Bangga Jadi Bagian Agribisnis UMM! Tim PPK Ormawa Torehkan Capaian Gemilang di Visitasi Abdidaya 2025

Inovasi Smart Farming “Solarsonic IoT Guard” Jadi Sorotan dalam Evaluasi Lapangan Asesor Belmawa Malang, 15 November 2025 — Tim PPK Ormawa Himpunan Mahasiswa Agribisnis (Himagri) Universitas Muhammadiyah Malang kembali menunjukkan performa unggul pada rangkaian Visitasi Abdidaya 2025. Dalam kegiatan ini, tim memaparkan capaian program secara komprehensif di hadapan Asesor Belmawa, menampilkan progres nyata yang berorientasi pada penguatan kapasitas petani serta penerapan teknologi adaptif di desa mitra. Pada sesi visitasi, asesor melakukan peninjauan langsung terhadap lokasi implementasi program sekaligus menilai konsistensi antara laporan, kegiatan lapangan, dan dampak bagi masyarakat. Tim Himagri menyampaikan perkembangan program dengan struktur pemaparan yang runtut, mulai dari pemetaan kebutuhan desa, perumusan solusi, hingga hasil terukur yang telah dicapai selama periode pelaksanaan. Data yang dipresentasikan memperlihatkan peningkatan pemahaman petani terhadap praktik budidaya berkelanjutan serta bertambahnya jumlah lahan yang menerapkan teknik pengendalian hama terintegrasi. Salah satu aspek yang mendapat perhatian khusus adalah inovasi unggulan mahasiswa, Smart Farming “Solarsonic IoT Guard”. Perangkat ini dikembangkan sebagai instrumen pendukung pengawasan hama berbasis energi surya dan Internet of Things (IoT). Melalui sistem sensor otomatis, alat ini mampu memberikan peringatan dini dan memfasilitasi pengambilan keputusan yang lebih cepat bagi petani. Asesor menilai inovasi tersebut relevan, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan pertanian desa yang menghadapi tantangan serangan hama yang fluktuatif. Respons positif juga diberikan terhadap model pendampingan yang diterapkan tim Himagri, yang tidak hanya fokus pada penyediaan alat, tetapi juga mencakup pelatihan teknis, penyusunan modul sederhana untuk petani, serta kegiatan monitoring berkala. Pendekatan ini dinilai memperkuat keberlanjutan program karena membangun kapasitas masyarakat untuk mengadopsi teknologi secara mandiri. Melalui capaian ini, Agribisnis UMM kembali menegaskan komitmennya sebagai program studi yang aktif menggerakkan mahasiswa untuk menjadi agen perubahan di sektor pertanian. Keberhasilan tim PPK Ormawa Himagri dalam Visitasi Abdidaya 2025 menjadi kebanggaan tidak hanya bagi program studi, tetapi juga bagi seluruh sivitas akademika UMM yang terus mendorong kolaborasi, inovasi, dan pengabdian berbasis ilmu pengetahuan.

Dari Kampus ke Desa: Mahasiswa Agribisnis UMM Hadirkan Solusi Nyata Atasi Hama Pertanian

Presentasi Program PPK Ormawa Himagri Tegaskan Peran Inovasi “Solarsonic IoT Guard” dalam Penguatan Ketahanan Pertanian Desa Malang, 13 November 2025 — Mahasiswa Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang melalui tim PPK Ormawa Himagri kembali memperlihatkan keseriusan mereka dalam menghadirkan pengabdian berbasis inovasi. Pada sesi pemaparan capaian di hadapan Asesor Belmawa, tim menyampaikan perkembangan program dengan pendekatan analitis dan terukur, menekankan kontribusi mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas pertanian desa binaan. Dalam forum tersebut, tim memaparkan rangkaian aktivitas pemberdayaan yang telah dijalankan, mulai dari pendampingan petani, pelatihan teknis, hingga penguatan tata kelola produksi. Laporan disusun berdasarkan data lapangan yang telah diverifikasi, sehingga memberikan gambaran objektif mengenai hasil intervensi program. Penekanan diberikan pada aspek keberlanjutan dan kesiapan masyarakat untuk melanjutkan praktik baik setelah program berakhir. Salah satu poin yang menjadi perhatian asesor adalah inovasi Smart Farming “Solarsonic IoT Guard”, perangkat yang dikembangkan mahasiswa untuk membantu petani mengidentifikasi potensi hama secara dini. Teknologi ini menggabungkan sensor IoT, panel surya, serta sistem notifikasi otomatis, sehingga petani dapat memantau kondisi lahan tanpa harus melakukan pengawasan manual secara terus-menerus. Kehadiran inovasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi kerja petani, tetapi juga memperkuat ketahanan produksi terhadap serangan hama. Asesor Belmawa memberikan tanggapan positif terhadap keselarasan antara kebutuhan desa dan solusi teknologi yang dihadirkan mahasiswa. Selain itu, penyusunan laporan yang sistematis dan argumentatif dinilai mencerminkan kompetensi akademik serta kemampuan mahasiswa dalam mengintegrasikan ilmu dengan praktik di lapangan. Melalui kegiatan ini, Agribisnis UMM kembali menunjukkan komitmennya dalam melahirkan mahasiswa yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap tantangan dunia pertanian. Tim PPK Ormawa Himagri berharap inovasi Solarsonic IoT Guard dapat diadopsi lebih luas, sehingga mampu memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan produktivitas dan keamanan hasil pertanian masyarakat desa.

Bukti Nyata Mahasiswa Mengabdi: Tim Agribisnis UMM Tunjukkan Kinerja Unggul di Hadapan Asesor

Inovasi Smart Farming “Solarsonic IoT Guard” Perkuat Presentasi Capaian Program PPK Ormawa Himagri Malang, 11 November 2025 — Tim PPK Ormawa Himpunan Mahasiswa Agribisnis (Himagri) Universitas Muhammadiyah Malang menegaskan komitmennya dalam pengabdian berbasis riset dan penerapan teknologi melalui agenda presentasi capaian program di hadapan Asesor Belmawa. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan konsistensi kinerja, transparansi laporan, serta kontribusi nyata mahasiswa dalam penguatan kapasitas pertanian masyarakat. Dalam presentasi tersebut, tim Himagri memaparkan perkembangan program secara sistematis dan berbasis data. Laporan yang disampaikan mencakup progres kegiatan, output program, hingga dampak sosial-ekonomi pada desa binaan. Pendekatan transparan dan akuntabel ini mendapat perhatian positif karena menyajikan gambaran yang komprehensif terkait keberhasilan implementasi program di lapangan. Salah satu aspek yang mendapat penekanan dalam sesi ini adalah inovasi utama yang dikembangkan mahasiswa, yakni Smart Farming “Solarsonic IoT Guard”. Teknologi ini mengintegrasikan energi surya dengan sistem sensor cerdas berbasis Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, dan respons pertanian terhadap perubahan kondisi lingkungan. Inovasi tersebut menjadi representasi kemampuan mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu agribisnis secara interdisipliner dan berorientasi masa depan. Asesor Belmawa memberikan apresiasi atas kualitas pemaparan, ketepatan data, serta relevansi inovasi yang diajukan. Penilaian tersebut memperkuat posisi Agribisnis UMM sebagai program studi yang aktif mendorong mahasiswa untuk berkarya, berinovasi, dan berkontribusi bagi masyarakat melalui pendekatan ilmiah dan berkelanjutan. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Tim PPK Ormawa Himagri UMM berharap dapat terus memperluas implementasi teknologi pertanian cerdas dan meningkatkan kualitas program pemberdayaan, sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi desa mitra serta memperkuat ekosistem agribisnis berbasis teknologi di tingkat lokal.

Asesor Belmawa Apresiasi Inovasi Mahasiswa UMM: “Alat Ini Harus Dibawa ke Daerah Saya!”

Visitasi PPK Ormawa Tegaskan Dampak Nyata Inovasi Solarsonic IoT Guard bagi Pertanian Desa Ampeldento Dalam rangka visitasi dan monitoring evaluasi Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mencatat capaian membanggakan. Kunjungan Asesor Belmawa Kemendikbudristek ke Desa Ampeldento, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, menjadi momentum penting yang menegaskan bahwa inovasi mahasiswa Agribisnis UMM mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pertanian desa. Kegiatan visitasi ini tidak hanya bersifat formal, tetapi menjadi ajang verifikasi langsung terhadap dampak implementasi inovasi Solarsonic IoT Guard, alat smart farming berbasis energi surya yang dirancang untuk mengusir hama tikus dan burung melalui gelombang ultrasonik serta terintegrasi dengan sistem Internet of Things (IoT). Dosen pendamping, perangkat desa, dan kelompok tani turut mendampingi Asesor dalam proses peninjauan lapangan. Sejak sesi presentasi dimulai, Asesor Belmawa menunjukkan ketertarikan pada konsep dan mekanisme kerja alat. Kombinasi energi surya, teknologi ultrasonik, dan sistem pemantauan berbasis IoT dinilai sebagai solusi relevan terhadap permasalahan hama yang selama ini memengaruhi produktivitas petani Ampeldento. Inovasi ini juga diapresiasi karena mengurangi penggunaan bahan kimia dan lebih ramah lingkungan. Demonstrasi lapangan menjadi bagian paling krusial dari visitasi. Mahasiswa menunjukkan proses aktivasi alat, jangkauan gelombang ultrasonik, serta pengoperasian aplikasi pemantauan. Antusiasme petani dan perangkat desa terlihat dari partisipasi aktif mereka dalam memahami dan mencoba alat tersebut. Pada kesempatan itu, petani juga memberikan testimoni mengenai penurunan intensitas hama setelah penggunaan Solarsonic IoT Guard. Menanggapi pemaparan dan hasil uji coba tersebut, Asesor Belmawa menyampaikan apresiasi yang menjadi sorotan utama kegiatan: “Alat ini luar biasa dan sangat bermanfaat. Inovasi seperti ini bukan hanya layak dilanjutkan, tetapi harus dibawa ke daerah saya.” Pernyataan tersebut mencerminkan pengakuan profesional bahwa inovasi mahasiswa UMM memiliki potensi replikasi, keberlanjutan, dan nilai guna tinggi bagi masyarakat luas. Asesor menegaskan bahwa inisiatif seperti ini selaras dengan tujuan PPK Ormawa dalam menghadirkan solusi tepat guna yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Selain memberikan manfaat bagi petani, kegiatan ini turut menjadi ruang pembelajaran strategis bagi mahasiswa. Mereka memperoleh pengalaman dalam menyampaikan inovasi kepada pemangku kepentingan, berdiskusi dengan masyarakat, menerima evaluasi ahli, serta membangun strategi keberlanjutan program. Nilai-nilai kepemimpinan, kolaborasi, dan kepekaan sosial menjadi bagian integral dari proses tersebut. Visitasi diakhiri dengan penyusunan rencana tindak lanjut (RTL) bersama Asesor, perangkat desa, dan kelompok tani. Rekomendasi pengembangan diarahkan pada perluasan area uji coba serta peningkatan kapasitas alat agar dapat menjadi model inovasi mahasiswa tingkat nasional. Perangkat desa menyatakan kesiapan untuk melanjutkan kolaborasi dalam pengembangan program agribisnis berbasis teknologi. Kegiatan ini menegaskan bahwa inovasi mahasiswa UMM, khususnya melalui Program Studi Agribisnis, mampu memberikan kontribusi konkret bagi pembangunan desa. Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tidak hanya bagi tim pelaksana, tetapi bagi seluruh keluarga besar UMM sebagai bukti bahwa inovasi yang tepat guna dapat mendorong perubahan dari tingkat desa hingga nasional.

Kolaborasi Agribisnis UMM Hadirkan Inovasi Teknologi Pertanian di Desa Ampeldento

Solarsonic IoT Guard sebagai Solusi Pengendalian Hama Berbasis Energi Surya Pada 8 November 2025, dosen dan mahasiswa Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Ampeldento, Kecamatan Karangploso, dengan memperkenalkan inovasi teknologi Solarsonic IoT Guard. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan efektivitas pengendalian hama tikus dan burung yang selama ini mengganggu produktivitas pertanian setempat. Melalui diskusi dan observasi lapangan, tim menemukan bahwa metode manual seperti jebakan dan orang-orangan sawah belum memberikan hasil optimal. Oleh karena itu, mahasiswa memperkenalkan Solarsonic IoT Guard—alat smart farming berbasis energi surya yang memancarkan gelombang ultrasonik dan terintegrasi dengan sistem IoT sehingga dapat dipantau melalui smartphone. Petani diberi kesempatan untuk mencoba alat secara langsung, mulai dari instalasi hingga pengoperasian melalui aplikasi. Respons masyarakat sangat positif, ditandai dengan tingginya antusiasme dan harapan agar alat tersebut dapat diujicobakan lebih luas. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat mampu menghasilkan solusi tepat guna yang berdampak pada peningkatan produktivitas pertanian. Agribisnis UMM berkomitmen melanjutkan pendampingan dan pengembangan inovasi untuk mendukung kemajuan desa.

Dari UMM untuk Indonesia: Solarsonic IoT Guard — Teknologi Smart Farming PPK Ormawa HMPS Agribisnis sebagai Inspirasi Pertanian Cerdas Nasional PPK Ormawa HMPS Agribisnis Jadi Inspirasi Pertanian Cerdas Nasional

Visitasi Tim Belmawa (3–4 November 2025) Memvalidasi Inovasi Energi Surya dan IoT untuk Pengendalian Hama pada Lahan Padi Pada Rabu dan Kamis, 3–4 November 2025, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menerima kunjungan resmi Tim Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) dalam rangka visitasi Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa). Kegiatan tersebut bertujuan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program PPK Ormawa yang diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Agribisnis, khususnya terkait pengembangan teknologi Smart Farming bernama Solarsonic IoT Guard. Kunjungan dihadiri oleh Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, S.T., M.T., dosen pembimbing, serta tim pelaksana PPK Ormawa HMPS Agribisnis. Tim Belmawa disambut dengan presentasi dan demonstrasi alat dalam pamer inovasi di lingkungan kampus. Dalam sambutannya, Dr. Nur Subeki menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa yang menghasilkan teknologi tepat guna untuk menjawab persoalan pertanian, seraya menegaskan komitmen UMM untuk terus menyumbangkan solusi bagi pengembangan nasional melalui semangat “Dari UMM untuk Indonesia.” Solarsonic IoT Guard merupakan perangkat berbasis energi surya dan teknologi Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk mengusir hama burung dan tikus secara otomatis pada lahan padi. Tim Belmawa menilai inovasi ini memiliki potensi signifikan untuk diterapkan di berbagai daerah karena mengusung prinsip ramah lingkungan, efisiensi operasional, dan penerapan teknologi cerdas di sektor agraria. Selain uji coba alat, agenda visitasi meliputi diskusi interaktif mengenai metodologi penelitian, tantangan implementasi di lapangan, serta evaluasi dampak sosial-ekonomi dari penerapan teknologi. Mahasiswa memaparkan hasil implementasi di Desa Ampeldento, Kabupaten Malang, yang menjadi lokasi utama kegiatan PPK Ormawa. Laporan lapangan menunjukkan adanya indikasi pengurangan gangguan hama serta penerimaan positif dari kelompok petani setempat. Berdasarkan pengamatan dan dokumentasi lapangan, Tim Belmawa menilai program ini telah berjalan efektif dan menjadi contoh kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan masyarakat. Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara Tim Belmawa, pimpinan universitas, dosen pembimbing, dan tim mahasiswa pelaksana. Keberhasilan visitasi ini diharapkan mendorong replikasi Solarsonic IoT Guard pada skala yang lebih luas dan menginspirasi perguruan tinggi lain untuk memperkuat pengabdian masyarakat melalui inovasi teknologi pertanian. UMM, melalui HMPS Agribisnis, menyatakan komitmen berkelanjutan untuk mengembangkan solusi teknologi yang berkontribusi pada kemajuan sektor pertanian nasional.