Dosen Agribisnis UMM Intensifkan Implementasi EMI untuk Penguatan Kelas Global

Penguatan kurikulum bilingual untuk mencetak lulusan berdaya saing internasional Dalam upaya memperluas internasionalisasi kurikulum, Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang terus memperluas penggunaan English Medium Instruction (EMI) di berbagai mata kuliah inti. Tren ini berjalan paralel dengan peran UMM sebagai tuan rumah berbagai agenda nasional, termasuk Abdidaya 2025, yang semakin menegaskan komitmen kampus terhadap standar global. Dosen-dosen Agribisnis UMM kini mengoptimalkan EMI melalui teknik penyampaian konten yang terstruktur, integrasi literatur internasional, dan asesmen bilingual yang memungkinkan mahasiswa beradaptasi dengan konteks akademik global. Langkah ini tidak hanya meningkatkan daya saing lulusan, tetapi juga memperkuat kepercayaan diri mahasiswa dalam berkomunikasi profesional di sektor agribisnis modern. Implementasi EMI menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk membentuk lulusan dengan perspektif global, kemampuan bahasa yang kuat, dan kesiapan menghadapi transformasi industri pangan. Agribisnis UMM menegaskan posisinya sebagai program studi yang progresif dan responsif terhadap dinamika pendidikan tinggi kontemporer.  

PPK Ormawa HIMAGRI Sabet Dua Penghargaan di Abdidaya 2025

Ketepatan inovasi dan kekuatan kemitraan mengokohkan reputasi Agribisnis UMM di tingkat nasional Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) HIMAGRI Universitas Muhammadiyah Malang kembali mencatatkan pencapaian membanggakan pada Abdidaya Nasional 2025, yang diselenggarakan pada 4–6 Desember di UMM sebagai tuan rumah. Pada ajang bergengsi ini, tim HIMAGRI berhasil meraih dua penghargaan nasional, yang menegaskan kualitas inovasi sekaligus kekuatan kolaborasi komunitas yang dibangun selama program berlangsung. Penghargaan pertama diraih dalam kategori Poster Paling Lengkap – Terbaik 3, sebuah pengakuan terhadap kemampuan tim dalam menyajikan informasi program secara komprehensif, terstruktur, dan komunikatif. Poster tersebut menonjol melalui penyajian data, alur program, serta capaian strategis yang dituangkan secara jelas dan berbasis evidensi. Penghargaan kedua diperoleh pada kategori Tim dengan Realisasi Kemitraan Terkuat – Terbaik 4, yang menilai keberhasilan HIMAGRI dalam membangun hubungan kolaboratif bersama petani dan pemangku kepentingan di Desa Ampeldento. Kemitraan ini dipuji karena memiliki fondasi partisipatif, keberlanjutan kegiatan, serta dampak yang terukur pada penguatan kapasitas petani dalam adopsi teknologi digital. Raihan dua penghargaan ini mempertegas posisi Agribisnis UMM sebagai program studi yang tidak hanya menghasilkan inovasi, tetapi juga memastikan inovasi tersebut benar-benar berdampak di tingkat akar rumput. Dengan status UMM sebagai tuan rumah Abdidaya 2025, pencapaian ini turut memperkuat citra kampus sebagai pusat inovasi pertanian modern berbasis pemberdayaan.

Agribisnis UMM Unjuk Inovasi Smart Farming di KKI dan Abdidaya Nasional 2025

HIMAGRI tampilkan teknologi dan pemberdayaan petani pada agenda Nasional Desember di UMM Mahasiswa Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menegaskan perannya dalam ekosistem inovasi pertanian nasional. Melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) HIMAGRI, tim ini tampil memikat pada rangkaian Kegiatan Kulminasi Indikator (KKI) dan Abdidaya Nasional 2025 yang digelar pada 4–6 Desember di Universitas Muhammadiyah Malang sebagai tuan rumah. Dalam agenda tersebut, HIMAGRI memperkenalkan Smart Farming Solarsonic IoT Guard, teknologi ramah lingkungan yang memanfaatkan energi surya, gelombang suara, dan sistem Internet of Things untuk mengatasi hama tikus dan burung tanpa bahan kimia. Fitur pemantauan jarak jauh memungkinkan petani mengelola lahan secara lebih presisi dan efisien. Pendekatan pemberdayaan di Desa Ampeldento, Kecamatan Karangploso, menjadi nilai unggul lain yang diapresiasi asesor. Program tidak berhenti pada inovasi alat, tetapi menyentuh peningkatan literasi digital, pembiasaan teknologi, serta penguatan kemandirian petani. Model transformasi komunitas yang ditampilkan HIMAGRI menegaskan bahwa Agribisnis UMM tidak hanya mengembangkan produk, tetapi juga menghadirkan perubahan perilaku agraris yang berkelanjutan. Sebagai tuan rumah Abdidaya 2025, UMM sekaligus menampilkan kesiapan akademik dan kelembagaan untuk menjadi pusat inovasi dan kolaborasi nasional di ranah pertanian modern.

Menyiapkan SDM Tangguh: Kuliah Praktisi UMM Dorong Mahasiswa Bangun Value Diri Menuju Dunia Kerja

Penguatan Mental, Etos Kerja, dan Kompetensi sebagai Bekal Memasuki Industri Modern Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul melalui penyelenggaraan Kuliah Praktisi bagi mahasiswa Agribisnis dan Vokasi Agribisnis Unggas. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium GLB V Lantai 1 ini menghadirkan atmosfer pembelajaran yang berbeda, karena mahasiswa dibekali pemahaman nyata mengenai dunia industri yang terus berkembang. Kuliah praktisi ini menghadirkan Jefri Hari Akbar, S.H., M.H., seorang profesional yang berpengalaman di dunia industri dan hubungan ketenagakerjaan. Sebagai Head of Industrial Relations Corporate PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, beliau memberikan gambaran komprehensif tentang kebutuhan SDM modern, terutama dalam industri agribisnis dan sektor unggas. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa dunia kerja saat ini tidak hanya menilai kemampuan akademik, tetapi juga mental, karakter, dan nilai diri (value) yang dimiliki setiap individu. Ia menjelaskan bahwa perusahaan membutuhkan SDM yang siap ditempatkan di berbagai area kerja, fleksibel terhadap perubahan, serta mampu menghadapi tekanan dan tantangan industri. Menurutnya, kesiapan mental seperti inilah yang membedakan SDM tangguh dengan pekerja yang hanya mengandalkan kompetensi teknis. Lebih jauh, beliau membagikan pengalaman mengenai proses rekrutmen yang dilakukan PT Japfa. Ia menjelaskan bagaimana perusahaan menilai calon karyawan dari sisi kepribadian, komitmen, serta kesediaan mereka untuk belajar dan berkembang. Tidak hanya itu, ia juga menyoroti berbagai fasilitas dan dukungan perusahaan yang diberikan untuk meningkatkan kenyamanan dan pengembangan diri karyawan, termasuk pembinaan, jenjang karier, dan akses pelatihan berkelanjutan. Materi yang disampaikan membuka wawasan mahasiswa mengenai pentingnya etos kerja, adaptabilitas, serta etika profesional dalam memasuki dunia kerja. Mahasiswa diajak untuk membangun value diri sejak dini, memahami bagaimana industri beroperasi, serta menyiapkan diri untuk menjadi SDM yang berdaya saing tinggi. Kegiatan ini menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk menghubungkan pengetahuan di bangku kuliah dengan realitas dunia kerja. Melalui kuliah praktisi ini, UMM berharap mahasiswa mampu membentuk karakter yang kuat, berkompeten, dan siap menghadapi tuntutan industri modern, khususnya di sektor agribisnis dan peternakan unggas. Dengan adanya kegiatan seperti ini, UMM terus menunjukkan bahwa pembinaan SDM yang unggul tidak hanya berasal dari teori yang diajarkan di kelas, tetapi juga melalui pembelajaran berbasis pengalaman langsung dari praktisi yang kompeten di bidangnya.

Kuliah Tamu Agribisnis UMM Bersama Vokasi Unggas sebagai Upaya Membangun Generasi Agripreneur Unggul

 Kolaborasi Akademik untuk Mendorong Inovasi dan Kemandirian Usaha Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menghadirkan kegiatan akademik inspiratif melalui penyelenggaraan Kuliah Tamu Agribisnis UMM yang berkolaborasi dengan Program Studi Vokasi Agribisnis Unggas, pada Selasa 09 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Auditorium GKB V Lantai 1 UMM dan dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai angkatan yang antusias mengikuti rangkaian materi. Dalam kesempatan tersebut, program studi menghadirkan narasumber profesional, Jefri Hari Akbar, S.H., M.H., yang saat ini menjabat sebagai Head of Industrial Relations Corporate PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Selain itu, beliau juga dikenal sebagai seorang Lawyer, Mediator, Kurator, dan Pengurus, sehingga memberikan sudut pandang komprehensif mengenai dunia industri dan dinamika profesional yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa agribisnis masa kini. Dalam penyampaiannya, beliau menjelaskan secara mendalam mengenai bagaimana PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk merekrut karyawan yang siap secara mental dan profesional. Salah satu poin penting yang beliau tekankan adalah kesiapan karyawan untuk bersedia ditempatkan di bagian manapun, karena dinamika industri perunggasan membutuhkan SDM yang fleksibel, tangguh, dan memiliki mental kerja yang kuat. Menurutnya, kesiapan ini akan membentuk karakter pekerja yang adaptif dan tahan terhadap tekanan kerja. Beliau juga memaparkan bagaimana PT Japfa memberikan berbagai fasilitas pendukung bagi karyawan, mulai dari peningkatan kompetensi, pembinaan karier, hingga lingkungan kerja yang kondusif. Hal ini menjadi contoh nyata bagaimana perusahaan agribisnis modern menempatkan kesejahteraan dan kualitas SDM sebagai prioritas penting dalam keberlanjutan usaha. Selain aspek rekrutmen, beliau juga membahas keterkaitan erat antara dunia industri dan keilmuan agribisnis, terutama dalam sektor unggas. Ia menekankan bahwa sektor ini terus berkembang pesat sehingga membutuhkan sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, dan memiliki jiwa kewirausahaan. Mahasiswa didorong untuk tidak hanya memperkuat pemahaman teori, tetapi juga aktif menciptakan peluang usaha, memperluas jejaring, dan menanamkan mental pengusaha sejak dini. Tidak hanya itu, beliau juga membagikan pengalamannya terkait hubungan industrial, pentingnya memahami regulasi ketenagakerjaan, strategi membangun kemitraan bisnis yang sehat, serta etika profesional dalam dunia kerja. Perspektif ini membuka wawasan baru bagi mahasiswa mengenai bagaimana mengelola agribisnis unggas secara berkelanjutan dan mampu bersaing dalam industri modern. Kegiatan kuliah tamu ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara Agribisnis UMM dan Vokasi Agribisnis Unggas mampu menghadirkan pembelajaran komprehensif yang semakin mendekatkan mahasiswa dengan kebutuhan nyata dunia industri. Melalui pemaparan materi yang relevan, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kemandirian usaha, kompetensi profesional, dan inovasi sebagai calon agripreneur unggul di masa depan.

PPK Ormawa Himagri UMM Raih Abdidaya Nasional, Tegaskan Identitas Kampus Berdampak

Dua Penghargaan Nasional Buktikan Konsistensi Himagri dalam Pemberdayaan Masyarakat PPK Ormawa Himagri UMM kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Pada ajang Abdidaya Ormawa 2025, tim Himagri Universitas Muhammadiyah Malang berhasil membawa pulang dua penghargaan bergengsi, yaitu Abdidaya Terbaik 3 dan Abdidaya Terbaik 4 se-Indonesia. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa inisiatif pemberdayaan masyarakat yang digagas oleh PPK Ormawa Himagri terus memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi desa dampingan. Keberhasilan ini tidak didapatkan secara instan. Selama pelaksanaan kegiatan di Desa Ampeldento, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, tim PPK Ormawa Himagri UMM fokus menghadirkan inovasi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Salah satu program utamanya adalah pembuatan alat pengusir tikus dan burung untuk membantu petani melindungi tanaman mereka dari serangan hama. Program ini disusun berdasarkan permasalahan nyata yang dialami petani sekaligus mendorong mereka menjadi lebih mandiri dalam mengelola lahan. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar teori di kampus, tetapi juga mampu memberikan solusi nyata bagi sektor pertanian. Pengalaman terlibat langsung di Desa Ampeldento, Karangploso, menjadi bukti bahwa mahasiswa UMM mampu turun ke tengah masyarakat, memahami masalah secara nyata, dan menghadirkan solusi yang berdampak. Program seperti pembuatan alat pengusir tikus dan burung tidak hanya membantu petani mengurangi kerugian akibat hama, tetapi juga memperkuat citra kampus sebagai institusi yang benar-benar hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Pendekatan ini mewujudkan filosofi UMM sebagai kampus penggerak perubahan sosial melalui aksi nyata yang dilakukan oleh mahasiswanya. Prestasi ini sekaligus memperkuat posisi UMM sebagai kampus yang berkomitmen menghasilkan mahasiswa unggul, adaptif, dan mampu menjawab tantangan sektor agribisnis secara langsung. Identitas UMM sebagai Kampus Berdampak semakin terlihat melalui keaktifan mahasiswanya dalam menjalankan program-program pengabdian yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Melalui PPK Ormawa, Himagri UMM tidak hanya mengimplementasikan ilmu yang dipelajari di kelas, tetapi juga mengasah kemampuan kepemimpinan, kerja sama lintas sektor, serta kreativitas dalam menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya petani di lapangan. Dengan keberhasilan ini, PPK Ormawa Himagri UMM diharapkan dapat terus menjadi inspirasi bagi organisasi mahasiswa lainnya untuk menciptakan program yang berdampak, progresif, dan membawa nama baik kampus di tingkat nasional. Prestasi Abdidaya bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan pijakan penting untuk kontribusi yang lebih besar di masa mendatang. UMM melalui mahasiswanya berkomitmen untuk terus memperkuat identitas sebagai kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan pengaruh positif dan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat luas.