Kaprodi Agribisnis UMM Ganjar Adhiwirawan – Wakil Dekan II FPP UMM Yohana Agustina – Sekretaris Prodi Anas Tain – Kepala Laboratorium Agribisnis Festy Putri – Humas Agribisnis UMM Nur Ocvanny – PIC COE Kelas Profesional Ekspor   Dalam diskusi utama, Kaprodi M. Zul Mawan memaparkan bagaimana Agribisnis UMM membangun sistem kurikulum berbasis OBE (Outcome-Based Education), melengkapi dokumen kinerja yang terukur, serta menerapkan praktik perbaikan berkelanjutan—ketiga aspek ini merupakan fondasi penting dalam instrumen penilaian FIBAA maupun ASIIN. Ganjar Adhiwirawan menambahkan perspektif kelembagaan, mulai dari dukungan anggaran, kebijakan fakultas dalam peningkatan kualitas dosen, hingga penataan infrastruktur akademik yang sesuai standar internasional. Keterlibatan fakultas sebagai pengambil kebijakan strategis dipandang penting dalam proses reakreditasi maupun akreditasi internasional. Sementara itu, Sekretaris Prodi Yohana Agustina memberikan gambaran mengenai manajemen dokumen, standar layanan mahasiswa, serta sistem monitoring evaluasi yang digunakan untuk menjawab tuntutan akreditasi global. Sistem ini memastikan bahwa seluruh proses akademik berjalan transparan, terdokumentasi, dan selaras dengan standar Eropa yang digunakan FIBAA atau ASIIN. Pada sesi berikutnya, Anas Tain menjelaskan bagaimana Laboratorium Agribisnis UMM berbasis Teaching Factory menjadi salah satu keunggulan prodi dalam implementasi applied learning. Pendekatan ini sangat relevan dengan standar internasional yang menekankan kesiapan industri dan kompetensi praktis mahasiswa. Festy Putri sebagai Humas Prodi juga memaparkan bagaimana strategi branding, publikasi kegiatan akademik, serta transparansi informasi menjadi salah satu unsur penting dalam akreditasi internasional, terutama pada aspek public information. Di sisi lain, Nur Ocvanny berbagi praktik pengelolaan Program COE Kelas Profesional Ekspor, yang telah melahirkan lulusan berorientasi global serta membuka akses bisnis mahasiswa di pasar internasional—sebuah nilai tambah besar dalam standar FIBAA yang menekankan relevansi industri dan peluang karier. Rombongan Yudharta mengakui bahwa Agribisnis UMM menawarkan model ideal bagi prodi yang sedang menuju akreditasi internasional. Implementasi OBE, sistem mutu yang rapi, transparansi informasi, serta ekosistem belajar berbasis industri menjadi contoh nyata kesiapan UMM menghadapi standar global. Kunjungan benchmarking ini menegaskan bahwa Agribisnis UMM semakin mantap berdiri sebagai rujukan nasional sekaligus regional untuk prodi-prodi agribisnis yang ingin menembus standar akreditasi internasional.  

Agribisnis UMM Jadi Rujukan Kampus Jawa Timur

Tim Prodi Agribisnis Tunjukkan Praktik Terbaik dalam Kunjungan Benchmarking Yudharta Pasuruan KOTA MALANG – Reputasi Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mendapatkan pengakuan di tingkat nasional. Selasa (25/11), enam perwakilan dari Program Studi Agribisnis Universitas Yudharta Pasuruan melakukan kunjungan resmi dalam rangka benchmarking sebagai bagian dari persiapan peningkatan akreditasi program studi mereka. Kedatangan tamu diterima langsung oleh M. Zul Mawan, Kaprodi Agribisnis UMM, yang didampingi oleh jajaran pimpinan dan tim strategis prodi: Ganjar Adhiwirawan (Wakil Dekan II FPP UMM), Yohana Agustina (Sekretaris Prodi Agribisnis), Anas Tain (Kepala Laboratorium Agribisnis), Festy Putri (Humas Agribisnis UMM), dan Nur Ocvanny (PIC Program COE Kelas Profesional Ekspor). Kehadiran para pemimpin kunci ini menunjukkan keseriusan UMM dalam membuka ruang berbagi praktik terbaik bagi perguruan tinggi lain. Dalam sesi dialog utama, tim Agribisnis UMM memaparkan strategi transformasi akademik yang selama beberapa tahun terakhir berhasil mengangkat kualitas pembelajaran, layanan mahasiswa, dan jejaring kerja sama industri. Salah satu sorotan utama adalah penguatan kurikulum berbasis Teaching Factory dan industri, termasuk keberhasilan mengembangkan Kelas Profesional Ekspor yang kini menjadi magnet nasional bagi mahasiswa yang ingin meniti karier di bidang ekspor produk agribisnis. Tim juga menyoroti operasional Laboratorium Agribisnis yang kini berfungsi tidak hanya sebagai ruang praktik, tetapi juga sebagai pusat eksperimen bisnis mahasiswa. Model ini dianggap inovatif karena menggabungkan pendekatan akademik, bisnis nyata, dan teknologi digital. Kunjungan berlangsung hangat, dengan diskusi intensif seputar tata kelola prodi, strategi akreditasi, pengelolaan SDM, digitalisasi layanan akademik, hingga proyek inovasi mahasiswa. Pihak Yudharta menyampaikan apresiasi atas keterbukaan UMM dalam berbagi pengalaman dan praktik terbaik. Bagi UMM, kegiatan ini tidak hanya menjadi momen berbagi, tetapi juga penguatan posisi sebagai rujukan nasional dalam pengembangan agribisnis modern. Agribisnis UMM terus menunjukkan kapasitasnya dalam menghasilkan inovasi dan lulusan unggul yang adaptif terhadap perkembangan era digital dan kebutuhan industri.

Agribisnis UMM dan Yudharta Pasuruan Perkuat Jejaring Kampus Swasta Jawa Timur Lewat Benchmarking Strategis

KOTA MALANG – Upaya membangun ekosistem pendidikan tinggi yang kolaboratif antar perguruan tinggi swasta (PTS) di Jawa Timur semakin diperkuat melalui kunjungan benchmarking Program Studi Agribisnis Universitas Yudharta Pasuruan ke Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Selasa (25/11). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperluas kerja sama akademik, memperkuat kapasitas kelembagaan, sekaligus membangun sinergi PTS di wilayah Jawa Timur agar lebih kompetitif di tingkat nasional maupun internasional. Kunjungan ini disambut oleh jajaran pimpinan strategis Agribisnis UMM, terdiri dari: M. Zul Mawan – Kaprodi Agribisnis UMM Ganjar Adhiwirawan – Wakil Dekan II FPP UMM Yohana Agustina – Sekretaris Prodi Anas Tain – Kepala Laboratorium Agribisnis Festy Putri – Humas Agribisnis UMM Nur Ocvanny – PIC Program COE Kelas Profesional Ekspor Agribisnis Sejak awal pertemuan, diskusi berjalan hangat dan menunjukkan semangat kolaborasi yang kuat. Kedua institusi menyadari bahwa kerja sama antar-PTS bukan hanya kebutuhan administratif, namun sebuah strategi bersama untuk menghadapi tantangan globalisasi, perubahan standar akreditasi, dan tuntutan industri agribisnis yang semakin dinamis.   Kolaborasi untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan Tinggi Swasta di Jatim Pada sesi pemaparan, Kaprodi M. Zul Mawan menyampaikan pentingnya membuka ruang kolaborasi antarkampus sebagai bentuk solidaritas akademik regional. Ia menegaskan bahwa PTS di Jawa Timur memiliki potensi besar jika saling menguatkan, terutama dalam hal: pengembangan kurikulum berbasis industri, pertukaran praktik terbaik dalam penjaminan mutu, kerja sama dalam penelitian dan publikasi ilmiah, dan program peningkatan kompetensi mahasiswa melalui industri mitra. Wakil Dekan II FPP UMM, Ganjar Adhiwirawan, menambahkan bahwa Fakultas Pertanian-Peternakan UMM sangat terbuka membangun kerja sama berkelanjutan dengan kampus swasta lain di Jawa Timur. Menurutnya, jejaring PTS memiliki kontribusi besar dalam pemerataan kualitas pendidikan, termasuk dalam menyiapkan mahasiswa menghadapi kebutuhan industri regional seperti agribisnis, agroindustri, hingga ekspor komoditas unggulan. Laboratorium, COE Ekspor, dan Digitalisasi Jadi Sorotan Utama Tim Yudharta Pasuruan sangat menaruh perhatian pada model laboratorium bisnis Agribisnis UMM yang diakui sebagai salah satu laboratorium paling proaktif di Jawa Timur. Kepala Laboratorium, Anas Tain, menjelaskan bagaimana laboratorium berperan sebagai pusat pelatihan bisnis mahasiswa dan menjadi jembatan nyata antara teori dan praktik. Sementara itu, Program COE Kelas Profesional Ekspor yang dikelola Nur Ocvanny juga mendapat apresiasi khusus. Program ini dinilai sebagai bentuk konkret bagaimana sebuah PTS mampu menghadirkan peluang global bagi mahasiswa, sekaligus menjadi inspirasi bagi kampus-kampus lain di wilayah tapal kuda dan Arek Malang.