Agribisnis UMM Mendampingi Sosialisasi PMB “Back to School” di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo
Siswa Mengapresiasi Kehadiran Mahasiswa sebagai Pendamping dan Inspirator Siswa SMA Muhammadiyah 2, Sidoarjo, menyambut antusias kehadiran mahasiswa Agribisnis UMM dalam kegiatan Back to School. Kehadiran mahasiswa membuat sosialisasi universitas tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga interaktif dan inspiratif. Siswa merasa lebih mudah memahami alur PMB, termasuk prosedur pendaftaran, persyaratan, dan tips mempersiapkan diri untuk seleksi. Beberapa siswa menyoroti bagaimana mahasiswa membimbing mereka melalui mini kuis dan simulasi pendaftaran, yang membuat mereka lebih percaya diri dan siap menghadapi proses PMB. Selain itu, mahasiswa berbagi pengalaman hidup di kampus, aktivitas organisasi, dan kegiatan pengembangan diri yang relevan untuk calon mahasiswa. Interaksi ini memberikan wawasan nyata tentang kehidupan kampus yang sebelumnya sulit mereka bayangkan. Siswa juga mengaku termotivasi oleh cara mahasiswa menjelaskan materi dengan santai, humor ringan, dan penuh antusiasme. Salah seorang siswa menyampaikan, “Kami jadi lebih bersemangat karena mahasiswa tidak hanya memberi informasi, tapi juga memberi inspirasi dan dorongan untuk mempersiapkan masa depan. Rasanya lebih dekat dan nyata dibanding sekadar membaca brosur atau mendengar pengumuman.” Kegiatan ini memperlihatkan bahwa kehadiran mahasiswa Agribisnis UMM sebagai pendamping bukan hanya mendukung universitas, tetapi juga menciptakan pengalaman belajar yang berdampak langsung pada siswa, membangun kepercayaan diri, motivasi, dan antusiasme mereka dalam melanjutkan pendidikan tinggi.
Agribisnis UMM Mensukseskan Sosialisasi PMB “Back to School” di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo
Mahasiswa Ambil Peran Aktif sebagai Fasilitator dan Motivator Dalam kegiatan Back to School di SMA Muhammadiyah 2, mahasiswa Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tampil sebagai ujung tombak sosialisasi, membantu universitas menyampaikan informasi PMB dengan cara yang lebih interaktif dan partisipatif. Selain mendampingi sesi formal, mahasiswa juga memfasilitasi simulasi pendaftaran online, mini kuis edukatif tentang universitas, serta berbagi pengalaman sehari-hari sebagai mahasiswa aktif di kampus. Kehadiran mahasiswa membuat suasana kegiatan lebih hidup. Mereka tidak hanya menjelaskan alur pendaftaran, tetapi juga membimbing siswa untuk memahami bagaimana mempersiapkan diri sebelum masuk perguruan tinggi, termasuk tips memilih jurusan yang sesuai minat dan bakat. Dengan pendekatan komunikatif dan hangat, mahasiswa berhasil memicu antusiasme siswa untuk bertanya dan berinteraksi, sehingga kegiatan sosialisasi berjalan lebih efektif dan menyenangkan. Seorang mahasiswa mengatakan, “Peran kami di sini bukan hanya menyampaikan informasi, tapi juga memberi motivasi agar siswa percaya diri mengambil langkah awal menuju pendidikan tinggi. Melalui interaksi langsung, kami bisa membantu siswa memahami proses PMB dan sekaligus menginspirasi mereka untuk menyiapkan diri sejak sekarang.” Partisipasi aktif ini menunjukkan sinergi nyata antara mahasiswa dan universitas dalam memastikan program Back to School sukses, sekaligus memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan empati terhadap generasi muda.
Agribisnis UMM Perkuat Peran dalam Sosialisasi PMB “Back to School” di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo
Sinergi Mahasiswa dan Institusi dalam Menginspirasi Generasi Akademik Berdaya Saing Kegiatan Back to School UMM di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo menjadi momentum penting dalam mempererat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah mitra. Program Studi Agribisnis UMM turut mendukung penuh kegiatan ini melalui keterlibatan mahasiswa yang berperan aktif sebagai agen informasi dan inspirasi akademik. Dalam sesi interaktif bersama siswa, mahasiswa Agribisnis UMM memaparkan berbagai keunggulan program studi, mulai dari sistem pembelajaran berbasis riset, program magang industri, hingga peluang kewirausahaan mahasiswa yang mendorong lahirnya pelaku usaha muda di sektor agribisnis. Penjelasan tersebut disampaikan dengan pendekatan yang kontekstual, menyesuaikan dengan kebutuhan dan minat siswa. Lebih dari sekadar promosi, kegiatan ini menjadi ruang edukatif yang memperkenalkan agribisnis sebagai disiplin ilmu strategis yang menjawab tantangan ketahanan pangan, dinamika pasar, serta pengembangan komoditas berbasis nilai tambah. Mahasiswa Agribisnis UMM menegaskan bahwa lulusan agribisnis memiliki spektrum karier yang luas dan relevan dengan kebutuhan industri nasional. Dukungan Agribisnis UMM dalam kegiatan ini menegaskan komitmen kelembagaan untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif, progresif, dan berdampak. Sinergi tersebut memperlihatkan bahwa mahasiswa bukan hanya penerima manfaat pendidikan, tetapi juga aktor aktif dalam menyebarluaskan nilai akademik dan keunggulan institusi.
Agribisnis UMM Mendampingi Sosialisasi PMB “Back to School” di SMA Jati Agung Sidoarjo
Siswa Mengapresiasi Kehadiran Mahasiswa sebagai Pendamping Sosialisasi Universitas Siswa SMA Jati Agung, Sidoarjo, menyambut antusias kehadiran mahasiswa Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam kegiatan Back to School. Kehadiran mahasiswa sebagai pendamping dan fasilitator sosialisasi membuat seluruh rangkaian kegiatan menjadi lebih interaktif, hidup, dan mudah dipahami oleh siswa. Para siswa mengaku sangat terbantu dalam memahami prosedur Penerimaan Mahasiswa Baru, alur pendaftaran, hingga program unggulan universitas. Mereka merasa lebih nyaman bertanya dan mengekspresikan rasa ingin tahu karena mahasiswa hadir langsung untuk mendampingi setiap sesi. Beberapa siswa menekankan bahwa pengalaman berdiskusi dengan mahasiswa memberi mereka wawasan baru mengenai kehidupan kampus, persiapan akademik, dan kegiatan non-akademik yang dapat mendukung pengembangan diri. Selain itu, siswa juga merasa terinspirasi oleh sikap komunikatif dan ramah mahasiswa, yang tidak hanya menjalankan tugas sebagai fasilitator, tetapi juga memotivasi mereka untuk berpikir lebih jauh tentang rencana pendidikan masa depan. Banyak siswa menyatakan bahwa sosialisasi ini membuka perspektif baru, membuat mereka lebih percaya diri, dan mendorong mereka untuk mulai merencanakan langkah nyata menuju pendidikan tinggi. Kehadiran mahasiswa Agribisnis UMM sebagai pendamping menunjukkan bahwa sosialisasi universitas bukan sekadar penyampaian informasi, tetapi sebuah pengalaman belajar yang mengedukasi siswa secara langsung. Aktivitas ini menjadi bukti nyata sinergi antara universitas dan mahasiswa, di mana mahasiswa mengambil peran penting dalam memperkuat kualitas interaksi dengan calon mahasiswa, sekaligus memberikan pengalaman praktis yang berharga bagi kedua belah pihak.
Agribisnis UMM Mensukseskan PMB “Back to School” di SMA Jati Agung Sidoarjo
Mahasiswa Ambil Peran Strategis Menjalankan Agenda Universitas Dalam rangka mendukung program Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) bertajuk Back to School, mahasiswa Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berperan aktif dalam mensukseskan kegiatan yang dilaksanakan di SMA Jati Agung, Sidoarjo. Keterlibatan mahasiswa bukan sekadar hadir sebagai perwakilan universitas, tetapi menjadi bagian penting dalam memastikan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. Mahasiswa Agribisnis UMM mengambil berbagai peran strategis, mulai dari memandu siswa dalam sesi orientasi universitas, mendampingi kegiatan diskusi interaktif, hingga membantu koordinasi antara tim universitas dan pihak sekolah. Kehadiran mereka menghadirkan nuansa partisipatif yang membuat sosialisasi lebih hidup, interaktif, dan mudah dipahami oleh siswa. Dengan komunikasi yang hangat dan informatif, mahasiswa berhasil menciptakan suasana yang mendorong siswa untuk aktif bertanya, berinteraksi, dan memahami berbagai prosedur PMB secara lebih menyeluruh. Selain itu, mahasiswa juga berbagi pengalaman praktis mengenai kehidupan kampus, kegiatan organisasi mahasiswa, dan berbagai program universitas yang dapat dimanfaatkan oleh calon mahasiswa. Mereka menekankan pentingnya kesiapan diri, perencanaan akademik, dan keterampilan sosial sebagai modal utama dalam memasuki dunia pendidikan tinggi. Dalam proses ini, mahasiswa tidak hanya menjalankan tugas sebagai fasilitator, tetapi juga berperan sebagai motivator yang menginspirasi siswa untuk lebih percaya diri dalam mengambil keputusan terkait pendidikan masa depan. Partisipasi aktif mahasiswa Agribisnis UMM ini menunjukkan sinergi yang kuat antara civitas akademika dan universitas dalam menyukseskan program Back to School. Peran mereka menegaskan bahwa keberhasilan sosialisasi PMB bukan hanya tanggung jawab institusi, tetapi juga bergantung pada kontribusi nyata mahasiswa sebagai ujung tombak interaksi dengan siswa. Aktivitas ini sekaligus memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan organisasi, sehingga kegiatan universitas berjalan efektif sekaligus mendidik kedua belah pihak: siswa yang dibimbing dan mahasiswa yang melayani.
Agribisnis UMM Dukung Sosialisasi PMB “Back to School” di SMA Jati Agung Sidoarjo
Mahasiswa Agribisnis Turun Langsung Menguatkan Literasi Pendidikan Tinggi dan Prospek Agribisnis Modern Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar program Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) bertajuk Back to School sebagai upaya strategis memperluas akses informasi pendidikan tinggi kepada siswa sekolah menengah. Dalam kegiatan yang dilaksanakan di SMA Jati Agung, Sidoarjo, Program Studi Agribisnis turut berperan aktif mendukung agenda tersebut melalui keterlibatan langsung mahasiswa sebagai representasi akademik sekaligus duta institusi. Kehadiran mahasiswa Agribisnis UMM menjadi nilai tambah tersendiri dalam kegiatan ini. Mereka tidak hanya memperkenalkan program studi, tetapi juga berbagi pengalaman akademik, dinamika perkuliahan, hingga peluang pengembangan diri yang tersedia di lingkungan kampus. Pendekatan komunikatif dan partisipatif tersebut menciptakan suasana dialogis yang mendorong siswa untuk lebih percaya diri dalam merancang masa depan pendidikan mereka. Dalam pemaparannya, mahasiswa Agribisnis menekankan bahwa agribisnis merupakan bidang strategis yang mengintegrasikan sains pertanian dengan manajemen bisnis dan analisis pasar. Agribisnis UMM hadir dengan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), praktik lapang, kewirausahaan mahasiswa, serta dukungan dosen profesional yang kompeten di bidangnya. Partisipasi aktif ini mencerminkan sinergi kuat antara mahasiswa dan institusi dalam mendukung visi UMM sebagai kampus unggul. Agribisnis UMM menunjukkan komitmennya untuk terus menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda yang ingin berkontribusi dalam pembangunan ekonomi berbasis pertanian dan bisnis berkelanjutan. Author: Aura Azizah Opal Labibah
Fakultas Pertanian-Peternakan UMM Dukung Regenerasi Pebisnis Muda melalui Sosialisasi PMB Agribisnis di SMKN 1 Tulungagung
Agribisnis UMM Tegaskan Keunggulan Akademik dan Kewirausahaan Berbasis Sains dan Manajemen Pertanian Dukungan Fakultas Pertanian-Peternakan UMM dalam kegiatan Sosialisasi PMB di SMKN 1 Tulungagung menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam mendorong regenerasi pelaku agribisnis muda yang profesional dan berintegritas. Melalui peran aktif Program Studi Agribisnis, siswa diperkenalkan pada berbagai peluang karier dan pengembangan diri yang terbuka luas di sektor agribisnis. Dalam sesi diskusi interaktif, tim Agribisnis UMM memaparkan bahwa lulusan agribisnis memiliki prospek karier yang beragam, mulai dari manajer usaha tani, analis pasar pertanian, konsultan bisnis pertanian, wirausahawan komoditas, hingga pengelola lembaga keuangan agribisnis. Keunggulan tersebut diperkuat dengan sistem pembelajaran yang menekankan integrasi antara sains pertanian dan manajemen bisnis. Agribisnis UMM juga menghadirkan berbagai program unggulan, seperti magang industri, kewirausahaan mahasiswa, kompetisi ilmiah nasional, serta kolaborasi riset dengan mitra eksternal. Dukungan dosen berkualifikasi dan jejaring kemitraan yang luas semakin memperkuat daya saing lulusan di tingkat nasional. Melalui kegiatan sosialisasi ini, FPP UMM menegaskan bahwa Agribisnis bukan sekadar program studi, melainkan ruang pengembangan intelektual dan profesional bagi generasi muda yang ingin berkontribusi dalam pembangunan ekonomi berbasis pertanian. Dukungan tersebut menjadi wujud nyata komitmen UMM dalam mencetak sumber daya manusia agribisnis yang unggul, adaptif, dan memiliki visi global. Author: Aura Azizah Opal Labibah
Fakultas Pertanian-Peternakan UMM Dukung Penguatan Sinergi Pendidikan melalui Sosialisasi PMB Agribisnis
Menyelaraskan Kompetensi Lulusan SMK dengan Tantangan Agribisnis Berbasis Manajemen, Pasar, dan Inovasi Kegiatan sosialisasi PMB di SMKN 1 Tulungagung juga menjadi momentum strategis bagi Fakultas Pertanian-Peternakan UMM dalam mendukung penguatan sinergi antara pendidikan vokasi dan pendidikan tinggi. Melalui keterlibatan Program Studi Agribisnis, FPP UMM berupaya membangun kesinambungan kompetensi yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri sektor agribisnis. Dalam pemaparannya, M. Zul Mazwan, S.P., M.Sc menjelaskan bahwa agribisnis modern menuntut penguasaan manajemen rantai pasok, analisis kelayakan usaha, perencanaan bisnis, serta pemahaman dinamika pasar global. Sektor ini berkembang pesat dan membutuhkan generasi muda yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga mampu berpikir strategis dan adaptif terhadap perubahan. Sementara itu, Festy Putri Ramadhani, S.P., M.P menekankan pentingnya inovasi dan nilai tambah dalam pengembangan komoditas pertanian. Ia menjelaskan bahwa mahasiswa Agribisnis UMM didorong untuk aktif dalam penelitian terapan, kewirausahaan mahasiswa, serta pengembangan usaha berbasis potensi lokal. Dengan pendekatan tersebut, lulusan diharapkan mampu menjadi problem solver yang berkontribusi nyata dalam penguatan ekonomi daerah. Dukungan FPP UMM melalui Agribisnis dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen kelembagaan untuk membangun ekosistem pendidikan yang kolaboratif dan berkelanjutan. Sinergi ini menjadi fondasi penting dalam mencetak lulusan yang kompeten, profesional, serta siap bersaing di sektor agribisnis nasional maupun global.
Fakultas Pertanian-Peternakan UMM Dukung Sosialisasi PMB di SMKN 1 Tulungagung melalui Kiprah Agribisnis
Menguatkan Literasi Agribisnis Modern dan Membuka Akses Studi Lanjut bagi Generasi Muda Fakultas Pertanian-Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan komitmen strategisnya dalam mendukung kegiatan Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) yang dilaksanakan di SMKN 1 Tulungagung. Dukungan tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif Program Studi Agribisnis UMM yang hadir secara langsung memberikan pemahaman komprehensif mengenai prospek pendidikan tinggi dan peluang karier di bidang agribisnis. Dalam kegiatan tersebut, Ketua Program Studi Agribisnis UMM, M. Zul Mazwan, S.P., M.Sc, bersama Festy Putri Ramadhani, S.P., M.P, menyampaikan pemaparan akademik yang menekankan bahwa agribisnis merupakan disiplin ilmu strategis yang memadukan aspek produksi pertanian, manajemen usaha, pemasaran, hingga kebijakan pertanian dalam satu sistem yang terintegrasi. Agribisnis bukan sekadar aktivitas bertani, melainkan sebuah sistem ekonomi yang mengelola seluruh rantai nilai komoditas pertanian secara profesional dan berorientasi pasar. Para siswa diajak memahami bahwa tantangan sektor pertanian saat ini menuntut sumber daya manusia yang memiliki kemampuan analitis, manajerial, serta kewirausahaan yang kuat. Melalui kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), Agribisnis UMM menghadirkan pembelajaran aplikatif yang memadukan teori, praktik lapang, studi kasus, serta penguatan soft skills seperti kepemimpinan dan komunikasi bisnis. Kehadiran Agribisnis UMM dalam sosialisasi ini tidak hanya menjadi sarana promosi akademik, tetapi juga bentuk kontribusi nyata FPP UMM dalam memperluas literasi pendidikan tinggi di kalangan siswa SMK. Dukungan ini sekaligus menegaskan posisi Agribisnis UMM sebagai program studi yang relevan, progresif, dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan pertanian berbasis bisnis dan manajemen modern. Author: Aura Azizah Opal Labibah
Regenerasi Agribisnis: Antara Tantangan Persepsi dan Peluang Generasi Muda
MALANG, Sektor agribisnis Indonesia tengah menghadapi tantangan struktural yang serius: penuaan tenaga kerja dan rendahnya minat generasi muda untuk terlibat sebagai pelaku utama di sektor ini. Data menunjukkan proporsi pekerja muda di pertanian sangat kecil Gen Z (≤ 26 tahun) hanya menyumbang sekitar 2,14 persen dari total petani, sedangkan dominasi masih dipegang oleh Generasi X dan Baby Boomers. Tren ini berimplikasi pada turunnya kapasitas produktivitas dan potensi ancaman terhadap ketahanan pangan jangka menengah. Fenomena tersebut dikuatkan oleh laporan akademik yang menilai bahwa regenerasi petani di Indonesia tengah mengalami “darurat”. Studi penelitian menunjukkan bahwa anak petani kini cenderung memilih karier di luar sektor pertanian, berkaitan erat dengan persepsi bahwa pekerjaan pertanian kurang menjanjikan secara ekonomi dan kurang cocok dengan aspirasi karier mereka hari ini. Pro Energi dan Potensi Generasi Muda Meski statistik partisipasi generasi muda relatif rendah, data global memperlihatkan bahwa youth masih menjadi bagian penting dari sistem agrifood, baik sebagai pekerja maupun sebagai agen perubahan dalam rantai nilai pangan. Menurut laporan Food and Agriculture Organization (FAO), sekitar 44 persen pekerja muda bergantung pada sistem agrifood untuk pekerjaan, jauh lebih tinggi dibanding orang dewasa pada rentang usia lainnya. Laporan ini juga menggarisbawahi bahwa dengan profesionalisasi dan kesempatan kerja yang layak, keterlibatan generasi muda dapat memberikan nilai tambah ekonomi mencapai triliunan dolar global. Beberapa perkembangan di wilayah lain menunjukkan peningkatan partisipasi anak muda dalam agribisnis modern, terutama ketika dikaitkan dengan inovasi teknologi dan peluang wirausaha yang lebih jelas. Tren digitalisasi pertanian termasuk penggunaan IoT, big data, dan automasi menjadi daya tarik tersendiri bagi generasi yang terbiasa dengan teknologi dan informasi. Kontra Persepsi, Hambatan Struktur, dan Risiko Karier Meski peluang muncul, sejumlah faktor tetap menahan minat generasi muda untuk terjun ke agribisnis. Riset yang dilakukan di beberapa daerah di Indonesia menunjukkan bahwa faktor persepsi, rendahnya pendapatan, dan keterbatasan akses teknologi menjadi hambatan utama. Dalam survei lain, generasi muda sering memandang profesi di pertanian sebagai pekerjaan yang “fisik, tradisional, dan kurang prestisius”, sementara peluang karier dan kesejahteraan dirasakan lebih menjanjikan di sektor industri dan jasa. Faktor lain yang menghambat partisipasi muda adalah keterbatasan akses modal dan jaringan pasar, yang sering kali dirasakan oleh pelaku agribisnis pemula. Tanpa dukungan ekosistem yang kuat seperti pembiayaan inklusif, pelatihan teknologi, serta akses pasar ekspor atau modern retail generasi muda cenderung mencari pekerjaan yang lebih mudah di sektor lain. Peran Pendidikan Tinggi: Menjawab Tantangan dengan Inovasi dan Kolaborasi Menanggapi realitas tersebut, Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang mengambil pendekatan strategis untuk mengubah narasi keterlibatan generasi muda di agribisnis. Ketua Prodi, Zul Mazwan, menegaskan bahwa tantangan regenerasi bukan hanya soal angka partisipasi, tetapi bagaimana menciptakan ikon relevansi agribisnis bagi Gen Z. “Kita perlu membangun ekosistem pembelajaran yang menggabungkan teknologi, praktik industri, dan keterampilan bisnis modern,” ujarnya. Menurut Zul, pembelajaran agribisnis yang efektif harus mengintegrasikan studi pasar internasional, digitalisasi produksi, hingga kewirausahaan agritech sehingga lulusan tidak hanya siap bekerja di sektor tradisional, tetapi juga menjadi change agents di era agribisnis modern. Humas Agribisnis UMM, Festy Putri, menambahkan bahwa komunikasi naratif program studi diarahkan untuk mengubah persepsi tradisional. “Kami ingin generasi muda melihat agribisnis sebagai karier yang dinamis, strategis, dan berpotensi memberikan dampak sosial serta ekonomi.” kata Festy. Garis Besar dan Arah Ke Depan Dalam jangka panjang, regenerasi agribisnis membutuhkan sinergi antara pemerintahan, akademisi, sektor swasta, dan komunitas pemuda itu sendiri. Pendekatan yang responsif terhadap aspirasi generasi muda termasuk pengembangan teknologi pertanian, akses pasar modern, dan sistem pendukung kewirausahaan dapat membuka ruang yang lebih besar bagi Gen Z untuk berkontribusi secara signifikan di sektor ini. Agribisnis modern kini bukan sekadar pekerjaan produksi, tetapi mencakup teknologi, akses data, pemasaran digital, serta strategi inovasi produk semuanya merupakan domain yang dekat dengan preferensi dan kemampuan generasi muda saat ini. Author: Festy Putri Ramadhani, S.P., M.P Editor: Aura Azizah Opal Labibah