Agribisnis UMM Perkuat Kerjasama dengan UNS

Malang 23/04/2025- Prodi Agribisnis UMM mendapat kunjungan istimewa dari salah satu dosen D3 Agribisnis Universitas Sebelas Maret  (UNS). Kunjungan ini menjadi momen silaturahmi sekaligus diskusi ringan antar sesama akademisi di bidang agribisnis. Kedatangannya disambut hangat oleh para dosen Agribisnis UMM. Selain bertukar kabar, pertemuan ini juga menjadi ruang untuk berbagi pandangan seputar perkembangan agribisnis dari sudut pandang masing-masing kampus. Sekertaris Prodi Agribisnis UMM, Yohana Agustina menuturkan bahwa suasana akrab dan penuh semangat mewarnai pertemuan singkat ini, menjadi bukti bahwa kolaborasi dan komunikasi antar institusi pendidikan tetap penting untuk kemajuan bersama. Lebih lanjut dalam pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Ketua Program Studi D4 Agribisnis Unggas UMM, M. Zul Mazwan dan Ketua Program Studi Magister Agribisnis, Bambang Yudi Ariadi. Seperti yang telah diketahui bersama Prodi D3 Agribisnis UNS secara kontinyu telah mengirimkan alumni terbaiknya untuk mengikuti Program RPL A1 yang diselenggarakan oleh Prodi Agribisnis UMM. ( MKR )

Workshop Penulisan Buku Ajar Dorong Produktivitas Dosen UMM

Malang, 12 Desember 2024 – Workshop “Penulisan Buku Ajar Sesuai Dengan Ketentuan Pemerintah dan KUM Dosen” yang diselenggarakan di Kapal Garden Hotel pada Selasa (10/12) mendapat sambutan positif dari pihak UMM Press. Ahmad Andi Firmansah, S.Pd. dan Septian Rizal Pratama, S.E. selaku perwakilan UMM Press menyampaikan bahwa kegiatan ini membawa manfaat signifikan bagi berbagai pihak. “Kegiatan seperti ini sangat penting untuk prodi dan fakultas. Selain meningkatkan produktivitas dosen dalam menulis, workshop ini juga memberikan keuntungan bagi penerbit karena dapat meningkatkan jumlah naskah yang masuk,” ungkap Ahmad Andi. Septian Rizal menambahkan bahwa luaran dari workshop ini bermanfaat untuk kepentingan kampus dan program studi, terutama dalam hal akreditasi. Menurutnya, waktu pelaksanaan yang ideal adalah menjelang akhir tahun, awal tahun, atau awal perkuliahan. Untuk pengembangan ke depan, pihak UMM Press berharap dapat memperluas skala kegiatan melalui kolaborasi dengan fakultas. “Saat ini pesertanya masih dalam skala prodi, ke depan kami berharap bisa diperbesar menjadi skala fakultas sehingga lebih banyak dosen yang dapat menghasilkan karya,” tutup Septian.

Dosen Agribisnis UMM Ikuti Workshop Kurikulum OBE Bersama Dr. Dyah Ekowati

Malang, 12 Desember 2024 – Workshop peninjauan kurikulum Output Based Education (OBE) digelar Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Selasa (10/12) di Kapal Garden Hotel, Sengkaling. Workshop ini menjadi momentum penting dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran di tengah era digital. Dr. Dyah Worowirastri Ekowati, M.Pd. dalam paparannya menjelaskan bahwa kurikulum OBE merupakan sistem pendidikan yang menekankan pada hasil konkret pembelajaran. “Setiap mata kuliah harus memiliki output yang jelas. Mahasiswa harus mampu menghasilkan sesuatu dari mata kuliah yang mereka program,” jelasnya. Lebih lanjut, Dr. Dyah memaparkan bahwa perguruan tinggi memiliki indikator kinerja utama yang harus dipatuhi, termasuk ketentuan minimal 50% perkuliahan harus menghasilkan produk dari proyek. “Setiap lima tahun, generasi mahasiswa berubah dengan kebutuhan yang berbeda. Lima tahun lalu belum ada TikTok, sekarang media sosial sudah menjadi bagian integral dari pembelajaran,” ungkap Dr. Dyah. Ia menambahkan bahwa gaya belajar mahasiswa juga telah berkembang, tidak hanya sekadar visual, audio, dan kinestetik, tetapi juga mencakup kemampuan membaca dan menulis yang lebih kompleks. Dalam menghadapi era digital, Dr. Dyah menekankan pentingnya integrasi teknologi AI dalam pembelajaran. “Kita harus berdampingan dengan AI. Mahasiswa sudah menggunakan ChatGPT dalam pembelajaran mereka. Yang penting adalah bagaimana mengembangkan aspek sikap dan keterampilan yang sulit digantikan AI,” terangnya. Workshop ini merupakan bagian dari program pendampingan berkelanjutan yang akan dilanjutkan pada semester mendatang. “Semester depan kita masih akan melakukan pendampingan peninjauan kurikulum karena mata kuliahnya berbeda dan koordinatornya juga berbeda,” jelas Dr. Dyah. Melalui workshop ini, diharapkan para dosen dapat terus meningkatkan kompetensi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi sambil tetap mempertahankan kualitas pembelajaran yang berfokus pada pengembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan mahasiswa secara komprehensif.

Agribisnis UMM Gelar Workshop Kelas Kolaboratif-Partisipatif: Dr. Yudi Salampessy Berbagi Pengalaman 10 Tahun Student Centered Learning

Malang, 12 Desember 2024 – Rabu lalu (11/12) Program Studi Agribisnis UMM sukses adakan workshop khusus dosen bertajuk “Workshop Kelas Kolaboratif Partisipatif.” Acara tersebut menghadirkan seorang dosen ahli di bidang Komunikasi Pertanian dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Dr. Yudi A. Salampessy, S.E., M.Si.. Ketua Prodi Agribisnis, Ary Bakhtiar menuturkan bahwa di workshop ini selain mendapatkan ilmu baru, juga menjadi ajang mempererat silaturahmi dan ajang bertukar pikiran dan pengalaman antar dua universitas tersebut. Lebih lanjut ia berharap workshop tersebut dapat meningkatkan mutu pembelajaran di lingkungan prodi Agribisnis.  Dalam workshop ini, Dr. Yudi A. Salampessy memaparkan pentingnya metode pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa atau student centered learning. Beliau menjelaskan bahwa project-based dan case-based learning merupakan bentuk dari kelas kolaboratif partisipatif yang termasuk dalam metode pembelajaran ini “Metode project-based dan case-based berbeda dengan metode pembelajaran yang berpusat pada dosen seperti ceramah, atau yang berpusat pada materi seperti membaca,” ujar Dr. Yudi. Beliau menekankan bahwa dalam pembelajaran berpusat pada mahasiswa, dosen berperan sebagai fasilitator pembelajaran, memberikan ruang kreativitas mahasiswa yang tidak dibatasi oleh ruang kelas dan relasi dosen-mahasiswa. Dr. Yudi juga berbagi pengalaman implementasi metode ini di kampusnya. “Di kampus kami, penerapannya belum mencapai 70%, namun program ini sudah berjalan sekitar 10 tahun, dimulai sebelum era Kurikulum Merdeka,” jelasnya. Implementasi dilakukan secara bertahap mengingat student centered learning memiliki banyak tipe dan model. Menanggapi workshop yang diadakan UMM, Dr. Yudi memberikan apresiasi positif. “Bagus UMM mengadakan workshop ini karena jadi bisa berkolaborasi dengan PTN lain,” ujarnya. Beliau juga menyarankan agar penerapan metode ini dilakukan secara bertahap, “Bisa dimulai dari 25% dulu, baru 50%, dan seterusnya. Tidak perlu terburu-buru dalam implementasi, bisa dilakukan secara perlahan,” tambahnya. Workshop ini menjadi langkah positif bagi UMM dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan adanya pertukaran pengetahuan dan pengalaman seperti ini, diharapkan dapat mendorong inovasi dalam metode pengajaran di perguruan tinggi, khususnya dalam penerapan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa.            

Mahasiswa Agribisnis UMM Raih Juara Pertama di Entrepreneur Day 2024

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mencetak prestasi membanggakan di dunia kewirausahaan. Pada acara Entrepreneur Day UMM 2024, tim mahasiswa yang terdiri dari Lukman Hakim Arifin,dan kawan-kawan dari prodi agribisnis yang tergabung dalam UKM Business and Entrepreneur UMM berhasil meraih juara pertama dengan usaha inovatif mereka, Embik Eco Green Farm. Keberhasilan ini menunjukkan potensi besar mahasiswa UMM dalam mengembangkan usaha kreatif yang berkelanjutan.   Kegiatan Entrepreneur Day dan Inovasi Produk Acara yang digelar pada 2 hingga 3 Desember 2024 di aula BAU UMM ini merupakan rangkaian kegiatan yang meliputi workshop, bazar, dan expo. Entrepreneur Day 2024 menarik perhatian banyak wirausahawan muda dan penggiat bisnis dari berbagai latar belakang. Salah satu sorotan utama adalah kehadiran Andy Febrico Bintoro, pendiri Maxy Academy, yang berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang dunia kewirausahaan kepada para peserta.   Tim Embik Eco Green Farm berhasil mencuri perhatian juri dengan produk unggulan mereka, yaitu susu kambing tinggi Omega-3. Produk ini tidak hanya menawarkan manfaat kesehatan yang signifikan tetapi juga dirancang untuk mengatasi masalah aroma khas susu kambing yang sering kali membuat konsumen ragu. Dengan pendekatan inovatif dan ramah lingkungan, produk ini menjadi salah satu favorit di kalangan pengunjung bazar.   Lukman sebagai ketua kelompok usaha ini menuturkan bahwa Event ini merupakan event yang berharga baginya dan teman-teman di tim Embik Farm. Event tersebut merupakan tempat untuk mereka (embik farm) tampil di kalangan mahasiswa UMM.   Awal Mula Kesuksesan dan Prestasi di KMI Expo XV Perjalanan Embik Eco Green Farm dimulai ketika Lukman dan rekan-rekannya bertemu di Unit Kegiatan Mahasiswa Kewirausahaan UMM. Melalui kolaborasi dan semangat kewirausahaan, mereka berhasil mendapatkan pendanaan dari Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), yang menjadi modal awal untuk mengembangkan produk mereka hingga siap dipasarkan.   Sebelum mengukir prestasi di Entrepreneur Day, tim ini juga berhasil lolos ke final dalam KMI Expo XV yang diselenggarakan di Universitas Halu Oleo pada akhir Oktober 2024. Dalam ajang tersebut, mereka bersaing dengan tim dari berbagai universitas terkemuka di Jawa Timur, menunjukkan bahwa Embik Eco Green Farm bukan hanya sekadar usaha lokal tetapi juga memiliki daya saing di tingkat regional.   Harapan untuk Masa Depan   Keberhasilan tim mahasiswa ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi UMM tetapi juga memberikan inspirasi bagi mahasiswa lain untuk mengejar impian mereka dalam dunia kewirausahaan. “Semoga dengan diadakannya event ini kedepannya bisa menginspirasi seluruh mahasiswa UMM untuk membuka bisnis, berinovasi, berkreasi, berkolaborasi, dan beraksi,” tutur Lukman. Dengan dukungan universitas dan semangat inovatif yang dimiliki oleh para mahasiswa, diharapkan lebih banyak lagi usaha kreatif yang lahir dari kampus ini. Semoga keberhasilan ini menjadi langkah awal bagi perjalanan panjang mereka dalam dunia bisnis yang penuh tantangan dan peluang.Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mencetak prestasi membanggakan di dunia kewirausahaan. Pada acara Entrepreneur Day UMM 2024, tim mahasiswa yang terdiri dari Lukman Hakim Arifin,dan kawan-kawan dari prodi agribisnis yang tergabung dalam UKM Business and Entrepreneur UMM berhasil meraih juara pertama dengan usaha inovatif mereka, Embik Eco Green Farm. Keberhasilan ini menunjukkan potensi besar mahasiswa UMM dalam mengembangkan usaha kreatif yang berkelanjutan. View this post on Instagram A post shared by Embik Farm (@embikfarm)

SMA Muhammadiyah 23 Jakarta Kunjungi Agribisnis UMM, Siswa Antusias Ikuti Agenda Edukasi dan Hiburan

Malang, 21 November 2024 – Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menjadi tujuan kunjungan edukasi, kali ini oleh siswa kelas 11 dari SMA Muhammadiyah 23 Jakarta. Kunjungan yang berlangsung dengan penuh semangat ini diikuti oleh 104 murid dan didampingi oleh 8 guru pendamping, menjadikannya salah satu agenda kunjungan terbesar ke Fakultas Pertanian dan Peternakan UMM pada tahun ini. Acara yang dirancang dengan kombinasi edukasi dan hiburan ini berlangsung meriah. Para siswa diperkenalkan dengan keunggulan Program Studi Agribisnis UMM, termasuk program akademik, kegiatan praktikum, hingga peluang karir di bidang agribisnis. Suasana semakin hangat ketika tim Agribisnis UMM membagikan hadiah menarik kepada para siswa, menciptakan momen penuh keceriaan. Dosen sekaligus Humas Program Studi Agribisnis UMM, Festy Putri, menyambut rombongan dengan hangat dan memaparkan visi Prodi Agribisnis sebagai tempat pengembangan sumber daya manusia yang kompeten di bidang agribisnis modern. “Kami berharap kunjungan ini dapat menjadi inspirasi bagi siswa untuk melanjutkan studi di bidang agribisnis, khususnya di UMM. Potensi kalian sangat besar untuk berkembang menjadi inovator masa depan di sektor ini,” ujar Festy. Para siswa menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung, terutama saat sesi tanya jawab mengenai kehidupan mahasiswa Agribisnis UMM, kegiatan laboratorium, serta kesempatan magang di sektor agribisnis nasional maupun internasional. Salah satu siswa mengungkapkan kegembiraannya, “Saya jadi semakin tertarik untuk melanjutkan studi di UMM. Suasananya sangat inspiratif, dan banyak peluang menarik di sini.” Tidak hanya itu, guru pendamping dari SMA Muhammadiyah 23 Jakarta juga memberikan apresiasi atas sambutan hangat dan program yang disusun secara interaktif. Kunjungan ini diharapkan menjadi awal dari hubungan yang lebih erat antara SMA Muhammadiyah 23 Jakarta dan Universitas Muhammadiyah Malang, khususnya Prodi Agribisnis, dalam mendorong generasi muda untuk berkontribusi di sektor agribisnis yang semakin berkembang.

Mahasiswa Agribisnis UMM Raih Pendanaan Program PPK Ormawa, Kembangkan Desa Wirausaha Olahan Jeruk di Sumbersekar

Malang, 21 November 2024 – Mahasiswa Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam organisasi HMPS Agribisnis kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Mereka berhasil lolos pendanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dengan judul program “Desa Sumber Sekar Sebagai Desa Wirausaha Berbasis Olahan Jeruk untuk Meningkatkan Perekonomian Masyarakat”. Program ini didampingi oleh dosen pembimbing Ary Bakhtiar dan Festy Putri, yang turut berperan penting dalam mendukung mahasiswa melalui tahap perencanaan hingga pelaksanaan. Dengan lolosnya program ini, HMPS Agribisnis UMM berhasil bersaing dengan perguruan tinggi lain di seluruh Indonesia, menegaskan keunggulan dan kreativitas mahasiswa Agribisnis UMM dalam menginisiasi program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat melalui inovasi olahan berbasis jeruk, salah satu komoditas unggulan desa tersebut. Program ini bertujuan untuk menciptakan desa wirausaha yang berdaya saing tinggi, sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat lokal secara berkelanjutan. Dalam sambutannya, Ary Bakhtiar menyampaikan rasa bangga atas kerja keras mahasiswa yang tergabung dalam HMPS Agribisnis. “Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya belajar secara akademik, tetapi juga terjun langsung mengembangkan masyarakat dengan pendekatan inovatif. Ini adalah langkah nyata untuk menciptakan perubahan positif,” ujarnya. Festy Putri menambahkan bahwa program ini juga membuka peluang kolaborasi antara akademisi, pemerintah desa, dan pelaku usaha lokal. “Kami berharap Desa Sumbersekar dapat menjadi model desa wirausaha yang dapat direplikasi di tempat lain, dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada,” katanya. Program ini disambut antusias oleh masyarakat Desa Sumbersekar, yang merasa terbantu dengan pelatihan dan pendampingan yang diberikan. Selain itu, program ini juga membuka peluang pasar baru untuk produk olahan jeruk, baik di tingkat lokal maupun nasional. Dengan keberhasilan ini, HMPS Agribisnis UMM menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak perubahan melalui program yang berbasis pemberdayaan masyarakat. Universitas Muhammadiyah Malang terus berkomitmen mendukung program-program unggulan mahasiswa yang memberikan dampak positif bagi masyarakat luas  

Melangkah Mendunia: Agribisnis UMM dan Dr. Theerarat Gagas Wirausaha Pangan Masa Depan

Malang, 22 Oktober 2024 – Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar acara International Guest Lecturer, kali ini menghadirkan narasumber internasional, Dr. Theerarat Rattanawisutamon dari Silpakorn University, Thailand. Kegiatan yang berlangsung pada 22 Oktober 2024 ini mengangkat tema menarik, “Agribusiness and Food Entrepreneur”, yang bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa dalam bidang kewirausahaan agribisnis dan pengelolaan rantai pasok pangan. Kegiatan ini diikuti dengan meriah oleh mahasiswa Agribisnis UMM yang menunjukkan antusiasme tinggi sejak dimulainya perkuliahan. Dalam paparannya, Dr. Theerarat membahas berbagai aspek penting dalam membangun usaha di sektor agribisnis, mulai dari identifikasi peluang pasar, strategi inovasi produk, hingga pentingnya teknologi digital dalam meningkatkan daya saing di pasar global. Dr. Theerarat juga memberikan contoh sukses kewirausahaan di Thailand yang dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa. “Dalam dunia agribisnis, kreativitas dan adaptasi terhadap tren pasar global adalah kunci. Saya percaya mahasiswa UMM memiliki potensi besar untuk menjadi wirausaha agribisnis yang sukses di masa depan,” ungkapnya. Ketua Program Studi Agribisnis UMM, Prof. Rahayu Relawati, MM., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen UMM untuk memberikan pengalaman belajar yang mendunia bagi mahasiswa. “Dengan menghadirkan narasumber internasional, kami berharap mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis tetapi juga inspirasi dan motivasi untuk berinovasi di bidang agribisnis,” ujarnya. Acara ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif, di mana mahasiswa berkesempatan untuk berdiskusi langsung dengan Dr. Theerarat mengenai tantangan dan peluang dalam membangun usaha agribisnis berbasis pangan. Salah satu mahasiswa mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dan memotivasi mereka untuk lebih mendalami sektor agribisnis. Dengan suksesnya agenda ini, Agribisnis UMM terus memperkuat posisi sebagai program studi yang berorientasi global, membuka peluang kolaborasi lintas negara, dan mendorong mahasiswa untuk menjadi pelaku agribisnis yang kompetitif di tingkat internasional.

Delegasi Agribisnis UMM Hadiri Trade Expo 2024: Perluas Jejaring Nasional dan Internasional

Jakarta, 19 Oktober 2024 – Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan eksistensinya di kancah nasional dan internasional dengan menghadiri Trade Expo Indonesia 2024, yang berlangsung di ICE BSD, Serpong, Jakarta, pada 15–19 Oktober 2024. Delegasi UMM yang terdiri dari tiga dosen Agribisnis, yakni Prof. Jabal Tarik, Ary Bakhtiar, dan Festy Putri, membawa misi besar untuk memperluas jejaring serta membuka peluang kolaborasi di bidang agribisnis. Ketiga delegasi tersebut juga merupakan bagian dari penggerak program Center of Excellence (COE) Kelas Profesional Ekspor, sebuah inisiatif unggulan Agribisnis UMM yang berfokus pada peningkatan kompetensi mahasiswa dan dosen dalam pengelolaan ekspor produk agribisnis. Prof. Jabal Tarik, salah satu delegasi, menekankan pentingnya momen ini dalam memperkuat kehadiran UMM di panggung nasional dan internasional. “Melalui Trade Expo 2024, kami tidak hanya memperkenalkan potensi agribisnis lokal tetapi juga membangun jejaring strategis dengan pelaku usaha, lembaga pemerintah, dan pembisnis internasional. Ini adalah langkah konkret untuk mewujudkan kolaborasi yang lebih inovatif,” ujarnya. Sementara itu, Ary Bakhtiar menambahkan bahwa kehadiran Agribisnis UMM di ajang ini juga membuka peluang untuk pertukaran ide dan inovasi. “Kami bertemu banyak pihak yang memiliki visi serupa dalam mendukung pertumbuhan agribisnis berbasis teknologi dan keberlanjutan. Ini memberi kami inspirasi untuk terus mengembangkan program-program di Prodi Agribisnis UMM,” jelasnya. Festy Putri, yang turut dalam agenda tersebut, mengungkapkan optimisme bahwa kegiatan ini dapat memperluas daya saing UMM di bidang agribisnis. “Trade Expo adalah platform ideal untuk memperkenalkan produk agribisnis sekaligus menunjukkan kompetensi UMM dalam mendukung pengembangan agribisnis yang lebih profesional dan berorientasi ekspor,” katanya. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, delegasi Agribisnis UMM berharap langkah ini menjadi awal yang baik untuk menjalin kemitraan strategis, baik di tingkat nasional maupun internasional. Prodi Agribisnis UMM terus berkomitmen untuk mendukung mahasiswa, dosen, dan praktisi agar menjadi pelaku agribisnis yang kompeten dan berdaya saing global.

Belajar Budaya, Bahasa, serta Bisnis Melalui Summer Camp Chinese Kolaborasi Antara Universitas Muhammadiyah Malang dan Guangxi Normal University

30 September 2024 – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang tengah melakukan kegiatan Summer Camp yang berlangsung di Guangxi Normal University, Kota Guilin, China. Kegiatan ini tidak hanya dihadiri oleh UMM saja melainkan ada kampus lain diantaranya Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang dan Sekolah Bina Budi Mulia. Kegiatan Summer Camp ini berlangsung selama 14 hari sedari tanggal 17 Agustus sampai dengan 31 Agustus 2024. Kegiatan Summer Camp ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mempelajari budaya, bahasa china, keterampilan berbisnis, makanan khas china dll, serta untuk mempererat tali persaudaraan antara china dan Indonesia. Universitas Muhammadiyah Malang mengirimkan 2 Mahasiswa terbaiknya Laila Noviyanti Sitepu dan Anggun Maysyarah V.U. berasal dari Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian Peternakan. Para peserta Summer Camp juga di didampingi langsung oleh dosen pembimbing Dr. Masuduki,. M.Pd. Selain itu, kegiatan ini berlangsung di 2 kota berbeda pertama di Kota Guilin selama 7 Hari dan kedua di Kota Nanning selama 8 hari.   Kegiatan pertama yaitu pembukaan Summer Camp yang berada di Guangxi Normal University. Dan dilanjutkan dengan kelas bahasa mandarin dasar, kuliah tentang teori ECommerce dimana pada pembelajaran ini kami mengetahui jika penjualan secara online di china sangat menguntungkan dan mereka juga memperhatikan dan terus mengupdate teknik-teknik pengambilan foto atau video yang berkualitas tinggi. Mereka juga diajarkan untuk menghias kipas dimana kipas merupakan salah satu budaya china yang melambangkan kekuasaan. Selain itu kami juga mengunjungi budaya-budaya china mulai dari jingjiang prince’s palace,taman xiangshan,osmanthus commune,dongligucun scenic area, museum prasasti guihai, juga bermain permainan etnik menyenangkan. Kota nanning pada kota kedua ini banyak mempelajari tentang seni budaya china seperti membuat simpul kesenian Tiongkok, budaya pengobatan Tiongkok,budaya rakyat Guangxi shi jiu. Dan untuk pembelajaran teori diajarkan teori E-commerce lintas batas.   Kegiatan ini sangat berkesan bagi kedua peserta berprestasi dari Agribisnis UMM tersebut. Selain karena ini pertama kali ke china, juga bisa mendapatkan kenangan-kenangan yang tidak terlupakan semua hal baru yang dirasakan mulai dari proses keberangkatan hingga akhirnya kembali ke Indonesia. Dimana kedua kota yang berbeda kota guilin dengan pemandangan alamnya yang mempesona, sedangkan kota nanning dengan kemajuan teknologi yang mereka miliki. Keduanya merupakan perpaduan kota yang cocok untuk mengetahui bagaimana budaya juga teknologi china saling melengkapi.