Menutup Program, Membuka Masa Depan Pertanian: Penutupan PPK Ormawa HIMAGRI dengan SolarSonic Guard sebagai Smart Farming 5.0 di Desa Ampeldento

Inovasi Alat Pengusir Hama Tikus dan Burung Berbasis Smart Farming 5.0 dalam Program PPK Ormawa HIMAGRI Desa Ampeldento Ampeldento, Karangploso Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Agribisnis (HIMAGRI) resmi ditutup pada Kamis, 18 Desember 2025, bertempat di Desa Ampeldento, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Kegiatan penutupan ini menjadi puncak rangkaian program pengabdian masyarakat yang berfokus pada penerapan inovasi teknologi pertanian berbasis Smart Farming 5.0. Dalam kegiatan tersebut, HIMAGRI memperkenalkan dan menyerahkan inovasi SolarSonic Guard, sebuah alat pengusir hama tikus dan burung yang dirancang untuk membantu petani padi dalam meningkatkan efisiensi pengendalian hama. Teknologi ini memanfaatkan sistem gelombang suara dan energi surya sebagai sumber daya utama, sehingga ramah lingkungan dan berkelanjutan. SolarSonic Guard merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat desa sebagai solusi atas permasalahan hama yang selama ini berdampak pada penurunan hasil panen padi. Melalui inovasi ini, kami berharap petani dapat mengurangi kerugian akibat serangan hama tanpa bergantung pada bahan kimia berlebihan. Acara penutupan dihadiri oleh perangkat desa, perwakilan petani, dosen pendamping, serta anggota HIMAGRI. Selain seremoni penutupan, kegiatan juga diisi dengan pemaparan hasil program, demonstrasi penggunaan alat SolarSonic Guard, serta penyerahan simbolis alat kepada perwakilan kelompok tani Desa Ampeldento. Merancang SolarSonic Guard sebagai alat pengusir hama yang lebih efektif dan mudah digunakan. Teknologi ini bekerja dengan memanfaatkan gelombang suara tertentu yang tidak disukai oleh hama, sehingga mampu mengusir tikus dan burung tanpa merusak tanaman padi. Selain itu, alat ini menggunakan sumber energi surya, sehingga lebih hemat energi dan ramah lingkungan. Dengan adanya inovasi SolarSonic Guard, petani diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan bahan kimia dan racun hama yang berisiko merusak lingkungan serta kesehatan. Pengendalian hama secara alami dan berkelanjutan ini diharapkan mampu menekan tingkat kerugian akibat serangan hama, meningkatkan hasil panen, serta mendukung penerapan pertanian modern berbasis Smart Farming 5.0 di Desa Ampeldento. Dengan terselenggaranya acara penutupan ini, diharapkan seluruh inovasi dan pengetahuan yang telah diberikan melalui program PPK Ormawa HIMAGRI dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat, sehingga mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan pertanian di Desa Ampeldento ke depannya.

Agribisnis UMM Tegaskan Komitmen Inovasi dan Pemberdayaan Desa melalui Penutupan PPK ORMAWA HIMAGRI

Penutupan PPK ORMAWA di Desa Ampel Tendo sebagai Refleksi Implementasi Inovasi Smart Farming Berbasis IoT Himpunan Mahasiswa Agribisnis (HIMAGRI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) secara resmi menutup rangkaian kegiatan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA) dalam sebuah acara yang diselenggarakan di Balai Desa Ampel Tendo. Kegiatan penutupan ini menjadi momentum evaluatif atas implementasi program pemberdayaan masyarakat yang berbasis inovasi teknologi pertanian dan keilmuan agribisnis. Sebagai bagian dari pelaksanaan PPK ORMAWA, HIMAGRI UMM mengusung program kerja unggulan bertajuk Inovasi Smart Farming SolarSonic IoT Guard, yaitu alat pengusir hama yang memanfaatkan energi surya dengan sistem kontrol digital berbasis Internet of Things (IoT). Inovasi ini dikembangkan sebagai solusi adaptif terhadap permasalahan hama pertanian yang dihadapi masyarakat desa, sekaligus mencerminkan integrasi antara ilmu agribisnis, teknologi, dan keberlanjutan lingkungan. Peran Agribisnis UMM dalam Implementasi Teknologi Pertanian Berkelanjutan Program Smart Farming SolarSonic IoT Guard yang telah diimplementasikan selama PPK ORMAWA menjadi salah satu capaian utama yang direfleksikan dalam kegiatan penutupan. Mahasiswa Agribisnis UMM tidak hanya berperan sebagai pelaksana teknis, tetapi juga sebagai fasilitator transfer pengetahuan kepada masyarakat desa terkait pemanfaatan teknologi tepat guna dalam sistem usaha tani. Keunggulan Agribisnis UMM tercermin dari kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan inovasi berbasis riset serta mengintegrasikannya dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat. Hal ini menunjukkan peran strategis Agribisnis UMM sebagai institusi akademik yang mendorong transformasi pertanian melalui pendekatan ilmiah, inovatif, dan berorientasi pada keberlanjutan. Penutupan PPK ORMAWA dan Pemberian Cinderamata sebagai Simbol Apresiasi dan Keberlanjutan Kolaborasi Acara penutupan PPK ORMAWA HIMAGRI di Balai Desa Ampel Tendo juga dirangkaikan dengan pemberian cinderamata kepada pemerintah Desa Ampel Tendo sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan kerja sama selama pelaksanaan program. Simbolisasi ini menegaskan komitmen Agribisnis UMM dalam membangun kemitraan yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat desa. Melalui penutupan PPK ORMAWA ini, Agribisnis UMM kembali menegaskan perannya dalam pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat berbasis inovasi agribisnis. Diharapkan, kolaborasi yang telah terjalin dapat terus berlanjut dalam mendukung pengembangan desa yang mandiri, adaptif terhadap teknologi, dan berdaya saing di sektor pertanian.

Memperkuat Hilirisasi Kopi Nasional, Agribisnis UMM Bahas Peluang Kolaborasi dengan SCOPI

Jakarta, – Upaya memperkuat hilirisasi kopi nasional kembali mengemuka dalam pertemuan antara Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI), Jakarta. Dalam pertemuan ini, dosen Humas Agribisnis UMM mendiskusikan peluang kerja sama yang meliputi pengembangan akademik, pemberdayaan masyarakat, hingga inovasi produk kopi berbasis riset ilmiah. SCOPI, sebagai lembaga yang berfokus pada keberlanjutan kopi Indonesia, menilai peran kampus menjadi kunci dalam memperkuat koneksi pengetahuan ilmiah dengan kebutuhan industri. Diskusi berfokus pada tiga area utama, yaitu peningkatan kualitas budidaya kopi, manajemen pascapanen, dan pengembangan pemasaran produk turunan kopi yang memiliki nilai tambah. Agribisnis UMM menegaskan komitmennya untuk memperkuat pendidikan agribisnis berbasis praktik industri. Melalui kolaborasi dengan SCOPI, mahasiswa berkesempatan mengikuti magang, workshop, serta penelitian terapan yang relevan dengan dinamika lapangan. Di sisi lain, dosen UMM berpotensi terlibat dalam pendampingan petani, publikasi ilmiah, dan program peningkatan kapasitas SDM pertanian. SCOPI menyambut baik arah diskusi tersebut dan membuka opsi kerja sama jangka panjang, termasuk kolaborasi riset, seminar tematik, dan pengembangan inovasi kopi berkelanjutan di tingkat UMKM maupun industri regional. Kolaborasi ini dinilai dapat meningkatkan daya saing kopi Indonesia di pasar global, sekaligus memperkuat mata rantai agribisnis dari hulu hingga hilir. Tahap lanjutan dijadwalkan untuk menyusun rencana kerja bersama, termasuk pemetaan kebutuhan riset, pembentukan tim teknis, serta desain program kolaboratif yang dapat diimplementasikan di lapangan. UMM menyatakan optimisme, pertemuan ini menjadi pintu masuk bagi kemitraan strategis yang berdampak luas bagi akademisi, mahasiswa, dan masyarakat tani kopi.

Agribisnis UMM Eksplorasi Kemitraan Riset Kopi Berkelanjutan bersama SCOPI Jakarta

Jakarta,- Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjajaki peluang kemitraan strategis dengan Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI) di Jakarta. Pertemuan yang diwakili oleh dosen Humas Agribisnis UMM itu membahas potensi kolaborasi riset dan pengembangan kopi berkelanjutan, terutama dalam aspek penguatan rantai pasok dan kualitas produksi. Dalam dialog tersebut, SCOPI dan Agribisnis UMM mengulas upaya peningkatan produktivitas kopi nasional melalui pendekatan sains agribisnis, penguatan kapasitas petani, dan pengembangan praktik budidaya ramah lingkungan. Kedua institusi menilai, tantangan kopi nasional seperti regenerasi petani, fluktuasi harga global, hingga isu keberlanjutan lingkungan, perlu dijawab melalui sinergi akademik dan industri. Selain riset, pembahasan turut mencakup peluang kerja sama kemahasiswaan, termasuk program magang, pelatihan teknis, serta keterlibatan mahasiswa dalam program pemberdayaan petani kopi. Kolaborasi ini dinilai akan memberi pengalaman lapangan bagi mahasiswa, sekaligus memperkuat hilirisasi kopi melalui inovasi produk dan pemasaran digital. Diskusi juga membuka ruang bagi dosen Agribisnis UMM untuk memperluas jejaring akademik melalui publikasi ilmiah bersama, seminar nasional, dan keterlibatan dalam forum strategis SCOPI. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi pengembangan sistem agribisnis kopi Indonesia. Pertemuan ini menjadi langkah awal menuju kesepahaman formal antara UMM dan SCOPI. Ke depan, kedua belah pihak akan menyusun agenda teknis untuk merealisasikan bentuk kerja sama di bidang akademik, non-akademik, riset, dan pemberdayaan masyarakat.