Agribisnis UMM Perkuat Jejaring Nasional

Kolaborasi Strategis dengan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Hadirkan Perspektif Industri untuk Mahasiswa KOTA MALANG – Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai prodi yang adaptif, unggul, dan memiliki jejaring industri kuat di tingkat nasional. Dalam rangka memperluas wawasan mahasiswa serta memperkaya pembelajaran berbasis industri (industry-linked learning), Agribisnis UMM menghadirkan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, salah satu perusahaan agribisnis terbesar di Indonesia. Pada kegiatan kuliah tamu yang digelar di kampus putih UMM, hadir sebagai pemateri Jefri Hari Akbar, Head Industrial Relations Corporate PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Kehadiran tokoh industri nasional dalam ruang akademik ini menjadi bukti nyata bahwa Agribisnis UMM terus memperkuat jejaring eksternal demi meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing lulusan. Kemitraan Strategis Perguruan Tinggi dan Industri Nasional Dalam sesi paparan, Jefri Hari Akbar menyampaikan gambaran komprehensif mengenai dinamika dunia kerja sektor agribisnis, tantangan kompetensi SDM agribisnis Indonesia, serta strategi pengembangan talenta yang selama ini dilakukan JAPFA. “Industri membutuhkan SDM yang siap adaptif, mampu berpikir global, dan memahami integrasi antara produksi, teknologi, dan jejaring komersial. Mahasiswa Agribisnis UMM memiliki potensi besar untuk masuk ke dalam industri ini,” ujarnya. Kolaborasi ini diharapkan menjadi jembatan penting antara ruang kuliah dan kebutuhan nyata dunia industri, sehingga mahasiswa dapat memperoleh perspektif yang relevan untuk menghadapi persaingan profesional di masa depan. Agribisnis UMM: Prodi dengan Reputasi Nasional dan Orientasi Global Kehadiran PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk mempertegas reputasi Agribisnis UMM sebagai salah satu prodi yang aktif membangun hubungan strategis dengan pelaku industri nasional. Sebelumnya, Agribisnis UMM juga telah membangun kemitraan dengan berbagai perusahaan, eksportir, lembaga pemerintah, serta komunitas petani dan UMKM. Beberapa keunggulan Agribisnis UMM yang dipertegas melalui kegiatan ini antara lain: kurikulum yang responsif terhadap kebutuhan industri, pembelajaran berbasis praktik dan riset, jejaring nasional yang terus berkembang, fasilitas laboratorium bisnis yang aplikatif, Dengan mengundang pemateri langsung dari industri terkemuka, Agribisnis UMM semakin memastikan bahwa mahasiswanya tidak hanya siap secara teori, tetapi juga matang secara profesional.   Kelas yang Interaktif, Inspiratif, dan Berorientasi Masa Depan Sesi kuliah berlangsung dinamis dengan dialog intensif. Mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi dalam bertanya seputar: peluang karier di industri pangan dan pakan, sistem rekrutmen industri besar, tantangan transformasi digital di sektor agribisnis, hingga strategi manajemen rantai pasok terpadu. Atmosfer pembelajaran yang interaktif ini menjadi ciri khas Agribisnis UMM menghubungkan teori akademik dengan wawasan praktis langsung dari pusat industri nasional. Kaprodi Agribisnis: “Ini Bagian dari Komitmen Kami untuk Membangun SDM Berkelas Nasional” Kaprodi Agribisnis UMM, M. Zul Mawan, menegaskan bahwa kegiatan seperti ini adalah wujud nyata usaha prodi dalam mempersiapkan lulusan yang mampu bersaing di dunia nyata. “Kehadiran industri di ruang kelas adalah hal penting. Kami ingin mahasiswa mampu melihat arah perkembangan sektor agribisnis, memahami tantangannya, dan mempersiapkan diri menjadi SDM unggul sesuai kebutuhan industri nasional,” ujarnya. Melalui jejaring yang semakin luas, Agribisnis UMM tidak hanya menguatkan posisi di tingkat nasional, tetapi juga membangun sistem pembelajaran yang makin terarah, praktis, dan bermanfaat untuk mahasiswa. Agribisnis UMM Siap Lahirkan Lulusan yang Kompetitif di Industri Kegiatan ini menjadi bukti bahwa Agribisnis UMM terus meningkatkan kualitas proses belajar dengan menghadirkan perspektif industri dan membuka pintu kolaborasi yang lebih luas dengan perusahaan besar. Ke depan, kerja sama dengan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk akan dikembangkan dalam bentuk: magang bersertifikat, penelitian bersama, pengembangan kuliah industri reguler, dan peluang rekrutmen lulusan Agribisnis UMM. Langkah ini menegaskan bahwa Agribisnis UMM bukan hanya prodi akademik, tetapi juga prodi yang menyiapkan mahasiswa untuk menjadi pelaku industri agribisnis nasional yang tangguh dan berdaya saing tinggi.  

Agribisnis UMM Ukir Sejarah di Abdidaya Ormawa 2025

Inovasi SolarSonic IoT Guard Sabet Predikat Terbaik Nasional KOTA MALANG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), khususnya melalui kiprah Program Studi Agribisnis. Dalam ajang Abdidaya Ormawa 2025, salah satu kompetisi pengabdian mahasiswa paling prestisius di Indonesia, tim PPK Ormawa UMM berhasil meraih Predikat Terbaik Unggulan Nasional melalui inovasi “Integrasi Smart Farming 5.0 Berbasis SolarSonic IoT Guard untuk Efisiensi Pengendalian Hama Tikus dan Burung pada Padi di Desa Ampeldento.” Kemenangan ini bukan hanya menjadi capaian mahasiswa, tetapi juga menjadi bukti penguatan kapasitas akademik Prodi Agribisnis UMM dalam menghadirkan inovasi yang relevan, aplikatif, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Teknologi Pertanian Modern Pertama di Indonesia Inovasi SolarSonic IoT Guard digagas oleh mahasiswa lintas prodi Agribisnis, Teknik Elektro, dan Teknik Informatika. Ketua tim, Muhammad Hafizh Abdurrahman, menjelaskan bahwa teknologi tersebut menggabungkan gelombang suara pengusir hama, sensor termal, image processing berbasis Raspberry Pi 5, panel surya, dan sistem IoT. “Alat ini mampu bekerja 24 jam nonstop menggunakan energi surya. Frekuensinya mengganggu pendengaran tikus dan burung sehingga mereka menjauh. Dengan puluhan ribu dataset citra, sensor mampu mengenali hama dengan akurat. Ini pertama kali ada di Indonesia,” jelasnya. Peran Strategis Mahasiswa Agribisnis Mahasiswa Agribisnis memegang peran vital dalam keberhasilan proyek ini, termasuk: analisis usaha tani dan dampak ekonomi desa, pemetaan kebutuhan petani, strategi adopsi teknologi oleh masyarakat, penguatan bisnis desa dan keberlanjutan program, serta manajemen program PPK Ormawa secara keseluruhan. Pendekatan komprehensif ini menjadi salah satu faktor penentu kemenangan UMM dalam proses penilaian Abdidaya. Dibimbing oleh Dosen Agribisnis UMM yang Berpengalaman Kemenangan tim ini juga tidak lepas dari peran pembimbing lapangan, Festy Putri Ramadhani, S.P., M.P., dosen muda Agribisnis UMM yang dalam tiga tahun terakhir secara konsisten membimbing tim PPK Ormawa hingga selalu lolos pendanaan nasional. Menariknya, meskipun dua tahun sebelumnya tim yang dibimbingnya sudah menembus pendanaan PPK Ormawa, baru pada tahun ketiga inilah tim bimbingannya berhasil melangkah hingga tahap tertinggi: Abdidaya Nasional, bahkan langsung meraih predikat terbaik. Pencapaian ini menjadi tonggak penting baik bagi prodi maupun bagi pendamping, karena menunjukkan konsistensi, kualitas pendampingan, dan kekuatan pembinaan mahasiswa di Agribisnis UMM. Booth Kreatif, SDGs, dan Apresiasi Juri Dalam penilaian Abdidaya, tim UMM juga menampilkan miniatur alat, booth kreatif, hingga permainan edukatif bagi audiens. Yang menarik, mayoritas dekorasi menggunakan bahan bekas, menunjukkan komitmen tim terhadap prinsip keberlanjutan dan SDGs. Pendekatan kreatif ini diapresiasi juri sebagai bentuk inovasi yang tidak hanya teknis, tetapi juga ramah lingkungan. Agribisnis UMM Makin Menguat di Kancah Nasional Prestasi ini semakin memperteguh posisi Agribisnis UMM sebagai prodi yang aktif dalam: riset dan pengembangan teknologi pertanian, pemberdayaan masyarakat berbasis data, integrasi smart farming dan agritech, serta prestasi ormawa di tingkat nasional. Kaprodi Agribisnis dan pimpinan FPP UMM menyampaikan rasa bangga atas kerja keras mahasiswa dan dosen pembimbing yang telah membawa nama UMM bersinar di tingkat nasional. Harapan untuk Pertanian Indonesia Abdur menutup dengan harapan besar bahwa alat ini dapat benar-benar membantu petani menghadapi hama yang selama ini menjadi momok utama pertanian padi. “Fokus kami saat ini adalah pengoptimalan alat agar bisa membantu petani secara menyeluruh meningkatkan produktivitas,” ujarnya.   Kemenangan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas ilmu dan pendampingan berkualitas di Agribisnis UMM mampu menghasilkan inovasi yang tak hanya memenangkan kompetisi, tetapi juga berpotensi mengubah wajah pertanian Indonesia.  

Riset Agribisnis UMM Tawarkan Arah Baru Perikanan Berkelanjutan Jawa Timur

Pendekatan Agribisnis UMM Menghubungkan Keilmuan, Pasar, dan Kesejahteraan Nelayan Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan kapasitas akademiknya melalui riset strategis tentang keberlanjutan perikanan tangkap di Jawa Timur. Penelitian ini menghadirkan pendekatan agribisnis yang komprehensif dengan menempatkan kesejahteraan nelayan sebagai elemen utama dalam upaya menjaga keberlanjutan sumber daya laut. Riset ini digagas oleh tim dosen Agribisnis UMM, yakni Dr. Ir. Anas Tain, M.M., Wahid M. Shodiq, S.P., M.P., dan M. Zul Mazwan, S.P., M.Sc. Dengan pendekatan berbasis data lapangan, penelitian ini mengkaji praktik penggunaan alat tangkap, tingkat kesadaran ekologis, serta faktor sosial ekonomi yang memengaruhi keberlanjutan usaha perikanan di wilayah pesisir Jawa Timur. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesadaran nelayan terhadap dampak aktivitas penangkapan terhadap ekosistem laut tergolong tinggi, termasuk dukungan terhadap penggunaan alat tangkap ramah lingkungan dan penegakan sanksi terhadap praktik ilegal. Namun demikian, keterbatasan akses pasar dan lemahnya posisi tawar nelayan masih menjadi tantangan struktural yang berdampak langsung pada kesejahteraan nelayan. Ketua peneliti, Dr. Ir. Anas Tain, M.M., menjelaskan bahwa pendekatan keberlanjutan dalam sektor perikanan harus dibangun secara menyeluruh dan tidak parsial. “Keberlanjutan perikanan tidak bisa hanya dilihat dari aspek ekologis. Jika kesejahteraan nelayan tidak diperkuat melalui akses pasar, kelembagaan, dan dukungan ekonomi, maka praktik ramah lingkungan akan sulit bertahan dalam jangka panjang,” ujarnya. Lebih lanjut, Dr. Anas menegaskan bahwa pendekatan agribisnis menjadi kunci dalam menjembatani kepentingan lingkungan dan ekonomi nelayan. Menurutnya, pengelolaan perikanan yang berkelanjutan membutuhkan integrasi antara praktik produksi, sistem pemasaran, serta kebijakan yang berpihak pada nelayan skala kecil. Melalui riset ini, Agribisnis UMM tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menghadirkan rujukan kebijakan yang aplikatif dan relevan. Penelitian ini menegaskan posisi Agribisnis UMM sebagai pusat kajian yang mampu menawarkan solusi berbasis riset untuk pembangunan perikanan berkelanjutan di Indonesia.

Agribisnis UMM Dorong Keberlanjutan Perikanan Tangkap Jawa Timur Berbasis Kesejahteraan Nelayan

Riset Agribisnis UMM Menawarkan Model Integratif antara Praktik Ramah Lingkungan dan Peningkatan Kesejahteraan Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menegaskan perannya dalam pengembangan ilmu terapan melalui penelitian mengenai keberlanjutan sumber daya perikanan tangkap di Jawa Timur. Penelitian ini menyoroti keterkaitan antara praktik alat tangkap, kesadaran ekologis, dan kesejahteraan nelayan sebagai fondasi penting pembangunan pesisir yang berkelanjutan. Penelitian ini dilaksanakan oleh tim dosen Agribisnis UMM yang terdiri dari Dr. Ir. Anas Tain, M.M., Wahid M. Shodiq, S.P., M.P., dan M. Zul Mazwan, S.P., M.Sc. Kajian dilakukan di sejumlah wilayah pesisir Jawa Timur dengan melibatkan ratusan nelayan sebagai responden, guna memperoleh gambaran empiris mengenai praktik penangkapan ikan, kondisi sosial ekonomi, serta tingkat kesadaran lingkungan nelayan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas nelayan masih menggunakan alat tangkap tradisional yang relatif ramah lingkungan, sementara penggunaan alat tangkap destruktif berada pada proporsi yang lebih kecil. Temuan ini menunjukkan adanya modal ekologis dan sosial yang kuat untuk mendorong pengelolaan perikanan tangkap berkelanjutan berbasis masyarakat. Dari sisi kesejahteraan, penelitian ini mengungkap bahwa tingkat kesejahteraan nelayan masih berada pada kategori rentan. Faktor sosial ekonomi dan pola pemasaran terbukti berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan nelayan, mengindikasikan bahwa persoalan perikanan tidak hanya bersifat ekologis, tetapi juga berkaitan erat dengan struktur ekonomi dan akses pasar. Melalui riset ini, Agribisnis UMM mendorong lahirnya pendekatan kebijakan yang mengintegrasikan konservasi sumber daya perikanan dengan pemberdayaan ekonomi nelayan. Penelitian ini menjadi kontribusi akademik Agribisnis UMM dalam membangun model pembangunan perikanan tangkap yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Dosen Agribisnis UMM Intensifkan Implementasi EMI untuk Penguatan Kelas Global

Penguatan kurikulum bilingual untuk mencetak lulusan berdaya saing internasional Dalam upaya memperluas internasionalisasi kurikulum, Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang terus memperluas penggunaan English Medium Instruction (EMI) di berbagai mata kuliah inti. Tren ini berjalan paralel dengan peran UMM sebagai tuan rumah berbagai agenda nasional, termasuk Abdidaya 2025, yang semakin menegaskan komitmen kampus terhadap standar global. Dosen-dosen Agribisnis UMM kini mengoptimalkan EMI melalui teknik penyampaian konten yang terstruktur, integrasi literatur internasional, dan asesmen bilingual yang memungkinkan mahasiswa beradaptasi dengan konteks akademik global. Langkah ini tidak hanya meningkatkan daya saing lulusan, tetapi juga memperkuat kepercayaan diri mahasiswa dalam berkomunikasi profesional di sektor agribisnis modern. Implementasi EMI menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk membentuk lulusan dengan perspektif global, kemampuan bahasa yang kuat, dan kesiapan menghadapi transformasi industri pangan. Agribisnis UMM menegaskan posisinya sebagai program studi yang progresif dan responsif terhadap dinamika pendidikan tinggi kontemporer.  

PPK Ormawa HIMAGRI Sabet Dua Penghargaan di Abdidaya 2025

Ketepatan inovasi dan kekuatan kemitraan mengokohkan reputasi Agribisnis UMM di tingkat nasional Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) HIMAGRI Universitas Muhammadiyah Malang kembali mencatatkan pencapaian membanggakan pada Abdidaya Nasional 2025, yang diselenggarakan pada 4–6 Desember di UMM sebagai tuan rumah. Pada ajang bergengsi ini, tim HIMAGRI berhasil meraih dua penghargaan nasional, yang menegaskan kualitas inovasi sekaligus kekuatan kolaborasi komunitas yang dibangun selama program berlangsung. Penghargaan pertama diraih dalam kategori Poster Paling Lengkap – Terbaik 3, sebuah pengakuan terhadap kemampuan tim dalam menyajikan informasi program secara komprehensif, terstruktur, dan komunikatif. Poster tersebut menonjol melalui penyajian data, alur program, serta capaian strategis yang dituangkan secara jelas dan berbasis evidensi. Penghargaan kedua diperoleh pada kategori Tim dengan Realisasi Kemitraan Terkuat – Terbaik 4, yang menilai keberhasilan HIMAGRI dalam membangun hubungan kolaboratif bersama petani dan pemangku kepentingan di Desa Ampeldento. Kemitraan ini dipuji karena memiliki fondasi partisipatif, keberlanjutan kegiatan, serta dampak yang terukur pada penguatan kapasitas petani dalam adopsi teknologi digital. Raihan dua penghargaan ini mempertegas posisi Agribisnis UMM sebagai program studi yang tidak hanya menghasilkan inovasi, tetapi juga memastikan inovasi tersebut benar-benar berdampak di tingkat akar rumput. Dengan status UMM sebagai tuan rumah Abdidaya 2025, pencapaian ini turut memperkuat citra kampus sebagai pusat inovasi pertanian modern berbasis pemberdayaan.

Agribisnis UMM Unjuk Inovasi Smart Farming di KKI dan Abdidaya Nasional 2025

HIMAGRI tampilkan teknologi dan pemberdayaan petani pada agenda Nasional Desember di UMM Mahasiswa Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menegaskan perannya dalam ekosistem inovasi pertanian nasional. Melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) HIMAGRI, tim ini tampil memikat pada rangkaian Kegiatan Kulminasi Indikator (KKI) dan Abdidaya Nasional 2025 yang digelar pada 4–6 Desember di Universitas Muhammadiyah Malang sebagai tuan rumah. Dalam agenda tersebut, HIMAGRI memperkenalkan Smart Farming Solarsonic IoT Guard, teknologi ramah lingkungan yang memanfaatkan energi surya, gelombang suara, dan sistem Internet of Things untuk mengatasi hama tikus dan burung tanpa bahan kimia. Fitur pemantauan jarak jauh memungkinkan petani mengelola lahan secara lebih presisi dan efisien. Pendekatan pemberdayaan di Desa Ampeldento, Kecamatan Karangploso, menjadi nilai unggul lain yang diapresiasi asesor. Program tidak berhenti pada inovasi alat, tetapi menyentuh peningkatan literasi digital, pembiasaan teknologi, serta penguatan kemandirian petani. Model transformasi komunitas yang ditampilkan HIMAGRI menegaskan bahwa Agribisnis UMM tidak hanya mengembangkan produk, tetapi juga menghadirkan perubahan perilaku agraris yang berkelanjutan. Sebagai tuan rumah Abdidaya 2025, UMM sekaligus menampilkan kesiapan akademik dan kelembagaan untuk menjadi pusat inovasi dan kolaborasi nasional di ranah pertanian modern.

Menyiapkan SDM Tangguh: Kuliah Praktisi UMM Dorong Mahasiswa Bangun Value Diri Menuju Dunia Kerja

Penguatan Mental, Etos Kerja, dan Kompetensi sebagai Bekal Memasuki Industri Modern Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul melalui penyelenggaraan Kuliah Praktisi bagi mahasiswa Agribisnis dan Vokasi Agribisnis Unggas. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium GLB V Lantai 1 ini menghadirkan atmosfer pembelajaran yang berbeda, karena mahasiswa dibekali pemahaman nyata mengenai dunia industri yang terus berkembang. Kuliah praktisi ini menghadirkan Jefri Hari Akbar, S.H., M.H., seorang profesional yang berpengalaman di dunia industri dan hubungan ketenagakerjaan. Sebagai Head of Industrial Relations Corporate PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, beliau memberikan gambaran komprehensif tentang kebutuhan SDM modern, terutama dalam industri agribisnis dan sektor unggas. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa dunia kerja saat ini tidak hanya menilai kemampuan akademik, tetapi juga mental, karakter, dan nilai diri (value) yang dimiliki setiap individu. Ia menjelaskan bahwa perusahaan membutuhkan SDM yang siap ditempatkan di berbagai area kerja, fleksibel terhadap perubahan, serta mampu menghadapi tekanan dan tantangan industri. Menurutnya, kesiapan mental seperti inilah yang membedakan SDM tangguh dengan pekerja yang hanya mengandalkan kompetensi teknis. Lebih jauh, beliau membagikan pengalaman mengenai proses rekrutmen yang dilakukan PT Japfa. Ia menjelaskan bagaimana perusahaan menilai calon karyawan dari sisi kepribadian, komitmen, serta kesediaan mereka untuk belajar dan berkembang. Tidak hanya itu, ia juga menyoroti berbagai fasilitas dan dukungan perusahaan yang diberikan untuk meningkatkan kenyamanan dan pengembangan diri karyawan, termasuk pembinaan, jenjang karier, dan akses pelatihan berkelanjutan. Materi yang disampaikan membuka wawasan mahasiswa mengenai pentingnya etos kerja, adaptabilitas, serta etika profesional dalam memasuki dunia kerja. Mahasiswa diajak untuk membangun value diri sejak dini, memahami bagaimana industri beroperasi, serta menyiapkan diri untuk menjadi SDM yang berdaya saing tinggi. Kegiatan ini menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk menghubungkan pengetahuan di bangku kuliah dengan realitas dunia kerja. Melalui kuliah praktisi ini, UMM berharap mahasiswa mampu membentuk karakter yang kuat, berkompeten, dan siap menghadapi tuntutan industri modern, khususnya di sektor agribisnis dan peternakan unggas. Dengan adanya kegiatan seperti ini, UMM terus menunjukkan bahwa pembinaan SDM yang unggul tidak hanya berasal dari teori yang diajarkan di kelas, tetapi juga melalui pembelajaran berbasis pengalaman langsung dari praktisi yang kompeten di bidangnya.

Kuliah Tamu Agribisnis UMM Bersama Vokasi Unggas sebagai Upaya Membangun Generasi Agripreneur Unggul

 Kolaborasi Akademik untuk Mendorong Inovasi dan Kemandirian Usaha Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menghadirkan kegiatan akademik inspiratif melalui penyelenggaraan Kuliah Tamu Agribisnis UMM yang berkolaborasi dengan Program Studi Vokasi Agribisnis Unggas, pada Selasa 09 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Auditorium GKB V Lantai 1 UMM dan dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai angkatan yang antusias mengikuti rangkaian materi. Dalam kesempatan tersebut, program studi menghadirkan narasumber profesional, Jefri Hari Akbar, S.H., M.H., yang saat ini menjabat sebagai Head of Industrial Relations Corporate PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Selain itu, beliau juga dikenal sebagai seorang Lawyer, Mediator, Kurator, dan Pengurus, sehingga memberikan sudut pandang komprehensif mengenai dunia industri dan dinamika profesional yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa agribisnis masa kini. Dalam penyampaiannya, beliau menjelaskan secara mendalam mengenai bagaimana PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk merekrut karyawan yang siap secara mental dan profesional. Salah satu poin penting yang beliau tekankan adalah kesiapan karyawan untuk bersedia ditempatkan di bagian manapun, karena dinamika industri perunggasan membutuhkan SDM yang fleksibel, tangguh, dan memiliki mental kerja yang kuat. Menurutnya, kesiapan ini akan membentuk karakter pekerja yang adaptif dan tahan terhadap tekanan kerja. Beliau juga memaparkan bagaimana PT Japfa memberikan berbagai fasilitas pendukung bagi karyawan, mulai dari peningkatan kompetensi, pembinaan karier, hingga lingkungan kerja yang kondusif. Hal ini menjadi contoh nyata bagaimana perusahaan agribisnis modern menempatkan kesejahteraan dan kualitas SDM sebagai prioritas penting dalam keberlanjutan usaha. Selain aspek rekrutmen, beliau juga membahas keterkaitan erat antara dunia industri dan keilmuan agribisnis, terutama dalam sektor unggas. Ia menekankan bahwa sektor ini terus berkembang pesat sehingga membutuhkan sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, dan memiliki jiwa kewirausahaan. Mahasiswa didorong untuk tidak hanya memperkuat pemahaman teori, tetapi juga aktif menciptakan peluang usaha, memperluas jejaring, dan menanamkan mental pengusaha sejak dini. Tidak hanya itu, beliau juga membagikan pengalamannya terkait hubungan industrial, pentingnya memahami regulasi ketenagakerjaan, strategi membangun kemitraan bisnis yang sehat, serta etika profesional dalam dunia kerja. Perspektif ini membuka wawasan baru bagi mahasiswa mengenai bagaimana mengelola agribisnis unggas secara berkelanjutan dan mampu bersaing dalam industri modern. Kegiatan kuliah tamu ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara Agribisnis UMM dan Vokasi Agribisnis Unggas mampu menghadirkan pembelajaran komprehensif yang semakin mendekatkan mahasiswa dengan kebutuhan nyata dunia industri. Melalui pemaparan materi yang relevan, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kemandirian usaha, kompetensi profesional, dan inovasi sebagai calon agripreneur unggul di masa depan.

PPK Ormawa Himagri UMM Raih Abdidaya Nasional, Tegaskan Identitas Kampus Berdampak

Dua Penghargaan Nasional Buktikan Konsistensi Himagri dalam Pemberdayaan Masyarakat PPK Ormawa Himagri UMM kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Pada ajang Abdidaya Ormawa 2025, tim Himagri Universitas Muhammadiyah Malang berhasil membawa pulang dua penghargaan bergengsi, yaitu Abdidaya Terbaik 3 dan Abdidaya Terbaik 4 se-Indonesia. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa inisiatif pemberdayaan masyarakat yang digagas oleh PPK Ormawa Himagri terus memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi desa dampingan. Keberhasilan ini tidak didapatkan secara instan. Selama pelaksanaan kegiatan di Desa Ampeldento, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, tim PPK Ormawa Himagri UMM fokus menghadirkan inovasi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Salah satu program utamanya adalah pembuatan alat pengusir tikus dan burung untuk membantu petani melindungi tanaman mereka dari serangan hama. Program ini disusun berdasarkan permasalahan nyata yang dialami petani sekaligus mendorong mereka menjadi lebih mandiri dalam mengelola lahan. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar teori di kampus, tetapi juga mampu memberikan solusi nyata bagi sektor pertanian. Pengalaman terlibat langsung di Desa Ampeldento, Karangploso, menjadi bukti bahwa mahasiswa UMM mampu turun ke tengah masyarakat, memahami masalah secara nyata, dan menghadirkan solusi yang berdampak. Program seperti pembuatan alat pengusir tikus dan burung tidak hanya membantu petani mengurangi kerugian akibat hama, tetapi juga memperkuat citra kampus sebagai institusi yang benar-benar hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Pendekatan ini mewujudkan filosofi UMM sebagai kampus penggerak perubahan sosial melalui aksi nyata yang dilakukan oleh mahasiswanya. Prestasi ini sekaligus memperkuat posisi UMM sebagai kampus yang berkomitmen menghasilkan mahasiswa unggul, adaptif, dan mampu menjawab tantangan sektor agribisnis secara langsung. Identitas UMM sebagai Kampus Berdampak semakin terlihat melalui keaktifan mahasiswanya dalam menjalankan program-program pengabdian yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Melalui PPK Ormawa, Himagri UMM tidak hanya mengimplementasikan ilmu yang dipelajari di kelas, tetapi juga mengasah kemampuan kepemimpinan, kerja sama lintas sektor, serta kreativitas dalam menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya petani di lapangan. Dengan keberhasilan ini, PPK Ormawa Himagri UMM diharapkan dapat terus menjadi inspirasi bagi organisasi mahasiswa lainnya untuk menciptakan program yang berdampak, progresif, dan membawa nama baik kampus di tingkat nasional. Prestasi Abdidaya bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan pijakan penting untuk kontribusi yang lebih besar di masa mendatang. UMM melalui mahasiswanya berkomitmen untuk terus memperkuat identitas sebagai kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan pengaruh positif dan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat luas.