Agribisnis UMM Tampilkan Keunggulan Program Studi dalam Kunjungan Promosi ke SMA Negeri 1 Bantur

Strategi Pengenalan Program Studi dan Peluang Studi bagi Calon Mahasiswa Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperkuat promosi pendidikan tinggi melalui kegiatan kunjungan pengenalan program studi ke sekolah menengah. Salah satunya dilaksanakan di SMA Negeri 1 Bantur, Kabupaten Malang, pada 9 Januari 2026. Dipimpin oleh Ketua Program Studi Agribisnis UMM, M. Zul Mazwan, S.P., M.Sc., kegiatan ini menampilkan berbagai keunggulan Agribisnis UMM sebagai program studi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan wirausaha. Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa Agribisnis UMM dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan manajerial, analitis, dan kewirausahaan di sektor pertanian. Tim dosen Agribisnis yang terdiri dari Dr. Ir. Anas Tain, M.M., Yohana Agustina, S.P., M.Sc., dan Wahid Muhammad Shodiq, S.P., M.P., turut memperkenalkan pengalaman belajar, aktivitas mahasiswa, serta peluang pengembangan kompetensi selama perkuliahan. Penyampaian dilakukan secara ringkas dan aplikatif untuk memberikan gambaran nyata kepada siswa. Selain menjelaskan keunggulan akademik, kegiatan ini juga memuat informasi mengenai prospek lulusan Agribisnis, jalur Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), serta kesempatan memperoleh beasiswa. Hal ini diharapkan dapat membantu siswa dalam mempertimbangkan pilihan studi yang sesuai dengan minat dan rencana masa depan mereka. Melalui kunjungan promosi ini, Program Studi Agribisnis UMM berkomitmen untuk terus menghadirkan informasi pendidikan tinggi yang mudah diakses dan relevan bagi calon mahasiswa, khususnya di wilayah Kabupaten Malang.

Agribisnis UMM Menyapa Siswa SMA Negeri 1 Bantur melalui Kunjungan Promosi Kampus

Pengenalan Profil, Prospek Studi, dan Beasiswa Disampaikan Secara Langsung Program Studi *Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan kegiatan kunjungan promosi dan sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) ke SMA Negeri 1 Bantur, Kabupaten Malang, pada Jumat, 9 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi bentuk pendekatan langsung Program Studi Agribisnis kepada calon mahasiswa dalam mengenalkan dunia perkuliahan dan pilihan studi yang tersedia. Kunjungan tersebut dipimpin oleh Ketua Program Studi Agribisnis UMM, M. Zul Mazwan, S.P., M.Sc. , yang menyampaikan pengenalan singkat mengenai profil Program Studi Agribisnis, karakter pembelajaran, serta lingkungan akademik yang akan ditemui mahasiswa selama masa studi. Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif agar mudah dipahami oleh siswa. Dalam kegiatan ini, siswa diperkenalkan pada keunggulan Agribisnis UMM, termasuk proses pembelajaran yang aplikatif, keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kegiatan akademik dan nonakademik, serta dukungan dosen dalam pengembangan minat dan potensi mahasiswa. Agribisnis diposisikan sebagai program studi yang fleksibel dan memiliki ruang pengembangan karier yang luas. Turut hadir Dr. Ir. Anas Tain, M.M., Yohana Agustina, S.P., M.Sc., dan Wahid Muhammad Shodiq, S.P., M.P., yang berinteraksi langsung dengan siswa melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Selain prospek studi dan karier, siswa juga mendapatkan informasi mengenai jalur PMB serta berbagai peluang beasiswa yang dapat diakses oleh calon mahasiswa. Melalui kunjungan ini, Program Studi Agribisnis UMM berharap dapat membantu siswa SMA Negeri 1 Bantur dalam mengenal pilihan pendidikan tinggi secara lebih dekat dan terarah.

Agribisnis UMM Perkenalkan Profil dan Keunggulan Program Studi di SMA Negeri 1 Bantur Malang

Kunjungan Promosi dan Sosialisasi PMB Bersama Ketua Program Studi dan Dosen Agribisnis Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan kegiatan kunjungan promosi serta pengenalan profil dan keunggulan program studi ke SMA Negeri 1 Bantur, Kabupaten Malang, pada Jumat, 9 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi langsung kepada siswa mengenai pilihan studi, prospek lulusan, serta peluang melanjutkan pendidikan tinggi di bidang agribisnis. Kunjungan tersebut dipimpin oleh Ketua Program Studi Agribisnis UMM, M. Zul Mazwan, S.P., M.Sc., yang memperkenalkan gambaran umum Program Studi Agribisnis, arah pengembangan kurikulum, serta karakter lulusan yang ingin dibentuk. Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa Agribisnis UMM dirancang untuk menjawab kebutuhan dunia kerja dan wirausaha dengan mengintegrasikan aspek pertanian, manajemen, dan bisnis secara aplikatif. Selain pengenalan profil program studi, siswa juga mendapatkan penjelasan mengenai keunggulan Agribisnis UMM, mulai dari proses pembelajaran yang kontekstual, dukungan dosen yang kompeten di bidangnya, hingga berbagai aktivitas akademik dan nonakademik yang menunjang pengembangan mahasiswa. Agribisnis UMM menekankan pembelajaran yang dekat dengan realitas lapangan. Dalam kesempatan ini, tim dosen Agribisnis yang terdiri dari Dr. Ir. Anas Tain, M.M., Yohana Agustina, S.P., M.Sc., dan Wahid Muhammad Shodiq, S.P., M.P., turut berpartisipasi dalam menyampaikan informasi promosi serta berdialog langsung dengan siswa. Melalui interaksi tersebut, siswa diajak mengenal lebih dekat dunia perkuliahan Agribisnis, pengalaman belajar, serta peluang pengembangan diri selama menjadi mahasiswa. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menyampaikan informasi terkait prospek studi dan karier lulusan Agribisnis, yang meliputi bidang wirausaha, industri pangan dan agro, lembaga pemerintahan, hingga sektor pengembangan masyarakat. Selain itu, siswa mendapatkan informasi mengenai berbagai jalur Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) serta kesempatan memperoleh beasiswa yang disediakan oleh Universitas Muhammadiyah Malang. Melalui kunjungan promosi ini, Program Studi Agribisnis UMM berharap dapat memberikan gambaran yang jelas dan komprehensif kepada siswa SMA Negeri 1 Bantur mengenai pilihan studi di bidang agribisnis, sekaligus mendorong minat mereka untuk melanjutkan pendidikan tinggi dan bergabung sebagai calon mahasiswa Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang.

Agribisnis UMM Bersinergi dengan Lima Prodi FPP dalam Promosi ke Sekolah

Kunjungan Promosi PMB Menampilkan Agribisnis sebagai Pilihan Studi Unggulan di FPP UMM Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan kunjungan promosi dan sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) ke SMK Negeri 1 Kota Malang pada Jumat, 9 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan Agribisnis sebagai pilihan studi yang relevan, aplikatif, dan memiliki prospek luas bagi lulusan sekolah menengah kejuruan. Kegiatan kunjungan ini dihadiri oleh Wakil Dekan II Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) UMM, Ganjar Adhywirawan Sutarjo, S.Pi., M.P., yang menyampaikan dukungan fakultas terhadap penguatan promosi Agribisnis sebagai salah satu program studi unggulan di lingkungan FPP. Dalam sosialisasi tersebut, Agribisnis diperkenalkan secara komunikatif kepada siswa sebagai program studi yang memadukan bidang pertanian dengan manajemen usaha, kewirausahaan, dan peluang karier di sektor agro dan pangan. Penyampaian materi dirancang agar dekat dengan kebutuhan dan minat siswa SMK yang tengah mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan tinggi. Turut hadir Ketua PMB UMM, Aulia Zakia, S.P., M.Si., yang memberikan penjelasan mengenai jalur pendaftaran, jadwal seleksi, serta layanan informasi bagi calon mahasiswa baru. Sementara itu, Humas Program Studi Agribisnis, Festy Putri Ramadhani, S.P., M.P., berperan aktif dalam menyampaikan materi promosi serta membangun interaksi langsung dengan siswa. Melalui kegiatan promosi ini, Agribisnis UMM berharap dapat meningkatkan minat siswa SMK Negeri 1 Kota Malang untuk bergabung sebagai mahasiswa baru serta menjadi bagian dari generasi muda yang siap berkembang bersama Universitas Muhammadiyah Malang.

Agribisnis UMM Jadi Wajah Promosi FPP dalam Kunjungan ke SMK Negeri 1 Kota Malang

Sosialisasi PMB Menampilkan Keunggulan Agribisnis sebagai Program Studi Strategis Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi fokus utama dalam kegiatan kunjungan promosi dan sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) di SMK Negeri 1 Kota Malang, Jumat, 9 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi promosi fakultas dengan menonjolkan Agribisnis sebagai program studi yang relevan dan diminati. Kunjungan tersebut dihadiri oleh Wakil Dekan II FPP UMM, Ganjar Adhywirawan Sutarjo, S.Pi., M.P., yang menyampaikan pengantar mengenai FPP UMM serta mendukung peran Agribisnis sebagai representasi kekuatan fakultas dalam menjawab kebutuhan dunia kerja dan kewirausahaan. Dalam sosialisasi ini, Agribisnis diperkenalkan secara komunikatif kepada siswa sebagai program studi yang tidak hanya membahas pertanian, tetapi juga bisnis, manajemen, dan peluang usaha di sektor pangan dan agroindustri. Penjelasan disampaikan dengan pendekatan yang dekat dengan dunia siswa SMK agar mudah dipahami dan menarik minat. Turut hadir Ketua PMB UMM, Aulia Zakia, S.P., M.Si., yang memberikan informasi teknis terkait jalur pendaftaran, waktu seleksi, serta berbagai pilihan beasiswa. Sementara itu, Humas Prodi Agribisnis, Festy Putri Ramadhani, S.P., M.P., berperan aktif dalam menyampaikan materi promosi program studi serta membangun interaksi langsung dengan peserta.Melalui kegiatan ini, Agribisnis UMM diharapkan semakin dikenal sebagai pilihan studi yang prospektif dan aplikatif bagi lulusan SMK yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi.

Agribisnis UMM Menyapa Sekolah, Menjemput Calon Mahasiswa Masa Depan

FPP UMM Laksanakan Kunjungan Promosi dan Sosialisasi PMB di SMK Negeri 1 Kota Malang Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan kunjungan promosi dan sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) ke SMK Negeri 1 Kota Malang pada Jumat, 9 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda fakultas dalam memperkenalkan pilihan studi dan peluang pendidikan tinggi kepada siswa tingkat sekolah menengah. Kunjungan tersebut dihadiri oleh Wakil Dekan II FPP UMM, Ganjar Adhywirawan Sutarjo, S.Pi., M.P., yang menyampaikan gambaran umum mengenai Fakultas Pertanian dan Peternakan UMM, termasuk keunggulan akademik, fasilitas pendukung, serta lingkungan kampus yang kondusif bagi pengembangan mahasiswa. Dalam kegiatan ini, Program Studi Agribisnis diperkenalkan sebagai salah satu program unggulan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan wirausaha. Siswa mendapatkan informasi mengenai prospek lulusan, pengalaman perkuliahan, serta aktivitas kemahasiswaan yang mendukung pengembangan minat dan bakat. Turut hadir Ketua PMB UMM, Aulia Zakia, S.P., M.Si., yang memberikan penjelasan mengenai jalur pendaftaran, jadwal seleksi, serta berbagai kesempatan beasiswa yang dapat diakses oleh calon mahasiswa. Sementara itu, Humas Prodi Agribisnis, Festy Putri Ramadhani, S.P., M.P., berperan dalam menyampaikan informasi promosi program studi secara komunikatif dan interaktif. Melalui kunjungan ini, FPP UMM berharap siswa SMK Negeri 1 Kota Malang dapat memperoleh gambaran yang jelas mengenai pilihan studi di bidang pertanian dan peternakan, serta termotivasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Muhammadiyah Malang.

Mahasiswa Agribisnis UMM Perdalam Riset Jagung Unggul di Thailand melalui Program Student Exchange

Pengalaman Akademik Internasional di Kasetsart University Perkuat Kompetensi Riset dan Daya Saing Global Mahasiswa Agribisnis UMM Komitmen Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam mencetak lulusan berdaya saing global kembali dibuktikan melalui kiprah Akhmad Murtadho, mahasiswa Agribisnis UMM, yang mengikuti program student exchange di Kasetsart University, Thailand selama lima bulan. Terhitung sejak Juli hingga Desember 2025, Akhmad Murtadho yang akrab disapa Dodo menempuh pengalaman akademik internasional di salah satu perguruan tinggi terkemuka di Asia Tenggara dalam bidang pertanian dan agribisnis. Program ini tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga memperkuat kompetensi riset, komunikasi global, serta pemahaman sistem pertanian modern berbasis sains. Selama mengikuti program tersebut, Dodo terlibat langsung dalam kegiatan akademik dan riset di National Corn and Sorghum Research Center (Suwan Farm) yang berlokasi di Pak Chong, Provinsi Nakhon Ratchasima. Pusat riset ini dikenal sebagai laboratorium alam unggulan yang menjadi rujukan pengembangan inovasi pertanian di Thailand. Fokus utama riset yang dipelajari adalah pemuliaan tanaman (plant breeding), khususnya pada pengembangan varietas jagung unggul Suwan 1. Varietas ini merupakan hasil riset jangka panjang berbasis germplasm internasional dan dikenal memiliki ketahanan tinggi terhadap penyakit downy mildew (bulai), serta telah menjadi tulang punggung pertanian jagung Thailand sejak dekade 1970-an. “Di Suwan Farm, kami tidak hanya melihat kebun, tetapi memahami bagaimana riset varietas jagung dikembangkan secara ilmiah, diuji ketahanannya, hingga diintegrasikan ke dalam sistem pertanian berkelanjutan,” ungkap Dodo. Selain memperdalam aspek hulu pertanian, Dodo juga mempelajari rantai nilai dan hilirisasi produk agribisnis, termasuk kolaborasi strategis Suwan Farm dengan lembaga riset internasional seperti CIMMYT (International Maize and Wheat Improvement Center). Salah satu praktik menarik yang diamati adalah pengembangan produk turunan jagung, seperti susu jagung UHT (corn milk), yang menunjukkan keterpaduan riset dan inovasi industri. Pengalaman akademik di Kasetsart University juga memberikan atmosfer pembelajaran yang inklusif dan multikultural. Mahasiswa dari berbagai negara belajar dalam satu kelas dengan bahasa Inggris sebagai pengantar utama, sehingga secara langsung mengasah kemampuan komunikasi internasional dan sensitivitas lintas budaya. “Dalam satu kelas, mahasiswa datang dari berbagai negara. Kami belajar bukan hanya ilmu, tetapi juga perspektif budaya dan cara berpikir yang berbeda. Ini pengalaman yang sangat berharga,” tambahnya. Sebagai mahasiswa Agribisnis UMM, Dodo menilai pengalaman ini relevan dan kontekstual dengan keilmuan yang dipelajari di kampus. Integrasi antara teori akademik, riset lapangan, dan praktik agribisnis internasional menjadi bekal strategis untuk pengembangan sektor pertanian Indonesia ke depan. Menutup pengalamannya, Dodo menegaskan komitmennya untuk mengadaptasi metodologi riset dan pendekatan teknologi pertanian yang dipelajarinya di Thailand agar dapat diterapkan dalam konteks agribisnis nasional. “Apa yang saya pelajari di sana ingin saya terapkan di Indonesia, terutama dalam hal metodologi riset pertanian dan bagaimana menghubungkan teori akademik dengan praktik nyata di lapangan,” pungkasnya. Keikutsertaan Akhmad Murtadho dalam program student exchange ini semakin menegaskan posisi Program Studi Agribisnis UMM sebagai program unggulan yang aktif mendorong internasionalisasi, riset aplikatif, serta pengembangan sumber daya manusia pertanian yang adaptif, inovatif, dan berwawasan global.

Menutup Program, Membuka Masa Depan Pertanian: Penutupan PPK Ormawa HIMAGRI dengan SolarSonic Guard sebagai Smart Farming 5.0 di Desa Ampeldento

Inovasi Alat Pengusir Hama Tikus dan Burung Berbasis Smart Farming 5.0 dalam Program PPK Ormawa HIMAGRI Desa Ampeldento Ampeldento, Karangploso Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Agribisnis (HIMAGRI) resmi ditutup pada Kamis, 18 Desember 2025, bertempat di Desa Ampeldento, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Kegiatan penutupan ini menjadi puncak rangkaian program pengabdian masyarakat yang berfokus pada penerapan inovasi teknologi pertanian berbasis Smart Farming 5.0. Dalam kegiatan tersebut, HIMAGRI memperkenalkan dan menyerahkan inovasi SolarSonic Guard, sebuah alat pengusir hama tikus dan burung yang dirancang untuk membantu petani padi dalam meningkatkan efisiensi pengendalian hama. Teknologi ini memanfaatkan sistem gelombang suara dan energi surya sebagai sumber daya utama, sehingga ramah lingkungan dan berkelanjutan. SolarSonic Guard merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat desa sebagai solusi atas permasalahan hama yang selama ini berdampak pada penurunan hasil panen padi. Melalui inovasi ini, kami berharap petani dapat mengurangi kerugian akibat serangan hama tanpa bergantung pada bahan kimia berlebihan. Acara penutupan dihadiri oleh perangkat desa, perwakilan petani, dosen pendamping, serta anggota HIMAGRI. Selain seremoni penutupan, kegiatan juga diisi dengan pemaparan hasil program, demonstrasi penggunaan alat SolarSonic Guard, serta penyerahan simbolis alat kepada perwakilan kelompok tani Desa Ampeldento. Merancang SolarSonic Guard sebagai alat pengusir hama yang lebih efektif dan mudah digunakan. Teknologi ini bekerja dengan memanfaatkan gelombang suara tertentu yang tidak disukai oleh hama, sehingga mampu mengusir tikus dan burung tanpa merusak tanaman padi. Selain itu, alat ini menggunakan sumber energi surya, sehingga lebih hemat energi dan ramah lingkungan. Dengan adanya inovasi SolarSonic Guard, petani diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan bahan kimia dan racun hama yang berisiko merusak lingkungan serta kesehatan. Pengendalian hama secara alami dan berkelanjutan ini diharapkan mampu menekan tingkat kerugian akibat serangan hama, meningkatkan hasil panen, serta mendukung penerapan pertanian modern berbasis Smart Farming 5.0 di Desa Ampeldento. Dengan terselenggaranya acara penutupan ini, diharapkan seluruh inovasi dan pengetahuan yang telah diberikan melalui program PPK Ormawa HIMAGRI dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat, sehingga mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan pertanian di Desa Ampeldento ke depannya.

Agribisnis UMM Tegaskan Komitmen Inovasi dan Pemberdayaan Desa melalui Penutupan PPK ORMAWA HIMAGRI

Penutupan PPK ORMAWA di Desa Ampel Tendo sebagai Refleksi Implementasi Inovasi Smart Farming Berbasis IoT Himpunan Mahasiswa Agribisnis (HIMAGRI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) secara resmi menutup rangkaian kegiatan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA) dalam sebuah acara yang diselenggarakan di Balai Desa Ampel Tendo. Kegiatan penutupan ini menjadi momentum evaluatif atas implementasi program pemberdayaan masyarakat yang berbasis inovasi teknologi pertanian dan keilmuan agribisnis. Sebagai bagian dari pelaksanaan PPK ORMAWA, HIMAGRI UMM mengusung program kerja unggulan bertajuk Inovasi Smart Farming SolarSonic IoT Guard, yaitu alat pengusir hama yang memanfaatkan energi surya dengan sistem kontrol digital berbasis Internet of Things (IoT). Inovasi ini dikembangkan sebagai solusi adaptif terhadap permasalahan hama pertanian yang dihadapi masyarakat desa, sekaligus mencerminkan integrasi antara ilmu agribisnis, teknologi, dan keberlanjutan lingkungan. Peran Agribisnis UMM dalam Implementasi Teknologi Pertanian Berkelanjutan Program Smart Farming SolarSonic IoT Guard yang telah diimplementasikan selama PPK ORMAWA menjadi salah satu capaian utama yang direfleksikan dalam kegiatan penutupan. Mahasiswa Agribisnis UMM tidak hanya berperan sebagai pelaksana teknis, tetapi juga sebagai fasilitator transfer pengetahuan kepada masyarakat desa terkait pemanfaatan teknologi tepat guna dalam sistem usaha tani. Keunggulan Agribisnis UMM tercermin dari kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan inovasi berbasis riset serta mengintegrasikannya dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat. Hal ini menunjukkan peran strategis Agribisnis UMM sebagai institusi akademik yang mendorong transformasi pertanian melalui pendekatan ilmiah, inovatif, dan berorientasi pada keberlanjutan. Penutupan PPK ORMAWA dan Pemberian Cinderamata sebagai Simbol Apresiasi dan Keberlanjutan Kolaborasi Acara penutupan PPK ORMAWA HIMAGRI di Balai Desa Ampel Tendo juga dirangkaikan dengan pemberian cinderamata kepada pemerintah Desa Ampel Tendo sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan kerja sama selama pelaksanaan program. Simbolisasi ini menegaskan komitmen Agribisnis UMM dalam membangun kemitraan yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat desa. Melalui penutupan PPK ORMAWA ini, Agribisnis UMM kembali menegaskan perannya dalam pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat berbasis inovasi agribisnis. Diharapkan, kolaborasi yang telah terjalin dapat terus berlanjut dalam mendukung pengembangan desa yang mandiri, adaptif terhadap teknologi, dan berdaya saing di sektor pertanian.

Memperkuat Hilirisasi Kopi Nasional, Agribisnis UMM Bahas Peluang Kolaborasi dengan SCOPI

Jakarta, – Upaya memperkuat hilirisasi kopi nasional kembali mengemuka dalam pertemuan antara Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI), Jakarta. Dalam pertemuan ini, dosen Humas Agribisnis UMM mendiskusikan peluang kerja sama yang meliputi pengembangan akademik, pemberdayaan masyarakat, hingga inovasi produk kopi berbasis riset ilmiah. SCOPI, sebagai lembaga yang berfokus pada keberlanjutan kopi Indonesia, menilai peran kampus menjadi kunci dalam memperkuat koneksi pengetahuan ilmiah dengan kebutuhan industri. Diskusi berfokus pada tiga area utama, yaitu peningkatan kualitas budidaya kopi, manajemen pascapanen, dan pengembangan pemasaran produk turunan kopi yang memiliki nilai tambah. Agribisnis UMM menegaskan komitmennya untuk memperkuat pendidikan agribisnis berbasis praktik industri. Melalui kolaborasi dengan SCOPI, mahasiswa berkesempatan mengikuti magang, workshop, serta penelitian terapan yang relevan dengan dinamika lapangan. Di sisi lain, dosen UMM berpotensi terlibat dalam pendampingan petani, publikasi ilmiah, dan program peningkatan kapasitas SDM pertanian. SCOPI menyambut baik arah diskusi tersebut dan membuka opsi kerja sama jangka panjang, termasuk kolaborasi riset, seminar tematik, dan pengembangan inovasi kopi berkelanjutan di tingkat UMKM maupun industri regional. Kolaborasi ini dinilai dapat meningkatkan daya saing kopi Indonesia di pasar global, sekaligus memperkuat mata rantai agribisnis dari hulu hingga hilir. Tahap lanjutan dijadwalkan untuk menyusun rencana kerja bersama, termasuk pemetaan kebutuhan riset, pembentukan tim teknis, serta desain program kolaboratif yang dapat diimplementasikan di lapangan. UMM menyatakan optimisme, pertemuan ini menjadi pintu masuk bagi kemitraan strategis yang berdampak luas bagi akademisi, mahasiswa, dan masyarakat tani kopi.