Workshop Penulisan Buku Ajar Dorong Produktivitas Dosen UMM

Malang, 12 Desember 2024 – Workshop “Penulisan Buku Ajar Sesuai Dengan Ketentuan Pemerintah dan KUM Dosen” yang diselenggarakan di Kapal Garden Hotel pada Selasa (10/12) mendapat sambutan positif dari pihak UMM Press. Ahmad Andi Firmansah, S.Pd. dan Septian Rizal Pratama, S.E. selaku perwakilan UMM Press menyampaikan bahwa kegiatan ini membawa manfaat signifikan bagi berbagai pihak. “Kegiatan seperti ini sangat penting untuk prodi dan fakultas. Selain meningkatkan produktivitas dosen dalam menulis, workshop ini juga memberikan keuntungan bagi penerbit karena dapat meningkatkan jumlah naskah yang masuk,” ungkap Ahmad Andi. Septian Rizal menambahkan bahwa luaran dari workshop ini bermanfaat untuk kepentingan kampus dan program studi, terutama dalam hal akreditasi. Menurutnya, waktu pelaksanaan yang ideal adalah menjelang akhir tahun, awal tahun, atau awal perkuliahan. Untuk pengembangan ke depan, pihak UMM Press berharap dapat memperluas skala kegiatan melalui kolaborasi dengan fakultas. “Saat ini pesertanya masih dalam skala prodi, ke depan kami berharap bisa diperbesar menjadi skala fakultas sehingga lebih banyak dosen yang dapat menghasilkan karya,” tutup Septian.
Dosen Agribisnis UMM Ikuti Workshop Kurikulum OBE Bersama Dr. Dyah Ekowati

Malang, 12 Desember 2024 – Workshop peninjauan kurikulum Output Based Education (OBE) digelar Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Selasa (10/12) di Kapal Garden Hotel, Sengkaling. Workshop ini menjadi momentum penting dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran di tengah era digital. Dr. Dyah Worowirastri Ekowati, M.Pd. dalam paparannya menjelaskan bahwa kurikulum OBE merupakan sistem pendidikan yang menekankan pada hasil konkret pembelajaran. “Setiap mata kuliah harus memiliki output yang jelas. Mahasiswa harus mampu menghasilkan sesuatu dari mata kuliah yang mereka program,” jelasnya. Lebih lanjut, Dr. Dyah memaparkan bahwa perguruan tinggi memiliki indikator kinerja utama yang harus dipatuhi, termasuk ketentuan minimal 50% perkuliahan harus menghasilkan produk dari proyek. “Setiap lima tahun, generasi mahasiswa berubah dengan kebutuhan yang berbeda. Lima tahun lalu belum ada TikTok, sekarang media sosial sudah menjadi bagian integral dari pembelajaran,” ungkap Dr. Dyah. Ia menambahkan bahwa gaya belajar mahasiswa juga telah berkembang, tidak hanya sekadar visual, audio, dan kinestetik, tetapi juga mencakup kemampuan membaca dan menulis yang lebih kompleks. Dalam menghadapi era digital, Dr. Dyah menekankan pentingnya integrasi teknologi AI dalam pembelajaran. “Kita harus berdampingan dengan AI. Mahasiswa sudah menggunakan ChatGPT dalam pembelajaran mereka. Yang penting adalah bagaimana mengembangkan aspek sikap dan keterampilan yang sulit digantikan AI,” terangnya. Workshop ini merupakan bagian dari program pendampingan berkelanjutan yang akan dilanjutkan pada semester mendatang. “Semester depan kita masih akan melakukan pendampingan peninjauan kurikulum karena mata kuliahnya berbeda dan koordinatornya juga berbeda,” jelas Dr. Dyah. Melalui workshop ini, diharapkan para dosen dapat terus meningkatkan kompetensi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi sambil tetap mempertahankan kualitas pembelajaran yang berfokus pada pengembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan mahasiswa secara komprehensif.
Agribisnis UMM Gelar Workshop Kelas Kolaboratif-Partisipatif: Dr. Yudi Salampessy Berbagi Pengalaman 10 Tahun Student Centered Learning

Malang, 12 Desember 2024 – Rabu lalu (11/12) Program Studi Agribisnis UMM sukses adakan workshop khusus dosen bertajuk “Workshop Kelas Kolaboratif Partisipatif.” Acara tersebut menghadirkan seorang dosen ahli di bidang Komunikasi Pertanian dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Dr. Yudi A. Salampessy, S.E., M.Si.. Ketua Prodi Agribisnis, Ary Bakhtiar menuturkan bahwa di workshop ini selain mendapatkan ilmu baru, juga menjadi ajang mempererat silaturahmi dan ajang bertukar pikiran dan pengalaman antar dua universitas tersebut. Lebih lanjut ia berharap workshop tersebut dapat meningkatkan mutu pembelajaran di lingkungan prodi Agribisnis. Dalam workshop ini, Dr. Yudi A. Salampessy memaparkan pentingnya metode pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa atau student centered learning. Beliau menjelaskan bahwa project-based dan case-based learning merupakan bentuk dari kelas kolaboratif partisipatif yang termasuk dalam metode pembelajaran ini “Metode project-based dan case-based berbeda dengan metode pembelajaran yang berpusat pada dosen seperti ceramah, atau yang berpusat pada materi seperti membaca,” ujar Dr. Yudi. Beliau menekankan bahwa dalam pembelajaran berpusat pada mahasiswa, dosen berperan sebagai fasilitator pembelajaran, memberikan ruang kreativitas mahasiswa yang tidak dibatasi oleh ruang kelas dan relasi dosen-mahasiswa. Dr. Yudi juga berbagi pengalaman implementasi metode ini di kampusnya. “Di kampus kami, penerapannya belum mencapai 70%, namun program ini sudah berjalan sekitar 10 tahun, dimulai sebelum era Kurikulum Merdeka,” jelasnya. Implementasi dilakukan secara bertahap mengingat student centered learning memiliki banyak tipe dan model. Menanggapi workshop yang diadakan UMM, Dr. Yudi memberikan apresiasi positif. “Bagus UMM mengadakan workshop ini karena jadi bisa berkolaborasi dengan PTN lain,” ujarnya. Beliau juga menyarankan agar penerapan metode ini dilakukan secara bertahap, “Bisa dimulai dari 25% dulu, baru 50%, dan seterusnya. Tidak perlu terburu-buru dalam implementasi, bisa dilakukan secara perlahan,” tambahnya. Workshop ini menjadi langkah positif bagi UMM dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan adanya pertukaran pengetahuan dan pengalaman seperti ini, diharapkan dapat mendorong inovasi dalam metode pengajaran di perguruan tinggi, khususnya dalam penerapan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa.