Mahasiswa Agribisnis UMM Perdalam Riset Jagung Unggul di Thailand melalui Program Student Exchange

Pengalaman Akademik Internasional di Kasetsart University Perkuat Kompetensi Riset dan Daya Saing Global Mahasiswa Agribisnis UMM Komitmen Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam mencetak lulusan berdaya saing global kembali dibuktikan melalui kiprah Akhmad Murtadho, mahasiswa Agribisnis UMM, yang mengikuti program student exchange di Kasetsart University, Thailand selama lima bulan. Terhitung sejak Juli hingga Desember 2025, Akhmad Murtadho yang akrab disapa Dodo menempuh pengalaman akademik internasional di salah satu perguruan tinggi terkemuka di Asia Tenggara dalam bidang pertanian dan agribisnis. Program ini tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga memperkuat kompetensi riset, komunikasi global, serta pemahaman sistem pertanian modern berbasis sains. Selama mengikuti program tersebut, Dodo terlibat langsung dalam kegiatan akademik dan riset di National Corn and Sorghum Research Center (Suwan Farm) yang berlokasi di Pak Chong, Provinsi Nakhon Ratchasima. Pusat riset ini dikenal sebagai laboratorium alam unggulan yang menjadi rujukan pengembangan inovasi pertanian di Thailand. Fokus utama riset yang dipelajari adalah pemuliaan tanaman (plant breeding), khususnya pada pengembangan varietas jagung unggul Suwan 1. Varietas ini merupakan hasil riset jangka panjang berbasis germplasm internasional dan dikenal memiliki ketahanan tinggi terhadap penyakit downy mildew (bulai), serta telah menjadi tulang punggung pertanian jagung Thailand sejak dekade 1970-an. “Di Suwan Farm, kami tidak hanya melihat kebun, tetapi memahami bagaimana riset varietas jagung dikembangkan secara ilmiah, diuji ketahanannya, hingga diintegrasikan ke dalam sistem pertanian berkelanjutan,” ungkap Dodo. Selain memperdalam aspek hulu pertanian, Dodo juga mempelajari rantai nilai dan hilirisasi produk agribisnis, termasuk kolaborasi strategis Suwan Farm dengan lembaga riset internasional seperti CIMMYT (International Maize and Wheat Improvement Center). Salah satu praktik menarik yang diamati adalah pengembangan produk turunan jagung, seperti susu jagung UHT (corn milk), yang menunjukkan keterpaduan riset dan inovasi industri. Pengalaman akademik di Kasetsart University juga memberikan atmosfer pembelajaran yang inklusif dan multikultural. Mahasiswa dari berbagai negara belajar dalam satu kelas dengan bahasa Inggris sebagai pengantar utama, sehingga secara langsung mengasah kemampuan komunikasi internasional dan sensitivitas lintas budaya. “Dalam satu kelas, mahasiswa datang dari berbagai negara. Kami belajar bukan hanya ilmu, tetapi juga perspektif budaya dan cara berpikir yang berbeda. Ini pengalaman yang sangat berharga,” tambahnya. Sebagai mahasiswa Agribisnis UMM, Dodo menilai pengalaman ini relevan dan kontekstual dengan keilmuan yang dipelajari di kampus. Integrasi antara teori akademik, riset lapangan, dan praktik agribisnis internasional menjadi bekal strategis untuk pengembangan sektor pertanian Indonesia ke depan. Menutup pengalamannya, Dodo menegaskan komitmennya untuk mengadaptasi metodologi riset dan pendekatan teknologi pertanian yang dipelajarinya di Thailand agar dapat diterapkan dalam konteks agribisnis nasional. “Apa yang saya pelajari di sana ingin saya terapkan di Indonesia, terutama dalam hal metodologi riset pertanian dan bagaimana menghubungkan teori akademik dengan praktik nyata di lapangan,” pungkasnya. Keikutsertaan Akhmad Murtadho dalam program student exchange ini semakin menegaskan posisi Program Studi Agribisnis UMM sebagai program unggulan yang aktif mendorong internasionalisasi, riset aplikatif, serta pengembangan sumber daya manusia pertanian yang adaptif, inovatif, dan berwawasan global.

Menutup Program, Membuka Masa Depan Pertanian: Penutupan PPK Ormawa HIMAGRI dengan SolarSonic Guard sebagai Smart Farming 5.0 di Desa Ampeldento

Inovasi Alat Pengusir Hama Tikus dan Burung Berbasis Smart Farming 5.0 dalam Program PPK Ormawa HIMAGRI Desa Ampeldento Ampeldento, Karangploso Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Agribisnis (HIMAGRI) resmi ditutup pada Kamis, 18 Desember 2025, bertempat di Desa Ampeldento, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Kegiatan penutupan ini menjadi puncak rangkaian program pengabdian masyarakat yang berfokus pada penerapan inovasi teknologi pertanian berbasis Smart Farming 5.0. Dalam kegiatan tersebut, HIMAGRI memperkenalkan dan menyerahkan inovasi SolarSonic Guard, sebuah alat pengusir hama tikus dan burung yang dirancang untuk membantu petani padi dalam meningkatkan efisiensi pengendalian hama. Teknologi ini memanfaatkan sistem gelombang suara dan energi surya sebagai sumber daya utama, sehingga ramah lingkungan dan berkelanjutan. SolarSonic Guard merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat desa sebagai solusi atas permasalahan hama yang selama ini berdampak pada penurunan hasil panen padi. Melalui inovasi ini, kami berharap petani dapat mengurangi kerugian akibat serangan hama tanpa bergantung pada bahan kimia berlebihan. Acara penutupan dihadiri oleh perangkat desa, perwakilan petani, dosen pendamping, serta anggota HIMAGRI. Selain seremoni penutupan, kegiatan juga diisi dengan pemaparan hasil program, demonstrasi penggunaan alat SolarSonic Guard, serta penyerahan simbolis alat kepada perwakilan kelompok tani Desa Ampeldento. Merancang SolarSonic Guard sebagai alat pengusir hama yang lebih efektif dan mudah digunakan. Teknologi ini bekerja dengan memanfaatkan gelombang suara tertentu yang tidak disukai oleh hama, sehingga mampu mengusir tikus dan burung tanpa merusak tanaman padi. Selain itu, alat ini menggunakan sumber energi surya, sehingga lebih hemat energi dan ramah lingkungan. Dengan adanya inovasi SolarSonic Guard, petani diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan bahan kimia dan racun hama yang berisiko merusak lingkungan serta kesehatan. Pengendalian hama secara alami dan berkelanjutan ini diharapkan mampu menekan tingkat kerugian akibat serangan hama, meningkatkan hasil panen, serta mendukung penerapan pertanian modern berbasis Smart Farming 5.0 di Desa Ampeldento. Dengan terselenggaranya acara penutupan ini, diharapkan seluruh inovasi dan pengetahuan yang telah diberikan melalui program PPK Ormawa HIMAGRI dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat, sehingga mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan pertanian di Desa Ampeldento ke depannya.

Agribisnis UMM Tegaskan Komitmen Inovasi dan Pemberdayaan Desa melalui Penutupan PPK ORMAWA HIMAGRI

Penutupan PPK ORMAWA di Desa Ampel Tendo sebagai Refleksi Implementasi Inovasi Smart Farming Berbasis IoT Himpunan Mahasiswa Agribisnis (HIMAGRI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) secara resmi menutup rangkaian kegiatan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA) dalam sebuah acara yang diselenggarakan di Balai Desa Ampel Tendo. Kegiatan penutupan ini menjadi momentum evaluatif atas implementasi program pemberdayaan masyarakat yang berbasis inovasi teknologi pertanian dan keilmuan agribisnis. Sebagai bagian dari pelaksanaan PPK ORMAWA, HIMAGRI UMM mengusung program kerja unggulan bertajuk Inovasi Smart Farming SolarSonic IoT Guard, yaitu alat pengusir hama yang memanfaatkan energi surya dengan sistem kontrol digital berbasis Internet of Things (IoT). Inovasi ini dikembangkan sebagai solusi adaptif terhadap permasalahan hama pertanian yang dihadapi masyarakat desa, sekaligus mencerminkan integrasi antara ilmu agribisnis, teknologi, dan keberlanjutan lingkungan. Peran Agribisnis UMM dalam Implementasi Teknologi Pertanian Berkelanjutan Program Smart Farming SolarSonic IoT Guard yang telah diimplementasikan selama PPK ORMAWA menjadi salah satu capaian utama yang direfleksikan dalam kegiatan penutupan. Mahasiswa Agribisnis UMM tidak hanya berperan sebagai pelaksana teknis, tetapi juga sebagai fasilitator transfer pengetahuan kepada masyarakat desa terkait pemanfaatan teknologi tepat guna dalam sistem usaha tani. Keunggulan Agribisnis UMM tercermin dari kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan inovasi berbasis riset serta mengintegrasikannya dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat. Hal ini menunjukkan peran strategis Agribisnis UMM sebagai institusi akademik yang mendorong transformasi pertanian melalui pendekatan ilmiah, inovatif, dan berorientasi pada keberlanjutan. Penutupan PPK ORMAWA dan Pemberian Cinderamata sebagai Simbol Apresiasi dan Keberlanjutan Kolaborasi Acara penutupan PPK ORMAWA HIMAGRI di Balai Desa Ampel Tendo juga dirangkaikan dengan pemberian cinderamata kepada pemerintah Desa Ampel Tendo sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan kerja sama selama pelaksanaan program. Simbolisasi ini menegaskan komitmen Agribisnis UMM dalam membangun kemitraan yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat desa. Melalui penutupan PPK ORMAWA ini, Agribisnis UMM kembali menegaskan perannya dalam pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat berbasis inovasi agribisnis. Diharapkan, kolaborasi yang telah terjalin dapat terus berlanjut dalam mendukung pengembangan desa yang mandiri, adaptif terhadap teknologi, dan berdaya saing di sektor pertanian.

Memperkuat Hilirisasi Kopi Nasional, Agribisnis UMM Bahas Peluang Kolaborasi dengan SCOPI

Jakarta, – Upaya memperkuat hilirisasi kopi nasional kembali mengemuka dalam pertemuan antara Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI), Jakarta. Dalam pertemuan ini, dosen Humas Agribisnis UMM mendiskusikan peluang kerja sama yang meliputi pengembangan akademik, pemberdayaan masyarakat, hingga inovasi produk kopi berbasis riset ilmiah. SCOPI, sebagai lembaga yang berfokus pada keberlanjutan kopi Indonesia, menilai peran kampus menjadi kunci dalam memperkuat koneksi pengetahuan ilmiah dengan kebutuhan industri. Diskusi berfokus pada tiga area utama, yaitu peningkatan kualitas budidaya kopi, manajemen pascapanen, dan pengembangan pemasaran produk turunan kopi yang memiliki nilai tambah. Agribisnis UMM menegaskan komitmennya untuk memperkuat pendidikan agribisnis berbasis praktik industri. Melalui kolaborasi dengan SCOPI, mahasiswa berkesempatan mengikuti magang, workshop, serta penelitian terapan yang relevan dengan dinamika lapangan. Di sisi lain, dosen UMM berpotensi terlibat dalam pendampingan petani, publikasi ilmiah, dan program peningkatan kapasitas SDM pertanian. SCOPI menyambut baik arah diskusi tersebut dan membuka opsi kerja sama jangka panjang, termasuk kolaborasi riset, seminar tematik, dan pengembangan inovasi kopi berkelanjutan di tingkat UMKM maupun industri regional. Kolaborasi ini dinilai dapat meningkatkan daya saing kopi Indonesia di pasar global, sekaligus memperkuat mata rantai agribisnis dari hulu hingga hilir. Tahap lanjutan dijadwalkan untuk menyusun rencana kerja bersama, termasuk pemetaan kebutuhan riset, pembentukan tim teknis, serta desain program kolaboratif yang dapat diimplementasikan di lapangan. UMM menyatakan optimisme, pertemuan ini menjadi pintu masuk bagi kemitraan strategis yang berdampak luas bagi akademisi, mahasiswa, dan masyarakat tani kopi.

Agribisnis UMM Eksplorasi Kemitraan Riset Kopi Berkelanjutan bersama SCOPI Jakarta

Jakarta,- Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjajaki peluang kemitraan strategis dengan Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI) di Jakarta. Pertemuan yang diwakili oleh dosen Humas Agribisnis UMM itu membahas potensi kolaborasi riset dan pengembangan kopi berkelanjutan, terutama dalam aspek penguatan rantai pasok dan kualitas produksi. Dalam dialog tersebut, SCOPI dan Agribisnis UMM mengulas upaya peningkatan produktivitas kopi nasional melalui pendekatan sains agribisnis, penguatan kapasitas petani, dan pengembangan praktik budidaya ramah lingkungan. Kedua institusi menilai, tantangan kopi nasional seperti regenerasi petani, fluktuasi harga global, hingga isu keberlanjutan lingkungan, perlu dijawab melalui sinergi akademik dan industri. Selain riset, pembahasan turut mencakup peluang kerja sama kemahasiswaan, termasuk program magang, pelatihan teknis, serta keterlibatan mahasiswa dalam program pemberdayaan petani kopi. Kolaborasi ini dinilai akan memberi pengalaman lapangan bagi mahasiswa, sekaligus memperkuat hilirisasi kopi melalui inovasi produk dan pemasaran digital. Diskusi juga membuka ruang bagi dosen Agribisnis UMM untuk memperluas jejaring akademik melalui publikasi ilmiah bersama, seminar nasional, dan keterlibatan dalam forum strategis SCOPI. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi pengembangan sistem agribisnis kopi Indonesia. Pertemuan ini menjadi langkah awal menuju kesepahaman formal antara UMM dan SCOPI. Ke depan, kedua belah pihak akan menyusun agenda teknis untuk merealisasikan bentuk kerja sama di bidang akademik, non-akademik, riset, dan pemberdayaan masyarakat.

Agribisnis UMM Perkuat Peran Strategis Nasional

Prof. Rahayu Relawati Terlibat dalam Penyusunan Grand Design Apel Batu bersama Dinas Pertanian, BRIN, dan Mitra Lintas Sektor KOTA BATU – Upaya revitalisasi komoditas apel sebagai identitas Kota Batu mendapatkan dorongan besar melalui kolaborasi akademisi, pemerintah daerah, dan lembaga riset nasional. Dalam inisiatif strategis ini, Prof. Rahayu Relawati, salah satu dosen senior dan peneliti unggulan Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), turut dipercaya menjadi bagian penting dalam pengembangan Grand Design Apel Batu.   Kolaborasi ini digagas bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu, dengan dukungan lembaga riset nasional seperti BRIN, serta sejumlah pemangku kepentingan agribisnis, petani, dan industri pendukung. Kiprah ini menegaskan kembali posisi Agribisnis UMM sebagai pusat keilmuan yang aktif dalam proyek-proyek strategis daerah dan nasional.   Mengembalikan Kejayaan Apel Batu Melalui Fondasi Sains dan Agribisnis Modern Kota Batu selama puluhan tahun dikenal sebagai sentra apel terbesar di Indonesia. Namun, geliat industri apel mengalami tantangan serius: alih fungsi lahan, perubahan iklim, regenerasi petani, hingga tekanan pasar dari komoditas hortikultura lain. Melalui Grand Design Apel Batu, seluruh pihak berupaya menyusun arah baru pembangunan apel yang: berbasis data, berkelanjutan, berorientasi pasar, dan diintegrasikan dengan inovasi teknologi serta strategi hilirisasi. Di sinilah peran Prof. Rahayu menjadi sentral. Sebagai akademisi yang memiliki kepakaran dalam rantai nilai agribisnis, pemberdayaan petani, hingga strategi kebijakan pangan, kontribusinya memberi dimensi ilmiah sekaligus praktis dalam merumuskan peta jalan revitalisasi apel di Kota Batu.   Kolaborasi Kuat antara Akademisi, Pemerintah, dan Lembaga Riset Pengembangan Grand Design Apel Batu bukanlah proyek teknis biasa; ini adalah model kerja bersama lintas lembaga. Program ini melibatkan: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu – pengarah kebijakan dan fasilitator lapangan BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) – penguatan aspek kajian ilmiah dan teknologi Agribisnis UMM – analisis rantai nilai, sosial ekonomi, model bisnis, dan pemberdayaan Pelaku industri dan kelompok tani –implementasi dan validasi lapangan Keterlibatan Agribisnis UMM menjadi bukti bahwa institusi ini dipercaya sebagai mitra pemikir dalam kebijakan pembangunan daerah.   Agribisnis UMM: Kampus dengan Jejak Panjang dalam Penguatan Komoditas Lokal Kiprah Prof. Rahayu bukan kali pertama menempatkan Agribisnis UMM dalam forum strategis dan pengambil keputusan. Selama ini, dosen-dosen Agribisnis UMM kerap menjadi mitra pemerintah dalam: penyusunan kebijakan pembangunan pertanian daerah, kajian ketahanan pangan regional, pendampingan petani dan UMKM berbasis agribisnis, hingga pengembangan rantai pasok dan hilirisasi produk. Reputasi tersebut memperkuat citra Agribisnis UMM sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga relevan dalam kerja-kerja pembangunan nasional.   Menyusun Peta Jalan 10 hingga 20 Tahun Komoditas Apel Batu Grand Design ini mencakup berbagai aspek penting, seperti: analisis rantai nilai apel Batu, strategi regenerasi petani, model bisnis dan hilirisasi produk pangan–minuman, inovasi teknologi budidaya dan pascapanen, pemanfaatan digital farming, hingga pengembangan agro-tourism berbasis apel. Prof. Rahayu menegaskan bahwa grand design ini akan menjadi fondasi jangka panjang untuk memulihkan dan memperkuat komoditas apel Batu agar lebih kompetitif, adaptif, dan relevan dengan tren pasar global.   “Identitas Kota Batu tidak boleh hilang. Apel harus kembali menjadi komoditas unggulan, namun tentu dengan pendekatan baru lebih modern, terstruktur, dan berbasis riset,” ungkap Prof. Rahayu dalam salah satu sesi diskusi teknis bersama dinas terkait.   UMM sebagai Pusat Intelektual yang Menaungi Solusi Pertanian Daerah Dari sudut pandang lain, keterlibatan Agribisnis UMM menunjukkan bahwa dunia akademik bukan hanya ruang belajar, tetapi juga ruang inovasi dan penyelesaian masalah publik. Grand Design Apel Batu menjadi bukti nyata bagaimana universitas berperan aktif sebagai mitra pembangunan daerah.   Dengan kontribusi ilmiah dan reputasi panjang di bidang agribisnis, UMM semakin diperhitungkan sebagai institusi pendidikan yang mampu memberi arah pembangunan pertanian Indonesia secara lebih visioner.   Menatap Masa Depan Apel Batu dengan Optimisme Melalui kerja kolaboratif ini, Kota Batu memiliki peluang besar untuk menghadirkan ekosistem apel modern yang: berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu menggerakkan ekonomi lokal. Kontribusi Prof. Rahayu Relawati dan Agribisnis UMM di dalamnya mempertegas bahwa UMM tidak hanya menghasilkan lulusan unggul, tetapi juga menjadi penggerak solusi strategis bagi sektor pertanian daerah dan nasional.  

Kuat di Akademik, Aktif di Industri

Agribisnis UMM Mantapkan Peran sebagai Penghubung Dunia Kampus dan Korporasi Nasional MALANG – Di tengah tantangan kompleks sektor agribisnis nasional, Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali membuktikan diri sebagai salah satu prodi yang paling progresif dalam membangun hubungan antara dunia akademik dan industri. Melalui kuliah praktisi bersama PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Agribisnis UMM memperlihatkan bagaimana sebuah perguruan tinggi dapat menjadi pusat integrasi pengetahuan dan kebutuhan pasar kerja. Dalam kuliah ini, hadir Jefri Hari Akbar, Head Industrial Relations Corporate Japfa, yang membawakan materi mengenai dinamika ketenagakerjaan, kesiapan kompetensi dan karakter, serta tantangan industri pangan–pakan di Indonesia. Keberadaan Japfa di ruang kelas Agribisnis UMM menjadi simbol bahwa kehadiran prodi tersebut semakin penting bagi industri nasional. Agribisnis UMM: Menghubungkan Dunia Akademik dan Industri Dari sudut pandang lain, kuliah praktisi ini bukan hanya transfer ilmu, tetapi wujud nyata bagaimana Agribisnis UMM menjalankan perannya sebagai jembatan strategis antara kampus dan korporasi. Di tengah ketatnya persaingan SDM agribisnis, kemampuan prodi untuk mengundang pelaku industri besar seperti Japfa memperlihatkan pencapaian penting: institusi dipercaya sebagai penyedia talenta berkualitas, materi kuliah menjadi lebih relevan dengan kebutuhan industri, dan mahasiswa mendapatkan gambaran langsung mengenai profesionalisme kerja. Kegiatan ini sekaligus menjadi indikator bahwa Agribisnis UMM berada di jalur yang tepat: membangun lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga dapat menjadi pemimpin baru di industri pangan dan pertanian. Narasi Baru dalam Pembelajaran Mahasiswa Agribisnis Dalam paparannya, Jefri Hari Akbar menekankan bahwa industri membutuhkan SDM dengan karakter kuat: disiplin, adaptif, bekerja dalam struktur terintegrasi, serta mampu memahami seluruh rantai produksi. Mahasiswa Agribisnis UMM dinilai memiliki modal dasar yang baik untuk memasuki ekosistem tersebut. “Mahasiswa harus mampu melihat gambaran besar industri. Agribisnis bukan sekadar memahami pasar, tetapi juga logistik, manajemen SDM, digitalisasi, dan integrasi sistem. Ini semua penting untuk berkarier di perusahaan besar seperti Japfa,” ujarnya. Sudut pandang ini memperluas horizon pemahaman mahasiswa tentang bagaimana dunia nyata bekerja sesuatu yang tidak bisa diperoleh hanya dari teori. Keunggulan Agribisnis UMM Tidak Sekadar Akademis Agribisnis UMM dalam beberapa tahun terakhir cukup dikenal sebagai prodi yang berprestasi, memiliki jejaring luas, dan aktif bekerja sama dengan berbagai lembaga nasional. Kuliah praktisi ini mempertegas sejumlah keunggulan Agribisnis UMM: Pembelajaran yang dekat dengan industri, Fasilitas laboratorium bisnis yang aplikatif, Karakter mahasiswa yang terbentuk melalui kompetisi nasional, Implementasi EMI sebagai standar global, dan reputasi akademik kuat dengan pengajar berkompeten. Perpaduan faktor-faktor tersebut menjadikan Agribisnis UMM salah satu prodi yang paling menarik bagi industri untuk bersinergi. Sesi Interaktif: Mahasiswa Menunjukkan Kompetensi Berpikir Kritis Di tengah sesi tanya jawab, mahasiswa Agribisnis UMM menunjukkan rasa ingin tahu dan keberanian bertanya mengenai masa depan industri pangan, peluang karier, hingga strategi memenuhi kompetensi dunia usaha. Suasana ini memperlihatkan bahwa mahasiswa Agribisnis telah terbiasa berdiskusi dengan praktisi dan pemimpin industri. Kondisi ini sejalan dengan semangat prodi untuk menghasilkan lulusan berkepribadian kuat, inovatif, dan memiliki daya saing nasional.  

Kolaborasi Lintas Ilmu Antar Fakultas, PPK Ormawa Agribisnis UMM Kukuhkan Eksistensi Nasional di Abdidaya 2025

KOTA MALANG – Eksistensi Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menguat di tingkat nasional. Pada ajang Abdidaya Ormawa 2025, kolaborasi strategis mahasiswa Agribisnis bersama mahasiswa Teknik Informatika dan Teknik Elektro berhasil mengantarkan UMM meraih Predikat Terbaik Nasional melalui inovasi “Integrasi Smart Farming 5.0 Berbasis SolarSonic IoT Guard.” Keberhasilan ini tidak hanya menunjukkan kualitas inovasi, tetapi juga menegaskan Agribisnis UMM sebagai aktor utama dalam kolaborasi lintas disiplin ilmu yang konkret, berdampak, dan terukur bagi masyarakat. Agribisnis Menjadi Inisiator dan Penggerak Utama PPK Ormawa Program ini digerakkan oleh tim mahasiswa Agribisnis yang menjadi perancang model pemberdayaan, analisis kebutuhan petani, pemetaan masalah hama, serta manajemen program di Desa Ampeldento sebagai lokasi implementasi. Di bawah PPK Ormawa Agribisnis UMM, mahasiswa kemudian menggandeng dua disiplin penting Teknik Informatika dan Teknik Elektro untuk merancang instrumen teknologi yang mampu menjawab kebutuhan petani secara langsung. Sinergi ini menghadirkan integrasi kunci: Agribisnis → analisis usaha tani, sosial-ekonomi petani, pemberdayaan masyarakat, dan kelayakan implementasi teknologi Teknik Informatika → pemrograman, image processing, pengolahan data dan kecerdasan sensor Teknik Elektro → sistem panel surya, rangkaian daya, dan perangkat elektronik pendukung Kolaborasi tersebut menghasilkan inovasi nasional pertama: SolarSonic IoT Guard. Teknologi Smart Farming Pertama di Indonesia Ketua tim, Muhammad Hafizh Abdurrahman, menjelaskan bahwa alat tersebut bekerja dengan menggabungkan: gelombang suara pengusir tikus, mikrofon ultrasonik untuk menghalau burung, sensor termal pendeteksi hama, image processing berbasis Raspberry Pi 5, panel surya dan baterai berkapasitas tinggi, serta sistem Internet of Things (IoT). “Dengan ribuan data citra hama yang dimasukkan, alat ini mampu mengenali tikus dan burung dengan akurasi tinggi, lalu mengusirnya secara otomatis. Alat ini bekerja nonstop karena menggunakan energi matahari,” jelas Abdur. Teknologi ini telah menjadi perhatian nasional karena mengisi kekosongan solusi modern yang selama ini dibutuhkan petani. Eksistensi PPK Ormawa Agribisnis Makin Kokoh di Tingkat Nasional Keberhasilan ini juga menegaskan 3 hal penting tentang eksistensi PPK Ormawa Agribisnis UMM: 1️⃣ Agribisnis sebagai Pusat Integrasi Ilmu PPK Ormawa Agribisnis terbukti menjadi wadah penghubung mahasiswa dari berbagai rumpun ilmu. Prodi Agribisnis memainkan peran sebagai “jembatan strategis” antara kebutuhan petani dan kemampuan teknologi modern. 2️⃣ Pendekatan Multidisiplin yang Sukses Diuji Nasional Keberhasilan di Abdidaya menunjukkan bahwa kolaborasi lintas ilmu bukan sekadar konsep, tetapi mampu menghasilkan solusi praktis yang diapresiasi juri nasional. 3️⃣ Model Pemberdayaan Desa Berbasis Teknologi yang Siap Direplikasi Nasional Inovasi dan pendekatan pendampingan desa yang digunakan tim ini menjadi contoh pemberdayaan modern dan inklusif, relevan dengan kebutuhan era smart agriculture. Kemenangan yang Menegaskan Identitas Agribisnis UMM Kaprodi Agribisnis UMM menyampaikan bahwa kemenangan ini bukan hanya soal kompetisi, tetapi tentang membangun identitas prodi yang kuat dan relevan di tingkat nasional, terutama dalam: inovasi teknologi agribisnis, kerja sama lintas disiplin, pemberdayaan petani berbasis data, serta kontribusi nyata kepada masyarakat. Harapan untuk Pengembangan Pertanian Indonesia “Fokus kami kini adalah memastikan alat ini benar-benar menjadi solusi yang bisa digunakan petani secara luas,” ujar Abdur. Dengan kemenangan ini, PPK Ormawa Agribisnis UMM tidak hanya mengukuhkan eksistensinya sebagai program pemberdayaan yang berdampak, tetapi juga membuka jalan baru bagi transformasi teknologi pertanian Indonesia.  

Dari Kampus ke Kebijakan Publik

Agribisnis UMM Pimpin Arah Baru Grand Design Apel Batu KOTA BATU – Sebuah langkah besar dalam pembangunan agribisnis daerah tengah berlangsung di Kota Batu. Tak hanya dari ruang birokrasi, gagasan strategis itu kini datang dari institusi pendidikan tinggi. Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi pusat intelektual yang ikut mengkonstruksi putaran baru kebijakan pertanian lewat keterlibatannya dalam penyusunan Grand Design Apel Batu. Pada proses penyusunan dokumen strategis ini, Prof. Rahayu Relawati, guru besar Agribisnis UMM, berkolaborasi erat dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu, ditopang oleh kehadiran BRIN serta berbagai instansi teknis lainnya. Sinergi lintas sektor ini menghadirkan pendekatan ilmiah yang kuat untuk menjawab tantangan keberlanjutan komoditas apel Batu ikon sejarah sekaligus tumpuan ekonomi masyarakat. Sudut Pandang Baru: Akademisi Sebagai “Arsitek Kebijakan” Jika selama ini kebijakan publik banyak ditopang oleh birokrasi dan lembaga riset pemerintah, kehadiran akademisi dari Agribisnis UMM membawa perspektif baru. Prof. Rahayu bukan sekadar peneliti ia menjadi arsitek kebijakan yang menggabungkan: riset pasar, analisis rantai nilai, tren bisnis hortikultura global, perubahan iklim dan alih fungsi lahan, serta strategi regenerasi petani muda. Pendekatan akademik inilah yang memberi kedalaman pada grand design, menjadikannya lebih dari sekadar dokumen teknis melainkan peta jalan masa depan. Komoditas Apel Batu: Dari Krisis Menuju Kebangkitan Kota Batu pernah menjadi pusat kejayaan apel Indonesia. Namun dalam dua dekade terakhir, berbagai persoalan muncul: alih fungsi lahan, tingginya biaya produksi, penyakit tanaman, minimnya regenerasi petani, hingga rendahnya produktivitas dibanding komoditas alternatif. Inilah konteks penting mengapa Grand Design Apel Batu diperlukan. Peran Agribisnis UMM bukan hanya meneliti masalah, tetapi menjahit berbagai potensi yang masih tersisa mulai dari inovasi pasar, diversifikasi produk turunan, hingga konsep agro-tourism berbasis komoditas lokal. UMM Hadir sebagai Pusat Pengembangan Pengetahuan Daerah Dengan rekam jejak panjang dalam penelitian agribisnis, UMM menjadi salah satu kampus yang dipandang memiliki kapasitas mumpuni untuk menerjemahkan tantangan di lapangan menjadi gagasan penguatan kebijakan. Kontribusi Agribisnis UMM meliputi: pemodelan rantai nilai apel Batu, desain keberlanjutan komoditas berbasis ekologi dan ekonomi, rekomendasi intervensi kebijakan jangka pendek–menengah–panjang, serta integrasi inovasi digital dalam budidaya dan pemasaran. Kolaborasi Lintas Sektor: Pilar Kekuatan Grand Design Inovasi kebijakan tidak mungkin lahir dari satu institusi. Kolaborasi ini menyatukan tiga kekuatan: Pemerintah Daerah – pemilik kewenangan dan sumber daya lapangan BRIN – pusat riset nasional berkemampuan teknologi tinggi Agribisnis UMM – produsen gagasan, analisis akademik, dan model bisnis Pelaku industri & petani – pusat implementasi dan validasi lapangan Dengan sinergi seperti ini, Kota Batu memiliki potensi besar untuk membangun model revitalisasi hortikultura yang dapat direplikasi di daerah lain di Indonesia. Agribisnis UMM: Dari Laboratorium Pengetahuan ke Dampak Nyata Keterlibatan dalam Grand Design Apel Batu mempertegas satu hal: Agribisnis UMM bukan hanya tempat belajar, tetapi juga aktor perubahan bagi daerah dan bangsa. Dengan reputasi riset yang kuat, jejaring nasional, dan pengalaman terlibat dalam berbagai proyek strategis, UMM kini menjelma menjadi pusat pemikiran agribisnis yang diperhitungkan di tingkat nasional.  

Agribisnis UMM Torehkan Standar Baru Pendidikan Agribisnis Indonesia

EMI (English as a Medium Instruction) Berjalan Konsisten, Langkah Progresif Menuju Kelas Internasional KOTA MALANG – Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mengambil langkah besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penerapan EMI (English as a Medium of Instruction) pada beberapa kelas inti pembelajaran. Langkah ini menandai komitmen kuat Agribisnis UMM untuk menghadirkan suasana belajar berstandar internasional dan mempersiapkan mahasiswa memasuki dunia agribisnis global yang semakin kompetitif. Implementasi EMI di Agribisnis UMM menjadi salah satu wujud keseriusan fakultas dalam menyelaraskan pendidikan dengan tuntutan era internasionalisasi, sekaligus menjawab kebutuhan mahasiswa yang membutuhkan kemampuan bahasa Inggris akademik untuk studi lanjut, kompetisi global, dan peluang karier di industri internasional. Langkah Strategis Menuju Kelas Agribisnis Berstandar Global Penerapan EMI ini bukan sekadar mengganti bahasa pengantar. Agribisnis UMM membangun pendekatan pembelajaran komprehensif yang menggabungkan: penguasaan konten perkuliahan dalam bahasa Inggris, pembiasaan terminologi agribisnis internasional, kemampuan komunikasi akademik, peningkatan critical thinking, serta penyelarasan metode belajar dengan standar global berbasis learner-centered pedagogy. Kegiatan ini diperkaya dengan materi pelatihan dan filosofi EMI dari Macquarie University EMI Centre, yang menekankan tantangan, asumsi, serta realitas pelaksanaan EMI dalam konteks Asia. Didukung Dosen Terlatih dan Fasilitas Pembelajaran Memadai Dosen Agribisnis UMM telah mengikuti pelatihan intensif terkait metode EMI, termasuk: Effective questioning, Pronunciation and clarity, Translanguaging strategies, Group-based learning in EMI, serta metode scaffolding untuk mendukung mahasiswa di fase adaptasi. Pelatihan tersebut mempersiapkan dosen untuk tidak hanya mengajar dalam bahasa Inggris, tetapi juga menciptakan suasana kelas yang tetap inklusif dan mendorong mahasiswa berani berkomunikasi tanpa rasa takut. Mahasiswa Agribisnis Sambut Positif EMI Mahasiswa Agribisnis UMM menunjukkan antusiasme tinggi terhadap implementasi EMI. Bagi mereka, EMI bukan hanya kesempatan belajar dengan perspektif global, tetapi juga modal besar untuk: mengikuti kompetisi internasional, menembus beasiswa luar negeri, memperkuat kemampuan presentasi profesional, hingga mengekspansi peluang bisnis agribisnis lintas negara. Sebagian besar mahasiswa merasa EMI membantu mereka lebih percaya diri menggunakan bahasa Inggris dalam konteks akademik dan profesional. Agribisnis UMM Jadi Pelopor EMI di Bidang Agribisnis Dengan pelaksanaan EMI, Agribisnis UMM menjadi salah satu program studi Agribisnis di Indonesia yang paling progresif dalam: mengintegrasikan internasionalisasi dalam kurikulum, menciptakan kelas bilingual internasional, memadukan konten agribisnis dengan kemampuan global literacy, dan menyiapkan lulusan yang mampu bersaing di ASEAN dan pasar internasional. Langkah ini sejalan dengan visi UMM untuk menjadi kampus kelas dunia dan prodi yang adaptif terhadap dinamika globalisasi. Membangun Budaya Akademik yang Lebih Terbuka dan Multilingual Penerapan EMI mendorong mahasiswa untuk berinteraksi dalam lingkungan kelas yang lebih dinamis. Praktik translanguaging—penggunaan terarah bahasa Indonesia dan Inggris—tetap digunakan secara strategis agar pemahaman konsep tidak terganggu. Pendekatan ini sesuai filosofi EMI yang menekankan bahwa pemahaman konten tetap menjadi prioritas, sementara bahasa Inggris menjadi medium pendukung yang dikembangkan secara bertahap. Menuju Generasi Agribisnis yang Global-Minded Kaprodi dan jajaran pimpinan Agribisnis UMM menyampaikan bahwa EMI adalah investasi jangka panjang untuk membentuk lulusan yang: adaptif, multilingual, kompeten secara global, dan siap mengembangkan sektor agribisnis Indonesia di level internasional. Ke depan, program ini akan diperluas ke lebih banyak kelas dan diperkaya dengan aktivitas kolaborasi internasional, guest lecture, dan joint class dengan universitas mitra luar negeri. Agribisnis UMM Semakin Mantap di Jalur Internasionalisasi Penerapan EMI menjadi penanda bahwa Agribisnis UMM terus bergerak maju dan responsif terhadap perubahan global. Dengan dukungan dosen yang kompeten serta mahasiswa yang siap beradaptasi, prodi ini semakin percaya diri menjadi salah satu pusat pengembangan agribisnis berbasis internasional di Indonesia.