Himagri Agribisnis UMM Resmi Lolos Abdidaya 2025: Wujud Dedikasi dan Inovasi Mahasiswa

Inovasi Smart Farming SolarSonic IoT Guard Antar Himagri UMM Menjadi Peserta Resmi Abdidaya Ormawa 2025 Malang — Prestasi membanggakan kembali dipersembahkan oleh Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Melalui kinerja yang konsisten, komprehensif, dan berbasis inovasi, Tim PPK Ormawa Himagri Agribisnis UMM sukses lolos sebagai peserta Abdidaya Ormawa 2025, sebagaimana tertuang dalam surat resmi Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdiktisaintek Nomor 4735/B2/DT.01.01/2025. Keberhasilan ini menegaskan posisi Agribisnis UMM sebagai program studi yang progresif serta adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Dalam daftar nasional tersebut, Himagri UMM melaju melalui inovasi Smart Farming 5.0 “SolarSonic IoT Guard”, sebuah teknologi pertanian cerdas yang dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi pengendalian hama tikus dan burung pada komoditas padi di Desa Ampeldento. Perangkat ini mengintegrasikan energi surya, sensor otomatis, serta sistem Internet of Things (IoT) untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data di tingkat petani. Pendekatan ini tidak hanya memperlihatkan kedalaman analisis mahasiswa Agribisnis, tetapi juga ketajaman mereka dalam memadukan ilmu, riset, dan kebutuhan lapangan secara strategis. Lolosnya Himagri UMM pada Abdidaya Ormawa 2025 bukan sekadar capaian administratif, tetapi sekaligus menjadi indikator kualitas tata kelola program yang telah melewati rangkaian penilaian ketat mulai dari evaluasi logbook, penilaian kemajuan pelaksanaan (PKP), hingga visitasi lapangan oleh asesor. Setiap tahapan dinilai menunjukkan profesionalisme, akuntabilitas, dan ketepatan intervensi program yang dilakukan langsung bersama masyarakat. UMM yang sekaligus menjadi tuan rumah Abdidaya Ormawa 2025 pada 4–7 Desember mendatang, menjadikan prestasi ini semakin bermakna. Agribisnis UMM tampil bukan hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai representasi kampus yang memimpin perubahan di tingkat nasional melalui inovasi teknologi pertanian yang relevan dan berkelanjutan. Keberhasilan ini memperkuat citra Agribisnis UMM sebagai “center of excellence” dalam inovasi agribisnis modern. Integrasi antara kompetensi akademik, riset aplikatif, dan orientasi pemberdayaan masyarakat menjadikan mahasiswa Agribisnis UMM sebagai generasi muda yang visioner, solutif, dan siap menjawab tantangan sektor pertanian masa kini. Dengan pengakuan nasional ini, Himagri UMM bertekad melanjutkan kontribusinya melalui implementasi teknologi yang lebih luas, peningkatan kapasitas petani, serta pengembangan model pemberdayaan berbasis Smart Farming yang berkelanjutan. Prestasi ini sekaligus menjadi energi baru bagi Agribisnis UMM untuk terus bergerak maju, mengukuhkan diri sebagai program studi yang tidak hanya mengajar, tetapi menghadirkan perubahan nyata.

Agribisnis UMM Perkuat Kolaborasi dengan PT Realfood di Bojonegoro, Melirik Potensi Ekspor

Malang, (tanggal) – Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperluas jaringan kerja sama dengan dunia industri. Terbaru, Agribisnis UMM menjalin kolaborasi strategis dengan PT Realfood, perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan hasil pertanian dan minuman kesehatan di Kabupaten Bojonegoro. Dalam kunjungan tersebut, tim dosen Agribisnis UMM yang diwakili oleh Festy Putri Ramadhani, S.P., M.P., dan M. Zul Mazwan, S.P., M.Sc., memfokuskan pembahasan pada pengembangan potensi hilirisasi produk pertanian lokal dengan peluang besar menembus pasar ekspor. “Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi langkah nyata Agribisnis UMM dalam meningkatkan daya saing produk pertanian Indonesia di kancah global,” ujar Festy Putri Ramadhani. Selain membahas pengembangan produk, pertemuan ini membuka peluang riset bersama, program magang mahasiswa, serta pendampingan petani untuk meningkatkan kualitas hasil panen agar memenuhi standar internasional. M. Zul Mazwan menambahkan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan industri adalah kunci menjawab tantangan global. “Kami ingin mahasiswa Agribisnis tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu melihat bagaimana industri mengelola rantai pasok hingga strategi ekspor,” jelasnya. Dengan kerjasama ini, Agribisnis UMM optimis dapat memperkuat kontribusinya dalam pengembangan sektor agribisnis nasional serta menyiapkan lulusan yang siap bersaing di tingkat internasional.  

Dosen Agribisnis UMM Menjadi Juri pada Kompetisi Youth SDGs Ambassador 2025

Festy Putri Ramadhani, S.P., M.P. Representasikan Program Studi Agribisnis UMM dalam Forum Akademik Berbasis Keberlanjutan Dosen Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Festy Putri Ramadhani, S.P., M.P., memperoleh kepercayaan sebagai juri pada kompetisi nasional Youth SDGs Ambassador 2025, sebuah forum akademik yang berfokus pada penguatan literasi serta implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) di kalangan generasi muda. Dalam perannya sebagai juri, Festy Putri Ramadhani, S.P., M.P., terlibat dalam proses penilaian naskah ilmiah dan praktik terbaik pada kategori Paper Competition dan Best Practice. Tugas tersebut memerlukan ketajaman analisis, objektivitas ilmiah, serta pemahaman komprehensif mengenai konsep keberlanjutan dalam konteks agribisnis, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan nasional. Partisipasi beliau sebagai juri tidak hanya menunjukkan kompetensi akademik dan profesionalnya, tetapi juga menghadirkan representasi resmi Program Studi Agribisnis UMM dalam kegiatan akademik berskala nasional. Keterlibatan tersebut menjadi bentuk kontribusi nyata prodi melalui perwakilan dosen dalam penguatan kapasitas SDGs di Indonesia. Melalui kiprah Festy Putri Ramadhani, S.P., M.P., nama Agribisnis UMM turut hadir dalam diskursus ilmiah yang mempromosikan gagasan kritis, inovasi berkelanjutan, dan pemikiran strategis generasi muda. Hal ini mencerminkan pengakuan terhadap keahlian dosen Agribisnis UMM dalam memberikan evaluasi akademik yang kredibel dan konstruktif.  

Agribisnis UMM Dukung Penuh Jambore Nasional I Jamaah Tani Muhammadiyah

KEBUMEN, Jambore Nasional I Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) yang berlangsung di Kebumen, Jawa Tengah, resmi ditutup pada Minggu (21/9/2025). Selama tiga hari, ribuan petani Muhammadiyah dari berbagai daerah di Indonesia berhimpun untuk mengukuhkan tekad memperjuangkan kedaulatan pangan nasional. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Fakultas Pertanian dan Peternakan turut ambil bagian dalam agenda strategis ini. Dekan FPP UMM, Prof. Dr. Ir. Aris Winaya, MM., IPU, ASEAN Eng., hadir bersama rombongan, didampingi dosen Agribisnis UMM, Ibu Yohana Agustina, SP., MP. Kehadiran mereka menegaskan dukungan penuh UMM, khususnya Program Studi Agribisnis, terhadap upaya Muhammadiyah dalam memperkuat kemandirian pangan nasional. “Partisipasi aktif dalam kegiatan seperti Jambore Nasional I JATAM ini penting, tidak hanya sebagai bentuk kontribusi keumatan, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran nyata bagi akademisi. Mahasiswa dan dosen dapat terlibat langsung, menyerap praktik terbaik, serta membangun jejaring dengan para petani Muhammadiyah di seluruh Indonesia,” ujar Prof. Aris. Selain melibatkan tokoh nasional seperti Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, yang secara simbolis menanam padi varietas unggul Mentari, jambore ini juga menjadi forum konsolidasi gerakan tani Muhammadiyah. Varietas Mentari hasil inovasi tim peneliti Muhammadiyah diharapkan menjadi tonggak baru kemandirian teknologi pertanian. Dukungan Agribisnis UMM tidak hanya sebatas kehadiran, tetapi juga diarahkan pada sinergi akademik dan organisasi. Dari sisi akademik, kegiatan ini membuka ruang penelitian, pengabdian masyarakat, serta pengembangan inovasi kurikulum berbasis agribisnis berkelanjutan. Dari sisi organisasi, Agribisnis UMM memperkuat perannya sebagai pusat kolaborasi yang menjembatani dunia kampus dengan kebutuhan nyata petani di lapangan. Ibu Yohana Agustina, SP., MP., menambahkan bahwa keterlibatan Agribisnis UMM dalam agenda JATAM akan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk memahami tantangan pangan nasional. “Mahasiswa perlu melihat langsung dinamika di lapangan. Dengan demikian, keilmuan agribisnis tidak berhenti di ruang kelas, tetapi benar-benar menjadi solusi bagi petani,” jelasnya. Dengan dukungan penuh UMM, khususnya Program Studi Agribisnis, Jambore Nasional I JATAM tidak hanya menjadi momen konsolidasi petani Muhammadiyah, tetapi juga sarana memperkuat sinergi akademisi dan praktisi. Hal ini sejalan dengan tema jambore, “Daulat Pangan untuk Indonesia Berkemakmuran.”  

Agribisnis UMM Gelar Diskusi Kurikulum Bersama Western Philippines University

Malang, pada Rabu, 27 Agustus 2025, Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menyelenggarakan diskusi kurikulum bertaraf internasional dengan mitra dari Western Philippines University (WPU). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis Agribisnis UMM dalam memperluas jejaring global sekaligus menyelaraskan kurikulum yang dimiliki dengan standar pendidikan internasional. Dengan demikian, program studi ini terus berupaya menghadirkan pendidikan yang relevan dan kompetitif di kancah global. Acara diskusi tersebut dihadiri secara langsung oleh Eduardo Estobio Lleve, Kepala Program Studi Agricultural Business dari WPU, yang memberikan wawasan dan perspektif terkait pengembangan kurikulum agribisnis di Filipina. Diskusi berlangsung dengan sangat dinamis dan interaktif, di mana para dosen Agribisnis UMM dengan antusias memberikan masukan dan pandangan mereka. Selain itu, kegiatan ini membuka kesempatan besar untuk pengembangan kolaborasi akademik yang lebih luas dan berkelanjutan antara kedua institusi. Melalui forum ini, kedua institusi secara intensif membahas beragam peluang kerja sama yang mencakup bidang penelitian bersama, program pertukaran mahasiswa, hingga pengembangan kurikulum berbasis kompetensi. Kurikulum yang dikembangkan diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan dan tantangan agribisnis global, sehingga lulusan dapat memiliki bekal keilmuan yang kuat serta keterampilan yang adaptif. Kegiatan ini bukan hanya memperkuat tali silaturahmi dan kerja sama akademik antar perguruan tinggi, tetapi juga menegaskan komitmen Agribisnis UMM dalam menghadirkan pendidikan yang unggul, inovatif, serta mampu bersaing di tingkat internasional. Melalui langkah-langkah strategis seperti ini, Agribisnis UMM berharap dapat mencetak sumber daya manusia yang siap menghadapi dinamika dan peluang di sektor agribisnis global.  

REVOLUSI DI RUMAH SENDIRI: DOSEN AGRIBISNIS UMM JADIKAN LIMBAH SEBAGAI ASET EKONOMI BARU

Transformasi Limbah Rumah Tangga Menjadi Nilai, Inspirasi, dan Gerakan Keberlanjutan MALANG — Di tengah isu keberlanjutan yang semakin mendesak, para dosen Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tampil sebagai figur inspiratif yang tidak hanya mengajar di ruang kelas, tetapi juga memperlihatkan teladan nyata melalui praktik ekonomi sirkuler di kehidupan sehari-hari. Dengan kreativitas tinggi dan semangat inovatif, mereka membangun kebun rumah tangga yang memanfaatkan aneka limbah menjadi sumber nilai baru.   Tim dosen yang digawangi oleh Fithrie Mufrianti, SP., MP., Prof. Jabal Tarik Ibrahim, dan Nur Ocvanny, SP., MP., menghadirkan gagasan visioner bahwa keberlanjutan bukan sekadar teori akademik, melainkan gaya hidup yang dapat dimulai dari rumah.   LIMBAH YANG BIASA MENJADI LUAR BIASA Tas belanja menumpuk? Di tangan mereka, tas-tas tersebut menjelma menjadi pot vertikal yang artistik dan fungsional. Botol plastik dan toples bekas dialihfungsikan menjadi wadah hidroponik modern, sementara kaleng dan wadah lama disulap menjadi pot tanaman yang tahan lama. Seluruhnya menjadi bukti bahwa kreativitas dapat mengubah sampah menjadi sarana produksi yang cantik, efisien, dan ramah lingkungan. “Ekonomi sirkuler tidak butuh modal besar. Ia butuh kemauan dan kreativitas,” ujar Fithrie Mufrianti.   MINYAK JELANTAH BERUBAH MENJADI LILIN AROMATERAPI Tidak berhenti pada pengelolaan sampah plastik, tim dosen ini juga memanfaatkan minyak jelantah limbah yang sering dianggap berbahaya untuk diolah menjadi lilin aromaterapi. Produk ini bukan hanya aman, tetapi memiliki nilai jual dan manfaat relaksasi tinggi.   Menurut Nur Ocvanny, inovasi ini adalah bukti konsep waste-to-value. “Setiap rumah menghasilkan limbah. Tapi tidak semua rumah mampu melihat peluang di balik limbah itu,” ujarnya.   LABORATORIUM HIDUP UNTUK MAHASISWA Kebun rumah tangga ini kini berfungsi sebagai laboratorium hidup bagi mahasiswa Agribisnis. Mereka belajar langsung bagaimana konsep pemasaran hijau, pengolahan limbah, hingga bisnis berkelanjutan tercipta dari aktivitas sehari-hari.   Prof. Jabal Tarik Ibrahim menegaskan, “Dosen harus menjadi role model. Teori tanpa praktik hilang makna. Kami ingin mahasiswa melihat sendiri bagaimana ekonomi sirkuler bekerja dan menghasilkan nilai.”   SINERGI ANTARA TEORI, PRAKTIK, DAN PENGABDIAN Inisiatif ini menjadi bukti kuat bahwa Agribisnis UMM terus maju sebagai pusat inovasi dan kolaborasi. Program Studi Agribisnis memastikan bahwa gerakan ini akan diperluas melalui berbagai program pengabdian masyarakat, riset lanjutan, serta pelatihan publik.   Dengan langkah kreatif dan keberanian berpikir di luar kebiasaan, dosen Agribisnis UMM membangun fondasi penting bagi edukasi keberlanjutan. Mereka bukan hanya pendidik mereka adalah penggerak perubahan.   Naskah ditulis oleh: Festy Putri R., SP., MP. Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang    

AGRIBISNIS UMM KEMBALI BERSINAR DI PUNCAK AKADEMIK

Safina Kirin Kusuma Wardani Raih Mahasiswa Terbaik Fakultas Pertanian-Peternakan UMM Malang, Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi gemilang pada Yudisium Periode III Tahun 2025. Sorotan utama acara ini jatuh pada Program Studi Agribisnis yang sekali lagi membuktikan kualitasnya dengan melahirkan mahasiswa terbaik tingkat fakultas. Adalah Safina Kirin Kusuma Wardani, putri dari Bapak Wijanarko dan Ibu Sri Nuryani, yang berhasil meraih predikat Mahasiswa Terbaik Fakultas. Prestasi ini bukan sekadar pencapaian akademik ini adalah gambaran lengkap tentang ketekunan, kedisiplinan, dan karakter unggul mahasiswa Agribisnis UMM dalam menghadapi tantangan dunia akademik dan organisasi. Namun, prestasi Safina tidak berhenti pada angka. Ia dikenal sebagai mahasiswi yang tak pernah absen mencatat jejak kontribusi di berbagai kegiatan, baik di dalam maupun di luar kampus. Dunia akademik ia tekuni dengan penuh ketekunan, sementara kegiatan organisasi, pengabdian, kompetisi, hingga kolaborasi eksternal ia jalani dengan antusiasme tinggi. Kombinasi ini membuat Safina tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang sebagai calon pemimpin agribisnis masa depan. Agribisnis UMM Kembali Buktikan Mutu dan Tradisinya: Melahirkan Pemimpin Capaian Safina menambah daftar panjang prestasi mahasiswa Agribisnis UMM yang konsisten masuk nominasi terbaik setiap periode yudisium. Hal ini tidak lepas dari sistem pembinaan akademik, kultur kompetitif yang sehat, serta dukungan dosen dan lingkungan Prodi yang selalu mendorong mahasiswa untuk bertumbuh melampaui batas akademik biasa. Keberhasilan ini sekaligus mempertegas Agribisnis UMM sebagai prodi yang tidak hanya mengajar, tetapi membentuk karakter, membangun kompetensi, dan mempersiapkan mahasiswa sebagai penggerak sektor pertanian modern. Safina adalah cerminan nyata dari filosofi tersebut—mahasiswi yang tumbuh bukan hanya sebagai pelajar, tetapi sebagai inovator muda yang siap berkontribusi pada perkembangan dunia agribisnis Indonesia. Yudisium yang Jadi Panggung Penghargaan Yudisium Periode III Tahun 2025 Fakultas Pertanian dan Peternakan UMM menjadi momentum perayaan bagi seluruh peserta yang telah menuntaskan perjalanan akademik mereka. Namun, hadirnya Safina sebagai ikon prestasi memberikan warna tersendiri pada acara tersebut. Dekan fakultas dan jajaran pimpinan turut memberikan apresiasi pada kerja keras dan integritasnya yang menginspirasi. Prestasi Safina bukan hanya kemenangan pribadi, tetapi juga kebanggaan kolektif bagi Program Studi Agribisnis. Prestasi ini menjadi simbol bahwa Agribisnis UMM terus menjaga tradisi keunggulan sebagai salah satu prodi terbaik dan paling progresif dalam lingkup pertanian modern di Indonesia. Prestasi Hari Ini, Momentum Masa Depan Dengan gelar Mahasiswa Terbaik Fakultas, Safina Kirin Kusuma Wardani menjadi bukti bahwa keberhasilan adalah hasil dari kombinasi kerja keras, lingkungan yang mendukung, serta semangat untuk terus melampaui batas. Agribisnis UMM berharap prestasi ini menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lain dan menjadi tanda bahwa masa depan sektor agribisnis Indonesia ada di tangan generasi muda yang penuh visi dan dedikasi seperti Safina. Dengan semangat ini, Agribisnis UMM berkomitmen untuk terus melahirkan lulusan unggul yang tidak hanya siap bekerja, tetapi siap memimpin perubahan.     Naskah ditulis oleh: Festy Putri R., SP., MP. Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang    

Kolaborasi Brilian: Dosen Agribisnis UMM dan DPMPTSP Batu Gagas Arah Baru Investasi Pertanian dan Pariwisata

Mengusung semangat inovasi dan keberlanjutan, dosen Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang berperan aktif dalam kajian IPRO Kota Batu—mendorong lahirnya strategi investasi cerdas berbasis potensi lokal dan riset ilmiah. Kota Batu – Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan gebrakan kolaboratifnya. Kali ini, dosen-dosen Agribisnis UMM terlibat langsung dalam Focus Group Discussion (FGD) Kajian Investment Project Ready to Offer (IPRO) yang digelar oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Batu, Jumat (7/11/2025), bertempat di Ruang Rapat Mal Pelayanan Publik Among Warga Kota Batu. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi penguatan sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam merancang investasi berkelanjutan di sektor pertanian dan pariwisata dua sektor unggulan yang menjadi tulang punggung ekonomi Kota Batu. Hadir dalam kegiatan ini jajaran pimpinan dari berbagai OPD strategis, seperti Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Pariwisata, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan, serta Kantor Pertanahan Kota Batu. Kehadiran para pemangku kebijakan tersebut menegaskan keseriusan Pemerintah Kota Batu dalam menyiapkan proyek investasi yang matang dan berbasis potensi lokal.   Dosen Agribisnis UMM yang turut hadir dalam forum ini berperan sebagai mitra akademik yang memberikan masukan berbasis riset dan analisis strategis terhadap potensi investasi agribisnis dan pariwisata. Pendekatan ilmiah ini menjadi nilai tambah yang memperkuat validitas dan daya saing hasil kajian IPRO. “UMM selalu terbuka terhadap kolaborasi strategis lintas sektor. Keterlibatan kami dalam penyusunan IPRO ini merupakan bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendorong pembangunan daerah berbasis riset dan inovasi,” ungkap Zul Mazwan Ketua Program studi Agribisnis UMM dalam sesi diskusi. Keterlibatan aktif Agribisnis UMM ini juga menandai langkah cepat dan gesit prodi dalam memperluas jejaring kerja sama, sekaligus mengukuhkan posisi UMM sebagai kampus unggulan yang produktif dan solutif terhadap isu-isu pembangunan berkelanjutan. Melalui peran aktif dalam kajian IPRO, Agribisnis UMM tidak hanya memperkuat kontribusi akademik, tetapi juga membangun jembatan konkret antara teori, kebijakan, dan praktik lapangan. Dengan semangat “From Campus to Impact”, kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi strategis yang mendorong investasi hijau, berkeadilan, dan berkelanjutan di Kota Batu. Kolaborasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa Agribisnis UMM tak berhenti berinovasi justru kian gesit berlari menuju masa depan agribisnis yang lebih tangguh dan berdampak luas.  

Agribisnis UMM Jadi Magnet Inovasi: Mahasiswa Ciptakan Teknologi Smart Farming yang Diakui Belmawa

Solarsonic IoT Guard Tampilkan Integrasi Teknologi Pertanian Modern dalam Penilaian Program PPK Ormawa Malang, 19 November 2025 — Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang kembali menjadi sorotan melalui kreativitas dan kompetensi mahasiswanya dalam menghadirkan inovasi pertanian modern. Dalam rangkaian penilaian program PPK Ormawa, Tim Himagri UMM mempresentasikan inovasi Smart Farming “Solarsonic IoT Guard”, yang memperoleh pengakuan positif dari Asesor Belmawa berkat relevansi, ketepatan fungsi, dan dampaknya terhadap praktik budidaya di tingkat desa. Dalam pemaparan tersebut, mahasiswa menampilkan bagaimana teknologi ini dirancang untuk menjawab persoalan yang sering dihadapi petani, khususnya terkait serangan hama yang tidak terdeteksi secara dini. Perangkat ini mengintegrasikan sensor otomatis, sistem pemantauan berbasis IoT, serta energi surya sebagai sumber daya utama, sehingga alat dapat beroperasi secara mandiri dan efisien. Pendekatan ini dinilai mencerminkan pemahaman mahasiswa terhadap kebutuhan dasar pertanian sekaligus kemampuan mereka merancang solusi yang dapat diimplementasikan langsung di lapangan. Asesor Belmawa mengapresiasi tidak hanya kecanggihan perangkat, tetapi juga cara tim Himagri mengelola program secara keseluruhan. Mahasiswa dinilai mampu menyusun alur kegiatan yang logis, menetapkan indikator kinerja yang terukur, serta melibatkan petani dalam proses pendampingan berbasis edukasi. Penyelarasan antara inovasi teknologi dan pemberdayaan masyarakat menjadi poin yang menonjol dalam evaluasi tersebut. Selain menampilkan teknologi, tim juga memaparkan dokumentasi perkembangan program, termasuk peningkatan pemahaman petani terhadap pemanfaatan perangkat digital, efektivitas alat dalam menekan potensi serangan hama, serta respons masyarakat yang menunjukkan keterbukaan terhadap teknologi pertanian baru. Temuan ini menjadi dasar bahwa Solarsonic IoT Guard memiliki potensi untuk diterapkan secara lebih luas di desa-desa pertanian lainnya. Capaian ini memperkuat posisi Agribisnis UMM sebagai pusat pengembangan inovasi pertanian berbasis teknologi. Melalui kolaborasi riset, praktik lapangan, dan dedikasi mahasiswa, program studi ini terus menghadirkan kontribusi nyata yang mampu menjawab kebutuhan sektor agribisnis secara adaptif dan visioner. Tim berharap inovasi ini dapat dikembangkan lebih lanjut menuju skala implementasi yang lebih besar pada tahun-tahun mendatang.

Agribisnis UMM Berbenah Total Menuju Abdidaya, Bukti Seriusnya Generasi Muda dalam Aksi Nyata

PPK Ormawa Himagri Mantapkan Strategi, Penyempurnaan Program, dan Penguatan Inovasi Menuju Evaluasi Final Malang, 18 November 2025 — Menyambut rangkaian penilaian Abdidaya 2025, Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang beserta Tim PPK Ormawa Himagri melakukan pembenahan menyeluruh terhadap seluruh aspek pelaksanaan program. Upaya ini mencerminkan komitmen kuat generasi muda Agribisnis UMM dalam menghadirkan pengabdian berbasis ilmu, teknologi, dan kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat desa. Dalam persiapan tersebut, tim melakukan evaluasi internal secara mendalam, mulai dari peninjauan laporan, penyesuaian strategi pemberdayaan, hingga penyempurnaan luaran program. Pembenahan ini dilakukan agar setiap elemen kegiatan, baik administratif maupun implementatif, selaras dengan standar Abdidaya yang menekankan kebermanfaatan, keberlanjutan, dan inovasi. Salah satu fokus utama persiapan adalah optimalisasi inovasi Smart Farming “Solarsonic IoT Guard”, perangkat yang dirancang untuk membantu petani menghadapi tantangan hama secara lebih efektif. Tim memastikan bahwa alat bekerja dengan stabil di lapangan, memperbarui dokumentasi teknis, serta melakukan pendampingan lanjutan kepada petani agar pemanfaatannya semakin maksimal. Upaya ini tidak hanya menegaskan kesiapan tim dalam menghadapi proses evaluasi, tetapi juga menunjukkan kesungguhan mereka untuk meninggalkan dampak jangka panjang di desa binaan. Selain pemantapan inovasi, tim Himagri juga menguatkan aspek non-teknis melalui penguatan koordinasi dengan mitra desa, penyempurnaan modul edukatif, dan penyusunan data pendukung berbasis evidensi lapangan. Pendekatan ini mendapat apresiasi dari pembimbing program yang menilai bahwa persiapan tersebut mencerminkan kedewasaan mahasiswa dalam menyusun program pengabdian yang sistematis dan berbasis kebutuhan riil. Pembenahan total yang dilakukan Agribisnis UMM menjadi bukti bahwa generasi muda tidak hanya hadir sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai perancang solusi yang adaptif, reflektif, dan bertanggung jawab. Dengan persiapan matang ini, Tim PPK Ormawa Himagri optimis dapat memberikan hasil terbaik dalam Abdidaya 2025 sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat desa mitra.