Dosen Agribisnis UMM Intensifkan Implementasi EMI untuk Penguatan Kelas Global

Penguatan kurikulum bilingual untuk mencetak lulusan berdaya saing internasional Dalam upaya memperluas internasionalisasi kurikulum, Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang terus memperluas penggunaan English Medium Instruction (EMI) di berbagai mata kuliah inti. Tren ini berjalan paralel dengan peran UMM sebagai tuan rumah berbagai agenda nasional, termasuk Abdidaya 2025, yang semakin menegaskan komitmen kampus terhadap standar global. Dosen-dosen Agribisnis UMM kini mengoptimalkan EMI melalui teknik penyampaian konten yang terstruktur, integrasi literatur internasional, dan asesmen bilingual yang memungkinkan mahasiswa beradaptasi dengan konteks akademik global. Langkah ini tidak hanya meningkatkan daya saing lulusan, tetapi juga memperkuat kepercayaan diri mahasiswa dalam berkomunikasi profesional di sektor agribisnis modern. Implementasi EMI menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk membentuk lulusan dengan perspektif global, kemampuan bahasa yang kuat, dan kesiapan menghadapi transformasi industri pangan. Agribisnis UMM menegaskan posisinya sebagai program studi yang progresif dan responsif terhadap dinamika pendidikan tinggi kontemporer.  

PPK Ormawa HIMAGRI Sabet Dua Penghargaan di Abdidaya 2025

Ketepatan inovasi dan kekuatan kemitraan mengokohkan reputasi Agribisnis UMM di tingkat nasional Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) HIMAGRI Universitas Muhammadiyah Malang kembali mencatatkan pencapaian membanggakan pada Abdidaya Nasional 2025, yang diselenggarakan pada 4–6 Desember di UMM sebagai tuan rumah. Pada ajang bergengsi ini, tim HIMAGRI berhasil meraih dua penghargaan nasional, yang menegaskan kualitas inovasi sekaligus kekuatan kolaborasi komunitas yang dibangun selama program berlangsung. Penghargaan pertama diraih dalam kategori Poster Paling Lengkap – Terbaik 3, sebuah pengakuan terhadap kemampuan tim dalam menyajikan informasi program secara komprehensif, terstruktur, dan komunikatif. Poster tersebut menonjol melalui penyajian data, alur program, serta capaian strategis yang dituangkan secara jelas dan berbasis evidensi. Penghargaan kedua diperoleh pada kategori Tim dengan Realisasi Kemitraan Terkuat – Terbaik 4, yang menilai keberhasilan HIMAGRI dalam membangun hubungan kolaboratif bersama petani dan pemangku kepentingan di Desa Ampeldento. Kemitraan ini dipuji karena memiliki fondasi partisipatif, keberlanjutan kegiatan, serta dampak yang terukur pada penguatan kapasitas petani dalam adopsi teknologi digital. Raihan dua penghargaan ini mempertegas posisi Agribisnis UMM sebagai program studi yang tidak hanya menghasilkan inovasi, tetapi juga memastikan inovasi tersebut benar-benar berdampak di tingkat akar rumput. Dengan status UMM sebagai tuan rumah Abdidaya 2025, pencapaian ini turut memperkuat citra kampus sebagai pusat inovasi pertanian modern berbasis pemberdayaan.

Agribisnis UMM Unjuk Inovasi Smart Farming di KKI dan Abdidaya Nasional 2025

HIMAGRI tampilkan teknologi dan pemberdayaan petani pada agenda Nasional Desember di UMM Mahasiswa Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menegaskan perannya dalam ekosistem inovasi pertanian nasional. Melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) HIMAGRI, tim ini tampil memikat pada rangkaian Kegiatan Kulminasi Indikator (KKI) dan Abdidaya Nasional 2025 yang digelar pada 4–6 Desember di Universitas Muhammadiyah Malang sebagai tuan rumah. Dalam agenda tersebut, HIMAGRI memperkenalkan Smart Farming Solarsonic IoT Guard, teknologi ramah lingkungan yang memanfaatkan energi surya, gelombang suara, dan sistem Internet of Things untuk mengatasi hama tikus dan burung tanpa bahan kimia. Fitur pemantauan jarak jauh memungkinkan petani mengelola lahan secara lebih presisi dan efisien. Pendekatan pemberdayaan di Desa Ampeldento, Kecamatan Karangploso, menjadi nilai unggul lain yang diapresiasi asesor. Program tidak berhenti pada inovasi alat, tetapi menyentuh peningkatan literasi digital, pembiasaan teknologi, serta penguatan kemandirian petani. Model transformasi komunitas yang ditampilkan HIMAGRI menegaskan bahwa Agribisnis UMM tidak hanya mengembangkan produk, tetapi juga menghadirkan perubahan perilaku agraris yang berkelanjutan. Sebagai tuan rumah Abdidaya 2025, UMM sekaligus menampilkan kesiapan akademik dan kelembagaan untuk menjadi pusat inovasi dan kolaborasi nasional di ranah pertanian modern.

Menyiapkan SDM Tangguh: Kuliah Praktisi UMM Dorong Mahasiswa Bangun Value Diri Menuju Dunia Kerja

Penguatan Mental, Etos Kerja, dan Kompetensi sebagai Bekal Memasuki Industri Modern Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul melalui penyelenggaraan Kuliah Praktisi bagi mahasiswa Agribisnis dan Vokasi Agribisnis Unggas. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium GLB V Lantai 1 ini menghadirkan atmosfer pembelajaran yang berbeda, karena mahasiswa dibekali pemahaman nyata mengenai dunia industri yang terus berkembang. Kuliah praktisi ini menghadirkan Jefri Hari Akbar, S.H., M.H., seorang profesional yang berpengalaman di dunia industri dan hubungan ketenagakerjaan. Sebagai Head of Industrial Relations Corporate PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, beliau memberikan gambaran komprehensif tentang kebutuhan SDM modern, terutama dalam industri agribisnis dan sektor unggas. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa dunia kerja saat ini tidak hanya menilai kemampuan akademik, tetapi juga mental, karakter, dan nilai diri (value) yang dimiliki setiap individu. Ia menjelaskan bahwa perusahaan membutuhkan SDM yang siap ditempatkan di berbagai area kerja, fleksibel terhadap perubahan, serta mampu menghadapi tekanan dan tantangan industri. Menurutnya, kesiapan mental seperti inilah yang membedakan SDM tangguh dengan pekerja yang hanya mengandalkan kompetensi teknis. Lebih jauh, beliau membagikan pengalaman mengenai proses rekrutmen yang dilakukan PT Japfa. Ia menjelaskan bagaimana perusahaan menilai calon karyawan dari sisi kepribadian, komitmen, serta kesediaan mereka untuk belajar dan berkembang. Tidak hanya itu, ia juga menyoroti berbagai fasilitas dan dukungan perusahaan yang diberikan untuk meningkatkan kenyamanan dan pengembangan diri karyawan, termasuk pembinaan, jenjang karier, dan akses pelatihan berkelanjutan. Materi yang disampaikan membuka wawasan mahasiswa mengenai pentingnya etos kerja, adaptabilitas, serta etika profesional dalam memasuki dunia kerja. Mahasiswa diajak untuk membangun value diri sejak dini, memahami bagaimana industri beroperasi, serta menyiapkan diri untuk menjadi SDM yang berdaya saing tinggi. Kegiatan ini menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk menghubungkan pengetahuan di bangku kuliah dengan realitas dunia kerja. Melalui kuliah praktisi ini, UMM berharap mahasiswa mampu membentuk karakter yang kuat, berkompeten, dan siap menghadapi tuntutan industri modern, khususnya di sektor agribisnis dan peternakan unggas. Dengan adanya kegiatan seperti ini, UMM terus menunjukkan bahwa pembinaan SDM yang unggul tidak hanya berasal dari teori yang diajarkan di kelas, tetapi juga melalui pembelajaran berbasis pengalaman langsung dari praktisi yang kompeten di bidangnya.

Kuliah Tamu Agribisnis UMM Bersama Vokasi Unggas sebagai Upaya Membangun Generasi Agripreneur Unggul

 Kolaborasi Akademik untuk Mendorong Inovasi dan Kemandirian Usaha Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menghadirkan kegiatan akademik inspiratif melalui penyelenggaraan Kuliah Tamu Agribisnis UMM yang berkolaborasi dengan Program Studi Vokasi Agribisnis Unggas, pada Selasa 09 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Auditorium GKB V Lantai 1 UMM dan dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai angkatan yang antusias mengikuti rangkaian materi. Dalam kesempatan tersebut, program studi menghadirkan narasumber profesional, Jefri Hari Akbar, S.H., M.H., yang saat ini menjabat sebagai Head of Industrial Relations Corporate PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Selain itu, beliau juga dikenal sebagai seorang Lawyer, Mediator, Kurator, dan Pengurus, sehingga memberikan sudut pandang komprehensif mengenai dunia industri dan dinamika profesional yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa agribisnis masa kini. Dalam penyampaiannya, beliau menjelaskan secara mendalam mengenai bagaimana PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk merekrut karyawan yang siap secara mental dan profesional. Salah satu poin penting yang beliau tekankan adalah kesiapan karyawan untuk bersedia ditempatkan di bagian manapun, karena dinamika industri perunggasan membutuhkan SDM yang fleksibel, tangguh, dan memiliki mental kerja yang kuat. Menurutnya, kesiapan ini akan membentuk karakter pekerja yang adaptif dan tahan terhadap tekanan kerja. Beliau juga memaparkan bagaimana PT Japfa memberikan berbagai fasilitas pendukung bagi karyawan, mulai dari peningkatan kompetensi, pembinaan karier, hingga lingkungan kerja yang kondusif. Hal ini menjadi contoh nyata bagaimana perusahaan agribisnis modern menempatkan kesejahteraan dan kualitas SDM sebagai prioritas penting dalam keberlanjutan usaha. Selain aspek rekrutmen, beliau juga membahas keterkaitan erat antara dunia industri dan keilmuan agribisnis, terutama dalam sektor unggas. Ia menekankan bahwa sektor ini terus berkembang pesat sehingga membutuhkan sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, dan memiliki jiwa kewirausahaan. Mahasiswa didorong untuk tidak hanya memperkuat pemahaman teori, tetapi juga aktif menciptakan peluang usaha, memperluas jejaring, dan menanamkan mental pengusaha sejak dini. Tidak hanya itu, beliau juga membagikan pengalamannya terkait hubungan industrial, pentingnya memahami regulasi ketenagakerjaan, strategi membangun kemitraan bisnis yang sehat, serta etika profesional dalam dunia kerja. Perspektif ini membuka wawasan baru bagi mahasiswa mengenai bagaimana mengelola agribisnis unggas secara berkelanjutan dan mampu bersaing dalam industri modern. Kegiatan kuliah tamu ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara Agribisnis UMM dan Vokasi Agribisnis Unggas mampu menghadirkan pembelajaran komprehensif yang semakin mendekatkan mahasiswa dengan kebutuhan nyata dunia industri. Melalui pemaparan materi yang relevan, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kemandirian usaha, kompetensi profesional, dan inovasi sebagai calon agripreneur unggul di masa depan.

PPK Ormawa Himagri UMM Raih Abdidaya Nasional, Tegaskan Identitas Kampus Berdampak

Dua Penghargaan Nasional Buktikan Konsistensi Himagri dalam Pemberdayaan Masyarakat PPK Ormawa Himagri UMM kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Pada ajang Abdidaya Ormawa 2025, tim Himagri Universitas Muhammadiyah Malang berhasil membawa pulang dua penghargaan bergengsi, yaitu Abdidaya Terbaik 3 dan Abdidaya Terbaik 4 se-Indonesia. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa inisiatif pemberdayaan masyarakat yang digagas oleh PPK Ormawa Himagri terus memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi desa dampingan. Keberhasilan ini tidak didapatkan secara instan. Selama pelaksanaan kegiatan di Desa Ampeldento, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, tim PPK Ormawa Himagri UMM fokus menghadirkan inovasi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Salah satu program utamanya adalah pembuatan alat pengusir tikus dan burung untuk membantu petani melindungi tanaman mereka dari serangan hama. Program ini disusun berdasarkan permasalahan nyata yang dialami petani sekaligus mendorong mereka menjadi lebih mandiri dalam mengelola lahan. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar teori di kampus, tetapi juga mampu memberikan solusi nyata bagi sektor pertanian. Pengalaman terlibat langsung di Desa Ampeldento, Karangploso, menjadi bukti bahwa mahasiswa UMM mampu turun ke tengah masyarakat, memahami masalah secara nyata, dan menghadirkan solusi yang berdampak. Program seperti pembuatan alat pengusir tikus dan burung tidak hanya membantu petani mengurangi kerugian akibat hama, tetapi juga memperkuat citra kampus sebagai institusi yang benar-benar hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Pendekatan ini mewujudkan filosofi UMM sebagai kampus penggerak perubahan sosial melalui aksi nyata yang dilakukan oleh mahasiswanya. Prestasi ini sekaligus memperkuat posisi UMM sebagai kampus yang berkomitmen menghasilkan mahasiswa unggul, adaptif, dan mampu menjawab tantangan sektor agribisnis secara langsung. Identitas UMM sebagai Kampus Berdampak semakin terlihat melalui keaktifan mahasiswanya dalam menjalankan program-program pengabdian yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Melalui PPK Ormawa, Himagri UMM tidak hanya mengimplementasikan ilmu yang dipelajari di kelas, tetapi juga mengasah kemampuan kepemimpinan, kerja sama lintas sektor, serta kreativitas dalam menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya petani di lapangan. Dengan keberhasilan ini, PPK Ormawa Himagri UMM diharapkan dapat terus menjadi inspirasi bagi organisasi mahasiswa lainnya untuk menciptakan program yang berdampak, progresif, dan membawa nama baik kampus di tingkat nasional. Prestasi Abdidaya bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan pijakan penting untuk kontribusi yang lebih besar di masa mendatang. UMM melalui mahasiswanya berkomitmen untuk terus memperkuat identitas sebagai kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan pengaruh positif dan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat luas.  

Agribisnis UMM dan Yudharta Pasuruan Perkuat Jejaring Kampus Swasta Jawa Timur Lewat Benchmarking Strategis

KOTA MALANG – Upaya membangun ekosistem pendidikan tinggi yang kolaboratif antar perguruan tinggi swasta (PTS) di Jawa Timur semakin diperkuat melalui kunjungan benchmarking Program Studi Agribisnis Universitas Yudharta Pasuruan ke Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Selasa (25/11). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperluas kerja sama akademik, memperkuat kapasitas kelembagaan, sekaligus membangun sinergi PTS di wilayah Jawa Timur agar lebih kompetitif di tingkat nasional maupun internasional. Kunjungan ini disambut oleh jajaran pimpinan strategis Agribisnis UMM, terdiri dari: M. Zul Mawan – Kaprodi Agribisnis UMM Ganjar Adhiwirawan – Wakil Dekan II FPP UMM Yohana Agustina – Sekretaris Prodi Anas Tain – Kepala Laboratorium Agribisnis Festy Putri – Humas Agribisnis UMM Nur Ocvanny – PIC Program COE Kelas Profesional Ekspor Agribisnis Sejak awal pertemuan, diskusi berjalan hangat dan menunjukkan semangat kolaborasi yang kuat. Kedua institusi menyadari bahwa kerja sama antar-PTS bukan hanya kebutuhan administratif, namun sebuah strategi bersama untuk menghadapi tantangan globalisasi, perubahan standar akreditasi, dan tuntutan industri agribisnis yang semakin dinamis.   Kolaborasi untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan Tinggi Swasta di Jatim Pada sesi pemaparan, Kaprodi M. Zul Mawan menyampaikan pentingnya membuka ruang kolaborasi antarkampus sebagai bentuk solidaritas akademik regional. Ia menegaskan bahwa PTS di Jawa Timur memiliki potensi besar jika saling menguatkan, terutama dalam hal: pengembangan kurikulum berbasis industri, pertukaran praktik terbaik dalam penjaminan mutu, kerja sama dalam penelitian dan publikasi ilmiah, dan program peningkatan kompetensi mahasiswa melalui industri mitra. Wakil Dekan II FPP UMM, Ganjar Adhiwirawan, menambahkan bahwa Fakultas Pertanian-Peternakan UMM sangat terbuka membangun kerja sama berkelanjutan dengan kampus swasta lain di Jawa Timur. Menurutnya, jejaring PTS memiliki kontribusi besar dalam pemerataan kualitas pendidikan, termasuk dalam menyiapkan mahasiswa menghadapi kebutuhan industri regional seperti agribisnis, agroindustri, hingga ekspor komoditas unggulan. Laboratorium, COE Ekspor, dan Digitalisasi Jadi Sorotan Utama Tim Yudharta Pasuruan sangat menaruh perhatian pada model laboratorium bisnis Agribisnis UMM yang diakui sebagai salah satu laboratorium paling proaktif di Jawa Timur. Kepala Laboratorium, Anas Tain, menjelaskan bagaimana laboratorium berperan sebagai pusat pelatihan bisnis mahasiswa dan menjadi jembatan nyata antara teori dan praktik. Sementara itu, Program COE Kelas Profesional Ekspor yang dikelola Nur Ocvanny juga mendapat apresiasi khusus. Program ini dinilai sebagai bentuk konkret bagaimana sebuah PTS mampu menghadirkan peluang global bagi mahasiswa, sekaligus menjadi inspirasi bagi kampus-kampus lain di wilayah tapal kuda dan Arek Malang.

Himagri Agribisnis UMM Resmi Lolos Abdidaya 2025: Wujud Dedikasi dan Inovasi Mahasiswa

Inovasi Smart Farming SolarSonic IoT Guard Antar Himagri UMM Menjadi Peserta Resmi Abdidaya Ormawa 2025 Malang — Prestasi membanggakan kembali dipersembahkan oleh Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Melalui kinerja yang konsisten, komprehensif, dan berbasis inovasi, Tim PPK Ormawa Himagri Agribisnis UMM sukses lolos sebagai peserta Abdidaya Ormawa 2025, sebagaimana tertuang dalam surat resmi Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdiktisaintek Nomor 4735/B2/DT.01.01/2025. Keberhasilan ini menegaskan posisi Agribisnis UMM sebagai program studi yang progresif serta adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Dalam daftar nasional tersebut, Himagri UMM melaju melalui inovasi Smart Farming 5.0 “SolarSonic IoT Guard”, sebuah teknologi pertanian cerdas yang dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi pengendalian hama tikus dan burung pada komoditas padi di Desa Ampeldento. Perangkat ini mengintegrasikan energi surya, sensor otomatis, serta sistem Internet of Things (IoT) untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data di tingkat petani. Pendekatan ini tidak hanya memperlihatkan kedalaman analisis mahasiswa Agribisnis, tetapi juga ketajaman mereka dalam memadukan ilmu, riset, dan kebutuhan lapangan secara strategis. Lolosnya Himagri UMM pada Abdidaya Ormawa 2025 bukan sekadar capaian administratif, tetapi sekaligus menjadi indikator kualitas tata kelola program yang telah melewati rangkaian penilaian ketat mulai dari evaluasi logbook, penilaian kemajuan pelaksanaan (PKP), hingga visitasi lapangan oleh asesor. Setiap tahapan dinilai menunjukkan profesionalisme, akuntabilitas, dan ketepatan intervensi program yang dilakukan langsung bersama masyarakat. UMM yang sekaligus menjadi tuan rumah Abdidaya Ormawa 2025 pada 4–7 Desember mendatang, menjadikan prestasi ini semakin bermakna. Agribisnis UMM tampil bukan hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai representasi kampus yang memimpin perubahan di tingkat nasional melalui inovasi teknologi pertanian yang relevan dan berkelanjutan. Keberhasilan ini memperkuat citra Agribisnis UMM sebagai “center of excellence” dalam inovasi agribisnis modern. Integrasi antara kompetensi akademik, riset aplikatif, dan orientasi pemberdayaan masyarakat menjadikan mahasiswa Agribisnis UMM sebagai generasi muda yang visioner, solutif, dan siap menjawab tantangan sektor pertanian masa kini. Dengan pengakuan nasional ini, Himagri UMM bertekad melanjutkan kontribusinya melalui implementasi teknologi yang lebih luas, peningkatan kapasitas petani, serta pengembangan model pemberdayaan berbasis Smart Farming yang berkelanjutan. Prestasi ini sekaligus menjadi energi baru bagi Agribisnis UMM untuk terus bergerak maju, mengukuhkan diri sebagai program studi yang tidak hanya mengajar, tetapi menghadirkan perubahan nyata.

Agribisnis UMM Perkuat Kolaborasi dengan PT Realfood di Bojonegoro, Melirik Potensi Ekspor

Malang, (tanggal) – Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperluas jaringan kerja sama dengan dunia industri. Terbaru, Agribisnis UMM menjalin kolaborasi strategis dengan PT Realfood, perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan hasil pertanian dan minuman kesehatan di Kabupaten Bojonegoro. Dalam kunjungan tersebut, tim dosen Agribisnis UMM yang diwakili oleh Festy Putri Ramadhani, S.P., M.P., dan M. Zul Mazwan, S.P., M.Sc., memfokuskan pembahasan pada pengembangan potensi hilirisasi produk pertanian lokal dengan peluang besar menembus pasar ekspor. “Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi langkah nyata Agribisnis UMM dalam meningkatkan daya saing produk pertanian Indonesia di kancah global,” ujar Festy Putri Ramadhani. Selain membahas pengembangan produk, pertemuan ini membuka peluang riset bersama, program magang mahasiswa, serta pendampingan petani untuk meningkatkan kualitas hasil panen agar memenuhi standar internasional. M. Zul Mazwan menambahkan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan industri adalah kunci menjawab tantangan global. “Kami ingin mahasiswa Agribisnis tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu melihat bagaimana industri mengelola rantai pasok hingga strategi ekspor,” jelasnya. Dengan kerjasama ini, Agribisnis UMM optimis dapat memperkuat kontribusinya dalam pengembangan sektor agribisnis nasional serta menyiapkan lulusan yang siap bersaing di tingkat internasional.  

Dosen Agribisnis UMM Menjadi Juri pada Kompetisi Youth SDGs Ambassador 2025

Festy Putri Ramadhani, S.P., M.P. Representasikan Program Studi Agribisnis UMM dalam Forum Akademik Berbasis Keberlanjutan Dosen Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Festy Putri Ramadhani, S.P., M.P., memperoleh kepercayaan sebagai juri pada kompetisi nasional Youth SDGs Ambassador 2025, sebuah forum akademik yang berfokus pada penguatan literasi serta implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) di kalangan generasi muda. Dalam perannya sebagai juri, Festy Putri Ramadhani, S.P., M.P., terlibat dalam proses penilaian naskah ilmiah dan praktik terbaik pada kategori Paper Competition dan Best Practice. Tugas tersebut memerlukan ketajaman analisis, objektivitas ilmiah, serta pemahaman komprehensif mengenai konsep keberlanjutan dalam konteks agribisnis, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan nasional. Partisipasi beliau sebagai juri tidak hanya menunjukkan kompetensi akademik dan profesionalnya, tetapi juga menghadirkan representasi resmi Program Studi Agribisnis UMM dalam kegiatan akademik berskala nasional. Keterlibatan tersebut menjadi bentuk kontribusi nyata prodi melalui perwakilan dosen dalam penguatan kapasitas SDGs di Indonesia. Melalui kiprah Festy Putri Ramadhani, S.P., M.P., nama Agribisnis UMM turut hadir dalam diskursus ilmiah yang mempromosikan gagasan kritis, inovasi berkelanjutan, dan pemikiran strategis generasi muda. Hal ini mencerminkan pengakuan terhadap keahlian dosen Agribisnis UMM dalam memberikan evaluasi akademik yang kredibel dan konstruktif.