Agribisnis UMM Dukung Penuh Jambore Nasional I Jamaah Tani Muhammadiyah

KEBUMEN, Jambore Nasional I Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) yang berlangsung di Kebumen, Jawa Tengah, resmi ditutup pada Minggu (21/9/2025). Selama tiga hari, ribuan petani Muhammadiyah dari berbagai daerah di Indonesia berhimpun untuk mengukuhkan tekad memperjuangkan kedaulatan pangan nasional. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Fakultas Pertanian dan Peternakan turut ambil bagian dalam agenda strategis ini. Dekan FPP UMM, Prof. Dr. Ir. Aris Winaya, MM., IPU, ASEAN Eng., hadir bersama rombongan, didampingi dosen Agribisnis UMM, Ibu Yohana Agustina, SP., MP. Kehadiran mereka menegaskan dukungan penuh UMM, khususnya Program Studi Agribisnis, terhadap upaya Muhammadiyah dalam memperkuat kemandirian pangan nasional. “Partisipasi aktif dalam kegiatan seperti Jambore Nasional I JATAM ini penting, tidak hanya sebagai bentuk kontribusi keumatan, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran nyata bagi akademisi. Mahasiswa dan dosen dapat terlibat langsung, menyerap praktik terbaik, serta membangun jejaring dengan para petani Muhammadiyah di seluruh Indonesia,” ujar Prof. Aris. Selain melibatkan tokoh nasional seperti Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, yang secara simbolis menanam padi varietas unggul Mentari, jambore ini juga menjadi forum konsolidasi gerakan tani Muhammadiyah. Varietas Mentari hasil inovasi tim peneliti Muhammadiyah diharapkan menjadi tonggak baru kemandirian teknologi pertanian. Dukungan Agribisnis UMM tidak hanya sebatas kehadiran, tetapi juga diarahkan pada sinergi akademik dan organisasi. Dari sisi akademik, kegiatan ini membuka ruang penelitian, pengabdian masyarakat, serta pengembangan inovasi kurikulum berbasis agribisnis berkelanjutan. Dari sisi organisasi, Agribisnis UMM memperkuat perannya sebagai pusat kolaborasi yang menjembatani dunia kampus dengan kebutuhan nyata petani di lapangan. Ibu Yohana Agustina, SP., MP., menambahkan bahwa keterlibatan Agribisnis UMM dalam agenda JATAM akan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk memahami tantangan pangan nasional. “Mahasiswa perlu melihat langsung dinamika di lapangan. Dengan demikian, keilmuan agribisnis tidak berhenti di ruang kelas, tetapi benar-benar menjadi solusi bagi petani,” jelasnya. Dengan dukungan penuh UMM, khususnya Program Studi Agribisnis, Jambore Nasional I JATAM tidak hanya menjadi momen konsolidasi petani Muhammadiyah, tetapi juga sarana memperkuat sinergi akademisi dan praktisi. Hal ini sejalan dengan tema jambore, “Daulat Pangan untuk Indonesia Berkemakmuran.”  

Agribisnis UMM Gelar Diskusi Kurikulum Bersama Western Philippines University

Malang, pada Rabu, 27 Agustus 2025, Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menyelenggarakan diskusi kurikulum bertaraf internasional dengan mitra dari Western Philippines University (WPU). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis Agribisnis UMM dalam memperluas jejaring global sekaligus menyelaraskan kurikulum yang dimiliki dengan standar pendidikan internasional. Dengan demikian, program studi ini terus berupaya menghadirkan pendidikan yang relevan dan kompetitif di kancah global. Acara diskusi tersebut dihadiri secara langsung oleh Eduardo Estobio Lleve, Kepala Program Studi Agricultural Business dari WPU, yang memberikan wawasan dan perspektif terkait pengembangan kurikulum agribisnis di Filipina. Diskusi berlangsung dengan sangat dinamis dan interaktif, di mana para dosen Agribisnis UMM dengan antusias memberikan masukan dan pandangan mereka. Selain itu, kegiatan ini membuka kesempatan besar untuk pengembangan kolaborasi akademik yang lebih luas dan berkelanjutan antara kedua institusi. Melalui forum ini, kedua institusi secara intensif membahas beragam peluang kerja sama yang mencakup bidang penelitian bersama, program pertukaran mahasiswa, hingga pengembangan kurikulum berbasis kompetensi. Kurikulum yang dikembangkan diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan dan tantangan agribisnis global, sehingga lulusan dapat memiliki bekal keilmuan yang kuat serta keterampilan yang adaptif. Kegiatan ini bukan hanya memperkuat tali silaturahmi dan kerja sama akademik antar perguruan tinggi, tetapi juga menegaskan komitmen Agribisnis UMM dalam menghadirkan pendidikan yang unggul, inovatif, serta mampu bersaing di tingkat internasional. Melalui langkah-langkah strategis seperti ini, Agribisnis UMM berharap dapat mencetak sumber daya manusia yang siap menghadapi dinamika dan peluang di sektor agribisnis global.  

REVOLUSI DI RUMAH SENDIRI: DOSEN AGRIBISNIS UMM JADIKAN LIMBAH SEBAGAI ASET EKONOMI BARU

Transformasi Limbah Rumah Tangga Menjadi Nilai, Inspirasi, dan Gerakan Keberlanjutan MALANG — Di tengah isu keberlanjutan yang semakin mendesak, para dosen Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tampil sebagai figur inspiratif yang tidak hanya mengajar di ruang kelas, tetapi juga memperlihatkan teladan nyata melalui praktik ekonomi sirkuler di kehidupan sehari-hari. Dengan kreativitas tinggi dan semangat inovatif, mereka membangun kebun rumah tangga yang memanfaatkan aneka limbah menjadi sumber nilai baru.   Tim dosen yang digawangi oleh Fithrie Mufrianti, SP., MP., Prof. Jabal Tarik Ibrahim, dan Nur Ocvanny, SP., MP., menghadirkan gagasan visioner bahwa keberlanjutan bukan sekadar teori akademik, melainkan gaya hidup yang dapat dimulai dari rumah.   LIMBAH YANG BIASA MENJADI LUAR BIASA Tas belanja menumpuk? Di tangan mereka, tas-tas tersebut menjelma menjadi pot vertikal yang artistik dan fungsional. Botol plastik dan toples bekas dialihfungsikan menjadi wadah hidroponik modern, sementara kaleng dan wadah lama disulap menjadi pot tanaman yang tahan lama. Seluruhnya menjadi bukti bahwa kreativitas dapat mengubah sampah menjadi sarana produksi yang cantik, efisien, dan ramah lingkungan. “Ekonomi sirkuler tidak butuh modal besar. Ia butuh kemauan dan kreativitas,” ujar Fithrie Mufrianti.   MINYAK JELANTAH BERUBAH MENJADI LILIN AROMATERAPI Tidak berhenti pada pengelolaan sampah plastik, tim dosen ini juga memanfaatkan minyak jelantah limbah yang sering dianggap berbahaya untuk diolah menjadi lilin aromaterapi. Produk ini bukan hanya aman, tetapi memiliki nilai jual dan manfaat relaksasi tinggi.   Menurut Nur Ocvanny, inovasi ini adalah bukti konsep waste-to-value. “Setiap rumah menghasilkan limbah. Tapi tidak semua rumah mampu melihat peluang di balik limbah itu,” ujarnya.   LABORATORIUM HIDUP UNTUK MAHASISWA Kebun rumah tangga ini kini berfungsi sebagai laboratorium hidup bagi mahasiswa Agribisnis. Mereka belajar langsung bagaimana konsep pemasaran hijau, pengolahan limbah, hingga bisnis berkelanjutan tercipta dari aktivitas sehari-hari.   Prof. Jabal Tarik Ibrahim menegaskan, “Dosen harus menjadi role model. Teori tanpa praktik hilang makna. Kami ingin mahasiswa melihat sendiri bagaimana ekonomi sirkuler bekerja dan menghasilkan nilai.”   SINERGI ANTARA TEORI, PRAKTIK, DAN PENGABDIAN Inisiatif ini menjadi bukti kuat bahwa Agribisnis UMM terus maju sebagai pusat inovasi dan kolaborasi. Program Studi Agribisnis memastikan bahwa gerakan ini akan diperluas melalui berbagai program pengabdian masyarakat, riset lanjutan, serta pelatihan publik.   Dengan langkah kreatif dan keberanian berpikir di luar kebiasaan, dosen Agribisnis UMM membangun fondasi penting bagi edukasi keberlanjutan. Mereka bukan hanya pendidik mereka adalah penggerak perubahan.   Naskah ditulis oleh: Festy Putri R., SP., MP. Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang    

AGRIBISNIS UMM KEMBALI BERSINAR DI PUNCAK AKADEMIK

Safina Kirin Kusuma Wardani Raih Mahasiswa Terbaik Fakultas Pertanian-Peternakan UMM Malang, Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi gemilang pada Yudisium Periode III Tahun 2025. Sorotan utama acara ini jatuh pada Program Studi Agribisnis yang sekali lagi membuktikan kualitasnya dengan melahirkan mahasiswa terbaik tingkat fakultas. Adalah Safina Kirin Kusuma Wardani, putri dari Bapak Wijanarko dan Ibu Sri Nuryani, yang berhasil meraih predikat Mahasiswa Terbaik Fakultas. Prestasi ini bukan sekadar pencapaian akademik ini adalah gambaran lengkap tentang ketekunan, kedisiplinan, dan karakter unggul mahasiswa Agribisnis UMM dalam menghadapi tantangan dunia akademik dan organisasi. Namun, prestasi Safina tidak berhenti pada angka. Ia dikenal sebagai mahasiswi yang tak pernah absen mencatat jejak kontribusi di berbagai kegiatan, baik di dalam maupun di luar kampus. Dunia akademik ia tekuni dengan penuh ketekunan, sementara kegiatan organisasi, pengabdian, kompetisi, hingga kolaborasi eksternal ia jalani dengan antusiasme tinggi. Kombinasi ini membuat Safina tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang sebagai calon pemimpin agribisnis masa depan. Agribisnis UMM Kembali Buktikan Mutu dan Tradisinya: Melahirkan Pemimpin Capaian Safina menambah daftar panjang prestasi mahasiswa Agribisnis UMM yang konsisten masuk nominasi terbaik setiap periode yudisium. Hal ini tidak lepas dari sistem pembinaan akademik, kultur kompetitif yang sehat, serta dukungan dosen dan lingkungan Prodi yang selalu mendorong mahasiswa untuk bertumbuh melampaui batas akademik biasa. Keberhasilan ini sekaligus mempertegas Agribisnis UMM sebagai prodi yang tidak hanya mengajar, tetapi membentuk karakter, membangun kompetensi, dan mempersiapkan mahasiswa sebagai penggerak sektor pertanian modern. Safina adalah cerminan nyata dari filosofi tersebut—mahasiswi yang tumbuh bukan hanya sebagai pelajar, tetapi sebagai inovator muda yang siap berkontribusi pada perkembangan dunia agribisnis Indonesia. Yudisium yang Jadi Panggung Penghargaan Yudisium Periode III Tahun 2025 Fakultas Pertanian dan Peternakan UMM menjadi momentum perayaan bagi seluruh peserta yang telah menuntaskan perjalanan akademik mereka. Namun, hadirnya Safina sebagai ikon prestasi memberikan warna tersendiri pada acara tersebut. Dekan fakultas dan jajaran pimpinan turut memberikan apresiasi pada kerja keras dan integritasnya yang menginspirasi. Prestasi Safina bukan hanya kemenangan pribadi, tetapi juga kebanggaan kolektif bagi Program Studi Agribisnis. Prestasi ini menjadi simbol bahwa Agribisnis UMM terus menjaga tradisi keunggulan sebagai salah satu prodi terbaik dan paling progresif dalam lingkup pertanian modern di Indonesia. Prestasi Hari Ini, Momentum Masa Depan Dengan gelar Mahasiswa Terbaik Fakultas, Safina Kirin Kusuma Wardani menjadi bukti bahwa keberhasilan adalah hasil dari kombinasi kerja keras, lingkungan yang mendukung, serta semangat untuk terus melampaui batas. Agribisnis UMM berharap prestasi ini menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lain dan menjadi tanda bahwa masa depan sektor agribisnis Indonesia ada di tangan generasi muda yang penuh visi dan dedikasi seperti Safina. Dengan semangat ini, Agribisnis UMM berkomitmen untuk terus melahirkan lulusan unggul yang tidak hanya siap bekerja, tetapi siap memimpin perubahan.     Naskah ditulis oleh: Festy Putri R., SP., MP. Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang    

Kolaborasi Brilian: Dosen Agribisnis UMM dan DPMPTSP Batu Gagas Arah Baru Investasi Pertanian dan Pariwisata

Mengusung semangat inovasi dan keberlanjutan, dosen Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang berperan aktif dalam kajian IPRO Kota Batu—mendorong lahirnya strategi investasi cerdas berbasis potensi lokal dan riset ilmiah. Kota Batu – Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan gebrakan kolaboratifnya. Kali ini, dosen-dosen Agribisnis UMM terlibat langsung dalam Focus Group Discussion (FGD) Kajian Investment Project Ready to Offer (IPRO) yang digelar oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Batu, Jumat (7/11/2025), bertempat di Ruang Rapat Mal Pelayanan Publik Among Warga Kota Batu. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi penguatan sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam merancang investasi berkelanjutan di sektor pertanian dan pariwisata dua sektor unggulan yang menjadi tulang punggung ekonomi Kota Batu. Hadir dalam kegiatan ini jajaran pimpinan dari berbagai OPD strategis, seperti Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Pariwisata, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan, serta Kantor Pertanahan Kota Batu. Kehadiran para pemangku kebijakan tersebut menegaskan keseriusan Pemerintah Kota Batu dalam menyiapkan proyek investasi yang matang dan berbasis potensi lokal.   Dosen Agribisnis UMM yang turut hadir dalam forum ini berperan sebagai mitra akademik yang memberikan masukan berbasis riset dan analisis strategis terhadap potensi investasi agribisnis dan pariwisata. Pendekatan ilmiah ini menjadi nilai tambah yang memperkuat validitas dan daya saing hasil kajian IPRO. “UMM selalu terbuka terhadap kolaborasi strategis lintas sektor. Keterlibatan kami dalam penyusunan IPRO ini merupakan bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendorong pembangunan daerah berbasis riset dan inovasi,” ungkap Zul Mazwan Ketua Program studi Agribisnis UMM dalam sesi diskusi. Keterlibatan aktif Agribisnis UMM ini juga menandai langkah cepat dan gesit prodi dalam memperluas jejaring kerja sama, sekaligus mengukuhkan posisi UMM sebagai kampus unggulan yang produktif dan solutif terhadap isu-isu pembangunan berkelanjutan. Melalui peran aktif dalam kajian IPRO, Agribisnis UMM tidak hanya memperkuat kontribusi akademik, tetapi juga membangun jembatan konkret antara teori, kebijakan, dan praktik lapangan. Dengan semangat “From Campus to Impact”, kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi strategis yang mendorong investasi hijau, berkeadilan, dan berkelanjutan di Kota Batu. Kolaborasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa Agribisnis UMM tak berhenti berinovasi justru kian gesit berlari menuju masa depan agribisnis yang lebih tangguh dan berdampak luas.  

Agribisnis UMM Jadi Magnet Inovasi: Mahasiswa Ciptakan Teknologi Smart Farming yang Diakui Belmawa

Solarsonic IoT Guard Tampilkan Integrasi Teknologi Pertanian Modern dalam Penilaian Program PPK Ormawa Malang, 19 November 2025 — Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang kembali menjadi sorotan melalui kreativitas dan kompetensi mahasiswanya dalam menghadirkan inovasi pertanian modern. Dalam rangkaian penilaian program PPK Ormawa, Tim Himagri UMM mempresentasikan inovasi Smart Farming “Solarsonic IoT Guard”, yang memperoleh pengakuan positif dari Asesor Belmawa berkat relevansi, ketepatan fungsi, dan dampaknya terhadap praktik budidaya di tingkat desa. Dalam pemaparan tersebut, mahasiswa menampilkan bagaimana teknologi ini dirancang untuk menjawab persoalan yang sering dihadapi petani, khususnya terkait serangan hama yang tidak terdeteksi secara dini. Perangkat ini mengintegrasikan sensor otomatis, sistem pemantauan berbasis IoT, serta energi surya sebagai sumber daya utama, sehingga alat dapat beroperasi secara mandiri dan efisien. Pendekatan ini dinilai mencerminkan pemahaman mahasiswa terhadap kebutuhan dasar pertanian sekaligus kemampuan mereka merancang solusi yang dapat diimplementasikan langsung di lapangan. Asesor Belmawa mengapresiasi tidak hanya kecanggihan perangkat, tetapi juga cara tim Himagri mengelola program secara keseluruhan. Mahasiswa dinilai mampu menyusun alur kegiatan yang logis, menetapkan indikator kinerja yang terukur, serta melibatkan petani dalam proses pendampingan berbasis edukasi. Penyelarasan antara inovasi teknologi dan pemberdayaan masyarakat menjadi poin yang menonjol dalam evaluasi tersebut. Selain menampilkan teknologi, tim juga memaparkan dokumentasi perkembangan program, termasuk peningkatan pemahaman petani terhadap pemanfaatan perangkat digital, efektivitas alat dalam menekan potensi serangan hama, serta respons masyarakat yang menunjukkan keterbukaan terhadap teknologi pertanian baru. Temuan ini menjadi dasar bahwa Solarsonic IoT Guard memiliki potensi untuk diterapkan secara lebih luas di desa-desa pertanian lainnya. Capaian ini memperkuat posisi Agribisnis UMM sebagai pusat pengembangan inovasi pertanian berbasis teknologi. Melalui kolaborasi riset, praktik lapangan, dan dedikasi mahasiswa, program studi ini terus menghadirkan kontribusi nyata yang mampu menjawab kebutuhan sektor agribisnis secara adaptif dan visioner. Tim berharap inovasi ini dapat dikembangkan lebih lanjut menuju skala implementasi yang lebih besar pada tahun-tahun mendatang.

Agribisnis UMM Berbenah Total Menuju Abdidaya, Bukti Seriusnya Generasi Muda dalam Aksi Nyata

PPK Ormawa Himagri Mantapkan Strategi, Penyempurnaan Program, dan Penguatan Inovasi Menuju Evaluasi Final Malang, 18 November 2025 — Menyambut rangkaian penilaian Abdidaya 2025, Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang beserta Tim PPK Ormawa Himagri melakukan pembenahan menyeluruh terhadap seluruh aspek pelaksanaan program. Upaya ini mencerminkan komitmen kuat generasi muda Agribisnis UMM dalam menghadirkan pengabdian berbasis ilmu, teknologi, dan kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat desa. Dalam persiapan tersebut, tim melakukan evaluasi internal secara mendalam, mulai dari peninjauan laporan, penyesuaian strategi pemberdayaan, hingga penyempurnaan luaran program. Pembenahan ini dilakukan agar setiap elemen kegiatan, baik administratif maupun implementatif, selaras dengan standar Abdidaya yang menekankan kebermanfaatan, keberlanjutan, dan inovasi. Salah satu fokus utama persiapan adalah optimalisasi inovasi Smart Farming “Solarsonic IoT Guard”, perangkat yang dirancang untuk membantu petani menghadapi tantangan hama secara lebih efektif. Tim memastikan bahwa alat bekerja dengan stabil di lapangan, memperbarui dokumentasi teknis, serta melakukan pendampingan lanjutan kepada petani agar pemanfaatannya semakin maksimal. Upaya ini tidak hanya menegaskan kesiapan tim dalam menghadapi proses evaluasi, tetapi juga menunjukkan kesungguhan mereka untuk meninggalkan dampak jangka panjang di desa binaan. Selain pemantapan inovasi, tim Himagri juga menguatkan aspek non-teknis melalui penguatan koordinasi dengan mitra desa, penyempurnaan modul edukatif, dan penyusunan data pendukung berbasis evidensi lapangan. Pendekatan ini mendapat apresiasi dari pembimbing program yang menilai bahwa persiapan tersebut mencerminkan kedewasaan mahasiswa dalam menyusun program pengabdian yang sistematis dan berbasis kebutuhan riil. Pembenahan total yang dilakukan Agribisnis UMM menjadi bukti bahwa generasi muda tidak hanya hadir sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai perancang solusi yang adaptif, reflektif, dan bertanggung jawab. Dengan persiapan matang ini, Tim PPK Ormawa Himagri optimis dapat memberikan hasil terbaik dalam Abdidaya 2025 sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat desa mitra.

Bangga Jadi Bagian Agribisnis UMM! Tim PPK Ormawa Torehkan Capaian Gemilang di Visitasi Abdidaya 2025

Inovasi Smart Farming “Solarsonic IoT Guard” Jadi Sorotan dalam Evaluasi Lapangan Asesor Belmawa Malang, 15 November 2025 — Tim PPK Ormawa Himpunan Mahasiswa Agribisnis (Himagri) Universitas Muhammadiyah Malang kembali menunjukkan performa unggul pada rangkaian Visitasi Abdidaya 2025. Dalam kegiatan ini, tim memaparkan capaian program secara komprehensif di hadapan Asesor Belmawa, menampilkan progres nyata yang berorientasi pada penguatan kapasitas petani serta penerapan teknologi adaptif di desa mitra. Pada sesi visitasi, asesor melakukan peninjauan langsung terhadap lokasi implementasi program sekaligus menilai konsistensi antara laporan, kegiatan lapangan, dan dampak bagi masyarakat. Tim Himagri menyampaikan perkembangan program dengan struktur pemaparan yang runtut, mulai dari pemetaan kebutuhan desa, perumusan solusi, hingga hasil terukur yang telah dicapai selama periode pelaksanaan. Data yang dipresentasikan memperlihatkan peningkatan pemahaman petani terhadap praktik budidaya berkelanjutan serta bertambahnya jumlah lahan yang menerapkan teknik pengendalian hama terintegrasi. Salah satu aspek yang mendapat perhatian khusus adalah inovasi unggulan mahasiswa, Smart Farming “Solarsonic IoT Guard”. Perangkat ini dikembangkan sebagai instrumen pendukung pengawasan hama berbasis energi surya dan Internet of Things (IoT). Melalui sistem sensor otomatis, alat ini mampu memberikan peringatan dini dan memfasilitasi pengambilan keputusan yang lebih cepat bagi petani. Asesor menilai inovasi tersebut relevan, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan pertanian desa yang menghadapi tantangan serangan hama yang fluktuatif. Respons positif juga diberikan terhadap model pendampingan yang diterapkan tim Himagri, yang tidak hanya fokus pada penyediaan alat, tetapi juga mencakup pelatihan teknis, penyusunan modul sederhana untuk petani, serta kegiatan monitoring berkala. Pendekatan ini dinilai memperkuat keberlanjutan program karena membangun kapasitas masyarakat untuk mengadopsi teknologi secara mandiri. Melalui capaian ini, Agribisnis UMM kembali menegaskan komitmennya sebagai program studi yang aktif menggerakkan mahasiswa untuk menjadi agen perubahan di sektor pertanian. Keberhasilan tim PPK Ormawa Himagri dalam Visitasi Abdidaya 2025 menjadi kebanggaan tidak hanya bagi program studi, tetapi juga bagi seluruh sivitas akademika UMM yang terus mendorong kolaborasi, inovasi, dan pengabdian berbasis ilmu pengetahuan.

Dari Kampus ke Desa: Mahasiswa Agribisnis UMM Hadirkan Solusi Nyata Atasi Hama Pertanian

Presentasi Program PPK Ormawa Himagri Tegaskan Peran Inovasi “Solarsonic IoT Guard” dalam Penguatan Ketahanan Pertanian Desa Malang, 13 November 2025 — Mahasiswa Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang melalui tim PPK Ormawa Himagri kembali memperlihatkan keseriusan mereka dalam menghadirkan pengabdian berbasis inovasi. Pada sesi pemaparan capaian di hadapan Asesor Belmawa, tim menyampaikan perkembangan program dengan pendekatan analitis dan terukur, menekankan kontribusi mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas pertanian desa binaan. Dalam forum tersebut, tim memaparkan rangkaian aktivitas pemberdayaan yang telah dijalankan, mulai dari pendampingan petani, pelatihan teknis, hingga penguatan tata kelola produksi. Laporan disusun berdasarkan data lapangan yang telah diverifikasi, sehingga memberikan gambaran objektif mengenai hasil intervensi program. Penekanan diberikan pada aspek keberlanjutan dan kesiapan masyarakat untuk melanjutkan praktik baik setelah program berakhir. Salah satu poin yang menjadi perhatian asesor adalah inovasi Smart Farming “Solarsonic IoT Guard”, perangkat yang dikembangkan mahasiswa untuk membantu petani mengidentifikasi potensi hama secara dini. Teknologi ini menggabungkan sensor IoT, panel surya, serta sistem notifikasi otomatis, sehingga petani dapat memantau kondisi lahan tanpa harus melakukan pengawasan manual secara terus-menerus. Kehadiran inovasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi kerja petani, tetapi juga memperkuat ketahanan produksi terhadap serangan hama. Asesor Belmawa memberikan tanggapan positif terhadap keselarasan antara kebutuhan desa dan solusi teknologi yang dihadirkan mahasiswa. Selain itu, penyusunan laporan yang sistematis dan argumentatif dinilai mencerminkan kompetensi akademik serta kemampuan mahasiswa dalam mengintegrasikan ilmu dengan praktik di lapangan. Melalui kegiatan ini, Agribisnis UMM kembali menunjukkan komitmennya dalam melahirkan mahasiswa yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap tantangan dunia pertanian. Tim PPK Ormawa Himagri berharap inovasi Solarsonic IoT Guard dapat diadopsi lebih luas, sehingga mampu memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan produktivitas dan keamanan hasil pertanian masyarakat desa.

Bukti Nyata Mahasiswa Mengabdi: Tim Agribisnis UMM Tunjukkan Kinerja Unggul di Hadapan Asesor

Inovasi Smart Farming “Solarsonic IoT Guard” Perkuat Presentasi Capaian Program PPK Ormawa Himagri Malang, 11 November 2025 — Tim PPK Ormawa Himpunan Mahasiswa Agribisnis (Himagri) Universitas Muhammadiyah Malang menegaskan komitmennya dalam pengabdian berbasis riset dan penerapan teknologi melalui agenda presentasi capaian program di hadapan Asesor Belmawa. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan konsistensi kinerja, transparansi laporan, serta kontribusi nyata mahasiswa dalam penguatan kapasitas pertanian masyarakat. Dalam presentasi tersebut, tim Himagri memaparkan perkembangan program secara sistematis dan berbasis data. Laporan yang disampaikan mencakup progres kegiatan, output program, hingga dampak sosial-ekonomi pada desa binaan. Pendekatan transparan dan akuntabel ini mendapat perhatian positif karena menyajikan gambaran yang komprehensif terkait keberhasilan implementasi program di lapangan. Salah satu aspek yang mendapat penekanan dalam sesi ini adalah inovasi utama yang dikembangkan mahasiswa, yakni Smart Farming “Solarsonic IoT Guard”. Teknologi ini mengintegrasikan energi surya dengan sistem sensor cerdas berbasis Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, dan respons pertanian terhadap perubahan kondisi lingkungan. Inovasi tersebut menjadi representasi kemampuan mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu agribisnis secara interdisipliner dan berorientasi masa depan. Asesor Belmawa memberikan apresiasi atas kualitas pemaparan, ketepatan data, serta relevansi inovasi yang diajukan. Penilaian tersebut memperkuat posisi Agribisnis UMM sebagai program studi yang aktif mendorong mahasiswa untuk berkarya, berinovasi, dan berkontribusi bagi masyarakat melalui pendekatan ilmiah dan berkelanjutan. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Tim PPK Ormawa Himagri UMM berharap dapat terus memperluas implementasi teknologi pertanian cerdas dan meningkatkan kualitas program pemberdayaan, sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi desa mitra serta memperkuat ekosistem agribisnis berbasis teknologi di tingkat lokal.